{"id":262144,"date":"2024-02-13T09:00:00","date_gmt":"2024-02-13T02:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=262144"},"modified":"2024-02-12T21:23:52","modified_gmt":"2024-02-12T14:23:52","slug":"unj-kampus-negeri-yang-nggak-ramah-pejalan-kaki","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/unj-kampus-negeri-yang-nggak-ramah-pejalan-kaki\/","title":{"rendered":"UNJ Kampus Negeri yang Nggak Ramah Pejalan Kaki, tapi Ramah ke Pengendara Mobil"},"content":{"rendered":"<p><em>Di Kampus A UNJ, pejalan kaki seperti tidak dianggap.\u00a0<\/em><\/p>\n<p>Universitas Negeri Jakarta atau yang biasa disebut UNJ adalah salah satu perguruan tinggi yang terletak di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/rawamangun-daerah-paling-unggul-di-jakarta-timur\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Rawamangun, JakartaTimur<\/a>. Universitas ini banyak diminati oleh mereka yang ingin menjadi guru. Selain itu, kuota setiap prodi cukup banyak daripada universitas lain. Itu mengapa setiap tahun ada ribuan mahasiswa baru masuk ke perguruan tinggi negeri ini.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyaknya mahasiswa yang masuk setiap tahun, menambah keramaian kampus, apalagi ketika semua kelas sudah berjalan luring alias tatap muka. Mahasiswa yang ramai memadati kampus jadi pemandangan yang tidak asing, apalagi di Kampus A selaku pusat UNJ yang terletak di Rawamangun.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>UNJ yang nggak terlalu luas<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi kalian yang belum pernah mengunjungi kampus A UNJ Rawamangun, saya berikan sedikit gambaran. Kampus ini memang tidak terlalu luas. Seluruh bagian kampus bisa dijelajahi cukup dengan berjalan kaki. Jadi jangan harap ada semacam <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/rindu-bus-kuning-alias-bikun-ui-yang-sering-dianggap-bus-paling-nyaman\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bikun alias Bis Kuning<\/a> seperti di Universitas Indonesia ya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kampus yang tidak terlalu luas berpengaruh pada lahan parkir yang terbatas. Di Kampus A UNJ, kendaraan roda dua tidak diperbolehkan masuk area kampus kecuali hari libur. Sebagai gantinya, disediakan gedung parkir di depan (anak UNJ menyebutnya Spiral) dan parkiran biasa yang terletak di depan. Sementara untuk roda empat, kendaraan diperbolehkan masuk lingkungan kampus dan parkir di tempat yang sudah disediakan di dalam.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, tempat parkir yang berada di tiap gedung fakultas itu biasanya untuk dosen dan karyawan. Sementara mahasiswa yang membawa mobil biasanya parkir secara berjejer memanjang di bawah pohon-pohon rindang dari bagian depan kampus hingga ke belakang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau parkiran mobil itu sudah penuh, mobil-mobil lain akan parkir di jalan tepat di samping parkiran tersebut. Situasi ini yang\u00a0 menimbulkan masalah, sebab mobil-mobil itu bisa menutupi setengah ruas jalan dari depan sampai belakang.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Pejalan kaki harus bersaing dengan mobil<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mahasiswa UNJ yang berjalan kaki cukup banyak. Selain mereka yang memang tidak membawa kendaraan, pengendara sepeda motor yang parkir di Spiral juga berjalan kaki ketika di lingkungan kampus A.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya adalah salah satu mahasiswa itu. Sehari-hari saya mengendarai motor ke kampus. Setelah memarkirkan kendaraan di luar, saya perlu berjalan ke gedung fakultas yang kebetulan terletak di sisi belakang dari pintu masuk.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, ketika berjalan kaki di Kampus A UNJ saya merasakan ketidaknyamanan yang luar biasa. Pasalnya, mobil-mobil yang parkir sembarangan tadi menutupi jalur yang biasa digunakan oleh pejalan kaki. Selain harus menghindari mobil-mobil yang sudah terparkir, pejalan kaki harus selalu waspada terhadap kendaraan yang melintas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Benar-benar merepotkan. Apalagi kalau kondisinya sedang hujan. <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/purwokerto-kota-pelajar-tanpa-trotoar-yang-memadai\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jalan becek membuat pejalan kaki kesulitan<\/a>, genangan air membuat sepatu basah. Pejalan kaki harus pintar-pintar mencari rute agar tetap kering sampai tujuan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya, ada jalan alternatif lain menuju gedung sisi belakang yang lebih lengang. Namun, jalan tersebut terletak di sisi paling barat kampus yang letaknya jauh dari fakultas manapun. Sedikit sekali mahasiswa yang lewat sini. Selain jauh, jalur tersebut tidak lebih baik karena sering diwarnai oleh kendaraan proyek berukuran besar. Iya, saat ini UNJ memang sedang membangun 4 gedung baru.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah saya pikir-pikir, permasalahan UNJ ini semakin lama semakin menyerupai <a href=\"https:\/\/www.unesa.ac.id\/page\/id\/kampus-ketintang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">UNESA Ketintang Surabaya<\/a> ya. Di sana juga minim lahan\u00a0 parkir sementara jumlah mahasiswanya berjubel. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya rasa kampus perlu segera memikirkan solusinya. Jangan sampai kampus negeri ini lebih ramah ke pengendara mobil, tapi nggak ramah ke pejalan kaki. Padahal ruang pejalan kaki mutlak diperlukan di Kampus A UNJ.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Muhammad Arifuddin Tanjung<br \/>\nEditor: Kenia Intan<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/unesa-ketintang-kampus-elit-parkiran-super-sempit\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sudah Tahu Lahan Parkir Mahasiswa UNESA Ketintang Itu Nggak Luas, tapi Nekat Menerima Mahasiswa Super Banyak, Well Banget!<\/a><\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0ini\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kampus A UNJ memang tidak terlalu luas, lahan parkirnya terbatas. Namun, itu bukan berarti kampus bisa mengorbankan kenyamanan pejalan kaki. <\/p>\n","protected":false},"author":2107,"featured_media":262450,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13089],"tags":[5642,921,23205,34,1457,5076,19756,20076,20077],"class_list":["post-262144","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-fasilitas-kampus","tag-kampus","tag-kampus-a-unj","tag-mahasiswa","tag-pejalan-kaki","tag-pengendara-mobil","tag-perguruan-tinggi-negeri","tag-rawamangun","tag-unj"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/262144","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2107"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=262144"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/262144\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/262450"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=262144"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=262144"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=262144"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}