{"id":261871,"date":"2024-02-11T08:12:54","date_gmt":"2024-02-11T01:12:54","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=261871"},"modified":"2024-02-12T06:42:49","modified_gmt":"2024-02-11T23:42:49","slug":"miskin-dan-lapar-tapi-menolak-beasiswa-bidikmisi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/miskin-dan-lapar-tapi-menolak-beasiswa-bidikmisi\/","title":{"rendered":"Mahasiswa Miskin Menolak Mendaftar Beasiswa Bidikmisi karena Malu padahal Kelaparan dan Nggak Kuat Membayar Kuliah"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beasiswa Bidikmisi seharusnya menjadi salah satu solusi pendidikan bagi mahasiswa miskin. Namun, narasi yang masih banyak beredar adalah bahwa beasiswa ini salah sasaran. Sayangnya, sampai saat ini, seakan-akan masalah ini belum mendapatkan perhatian yang lebih serius.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Desember 2023 yang lalu, saya pernah menulis artikel di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/beasiswa-bidikmisi-banyak-diikuti-orang-tajir-salah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Terminal Mojok<\/a> dengan judul \u201cMemangnya Kenapa kalau Orang Tajir Ikut Daftar Beasiswa Bidikmisi?\u201d Banyak yang merespons artikel itu secara negatif. Padahal, saya tidak bermaksud untuk mendukung pemalsuan data dan mendukung orang mampu untuk ikut mendaftar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maksud saya, seharusnya ada tindakan secara hukum dan nyata kepada mahasiswa mampu yang memalsukan data demi lolos seleksi beasiswa Bidikmisi. Jika hukum ditegakkan secara nyata, saya yakin bisa menjadi efek jera.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/miskin-dan-lapar-tapi-menolak-beasiswa-bidikmisi\/2\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em><strong>Baca halaman selanjutnya: Lapar dan membutuhkan, tapi banyak mahasiswa malu mendaftar beasiswa.<\/strong><\/em><\/a><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h2><b>Kenapa beasiswa Bidikmisi sering salah sasaran?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu aksi yang menyebabkan beasiswa Bidikmisi selalu salah sasaran adalah pemalsuan data. Nah, setelah melakukan observasi, saya menemukan alasan lain mengapa beasiswa ini bisa salah sasaran. Penyebab yang saya maksud adalah ada saja mahasiswa miskin yang menolak ikut mendaftar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya pernah terlibat percakapan singkat dengan salah satu teman kerja, namanya Dina (bukan nama sebenarnya), perihal fenomena ini. Jadi, Dina ini terbilang mahasiswa mampu. Nah, ketika mendapat info soal beasiswa Bidikmisi, dia iseng saja mendaftar. Apalagi menurut dia, \u201csyarat berkas\u201d untuk mendaftar itu nggak terlalu merepotkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, yang perlu dicatat di sini, Dina tidak memalsukan data. Dia bisa mendapatkan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/beasiswa-bidikmisi-bukan-untuk-saya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Surat Keterangan Tidak Mampu<\/a> (SKTM) dengan mudah karena hanya hidup bersama ibunya. Keduanya tinggal di rumah neneknya. Setelah itu, petugas dari RT, RW, dan kelurahan sendiri tidak memeriksa secara langsung. Foto yang teman saya kirim juga foto nyata rumah neneknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah proses seleksi, Dina berhasil mendapatkan beasiswa Bidikmisi. Di sini ada kejadian yang sungguh ironis. Ada seorang teman yang \u201csinis\u201d ke Dina karena Dina dianggap merampas haknya sebagai mahasiswa miskin. Dina menjawab begini: \u201cEmang kamu daftar?\u201d Jawabannya: \u201cTidak.\u201d<\/span><\/p>\n<h2><b>Banyak mahasiswa miskin yang malu, padahal lapar dan butuh<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dina adalah mahasiswa angkatan 2016. Saat ini, yang menerima beasiswa Bidikmisi terbilang sedikit. Banyak yang tidak mau mendaftar karena malas mengurus berkas. Padahal, menurut Dina, syarat berkas beasiswa ini nggak terlalu ribet. Yang agak merepotkan sebenarnya mengikuti seminar yang sifatnya wajib bagi penerima.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain malas, banyak juga <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/harga-telur-hari-ini-bencana-untuk-mahasiswa-jogja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mahasiswa miskin<\/a> yang menolak mendaftar beasiswa Bidikmisi karena malu dengan stigma \u201ckurang mampu\u201d. Saat itu, antara mahasiswa penerima dan bukan penerima memang terlihat. Mereka, para penerima, menerima kotak makan siang setiap harinya. Hal ini membuat \u201ckelas sosial\u201d menjadi terpampang dengan nyata.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, bantuan makan siang itu untuk membantu mengurangi beban para penerima beasiswa Bidikmisi. Mereka ini banyak yang lapar padahal harus mengikuti kegiatan perkuliahan yang menguras tenaga. Sudah begitu, mereka itu membutuhkan bantuan supaya bisa tetap kuliah. Namun, rasa malu ternyata memberatkan mereka untuk mendaftar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini membuat kuota penerima beasiswa Bidikmisi menjadi terbuka. Oleh sebab itu, potensi mendapatkan bantuan ini menjadi lebih besar bagi mahasiswa yang \u201cmau ribet mengurus syarat berkas\u201d.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah terjadi <a href=\"https:\/\/regional.kompas.com\/read\/2022\/02\/21\/220458978\/palsukan-surat-keterangan-tidak-mampu-ratusan-mahasiswa-aceh-terancam-jadi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pemalsuan data<\/a>, banyak mahasiswa miskin yang menolak mendaftar pula. Fakta di lapangan ini tentu membuat saya agak sedih. Sudah salah sasaran, penerimanya masih terbebani oleh stigma pula. Pusing, kan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Nurul Fauziah<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bidikmisi-jadi-ajang-adu-miskin-dan-manipulasi-data-beasiswa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bidikmisi Jadi Ajang Adu Miskin dan Manipulasi Data Beasiswa<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">cara\u00a0ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sudah sering salah sasaran karena pemalsuan data, banyak mahasiswa miskin tidak mau mendaftar beasiswa Bidikmisi karena malu dengan stigma.<\/p>\n","protected":false},"author":1860,"featured_media":262323,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12910],"tags":[3228,5470,23190,2807,23191],"class_list":["post-261871","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan","tag-beasiswa","tag-beasiswa-bidikmisi","tag-beasiswa-bidikmisi-salah-sasaran","tag-bidikmisi","tag-pemalsuan-data-beasiswa-bidikmisi"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/261871","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1860"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=261871"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/261871\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/262323"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=261871"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=261871"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=261871"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}