{"id":261803,"date":"2024-02-07T14:30:16","date_gmt":"2024-02-07T07:30:16","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=261803"},"modified":"2024-02-08T11:16:43","modified_gmt":"2024-02-08T04:16:43","slug":"bukan-semarang-sebaik-baiknya-tempat-tinggal-di-jawa-tengah-adalah-purwokerto","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bukan-semarang-sebaik-baiknya-tempat-tinggal-di-jawa-tengah-adalah-purwokerto\/","title":{"rendered":"Bukan Semarang, Sebaik-baiknya Tempat Tinggal di Jawa Tengah Adalah Purwokerto"},"content":{"rendered":"<p><em>Purwokerto tempat terbaik untuk ditinggali di Jawa Tengah. Semarang mah lewat~<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sudah menghabiskan waktu hampir 22 tahun tinggal di Purwokerto. Mulai dari waktu sekolah, lulus kuliah dengan IPK pas-pasan, hingga sudah punya istri dan anak. Selama ini saya juga nggak pernah lama-lama meninggalkan Purwokerto, apalagi sekarang sudah ada anak dan istri. Sepertinya memang sudah takdir saya menetap di sini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya banyak hal menarik di sini. Tapi nggak mungkin saya menceritakan semuanya karena bakal panjang sekali. Ada beberapa hal menarik dari ibu kota <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/kabupaten-banyumas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kabupaten Banyumas<\/a> ini yang menurut saya membuatnya menjadi tempat tinggal terbaik di Jawa Tengah alih-alih Semarang sebagai ibu kota provinsi. Begini alasannya<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<h2><b>Purwokerto punya fasilitas lengkap<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita harus mengakui bahwa Purwokerto memang kota kecil. Akan tetapi jangan salah, fasilitas di sini terbilang lengkap, bahkan mirip fasilitas di kota besar. Semua hal hampir ada di sini, sebut saja mall, stasiun besar, terminal besar, tempat makan, hotel bintang tiga, kampus, hingga tempat hiburan. Bahkan bus rapid trans yang biasa ada di kota besar seperti Semarang juga ada di Purwokerto. Semua dekat, cepat, dan nggak ada macet.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Boleh dibilang, mau ke mana saja di sini gampang banget. Warga bisa memilih mau naik bus, kereta, travel, pesawat (meski kudu ke <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/purbalingga\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Purbalingga<\/a> dulu), semua bisa. Satu hal yang nggak ada di Purwokerto cuma kapal laut. Di sini nggak ada laut dan pelabuhan<span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bukan-semarang-sebaik-baiknya-tempat-tinggal-di-jawa-tengah-adalah-purwokerto\/2\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em><strong>Baca halaman selanjutnya: Cari makan murah gampang&#8230;<\/strong><\/em><\/a><br \/>\n<!--nextpage--><\/p>\n<h2><b>Cari makan murah gampang<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun makin banyak kafe dan rumah makan fancy di Purwokerto, kita nggak akan kesulitan menemukan rumah makan dengan harga nggak ngotak di sini. Nggak ngotak maksudnya rumah makan dengan harga super terjangkau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, untuk sarapan, di sini masih ada <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/nasi-rames\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">nasi rames<\/a> seharga Rp4 ribu saja. Mau nambah gorengan cukup keluar uang Rp5 ribu. Warungnya ada dekat rumah saya, lho, dan setiap hari harus antre di sini saking murah dan enaknya. Baru buka pukul lima pagi, pukul tujuh pagi sudah habis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau mau makan prasmanan, ada nasi rames juga. Kita bisa mengambil nasi dan sayur sepuasnya , tambah mendoan dan teh tawar hangat cuma keluar uang Rp6 ribu. Saya kasih tahu nama warungnya, yakni warung makan Hajah Tarisah. Lokasinya di Jalan Kaliputih, utara MIN Banyumas. Buka pukul tujuh pagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau mau cari makan sore atau malam, kita bisa menuju ke Jalan Ovis, utara Perempatan Kebondalem. Warung yang buka pukul 3.30 sore namanya Warung Koboy. Sekarang nggak ada namanya. Yang jual bapak-bapak kepala gundul, sudah setengah tua. Berbekal uang Rp5 ribu, kita bisa makan nasi rames mendoan di sini.<\/span><\/p>\n<h2><b>Orang baik banyak di Purwokerto<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua pemilik warung yang saya ceritakan sebelumnya, Bu Hajah Tarisah dan Pak Gundul adalah contoh orang-orang baik di Purwokerto. Keduanya masih memikirkan kondisi orang lain, makanya jualan makanan murah. Jangan salah, orang-orang seperti mereka berdua banyak di Purwokerto.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sini, empati dan niat saling membantu masih sangat kental. Contohnya, kamu bingung mencari alamat di sini, nggak usah khawatir tersesat karena kamu justru bakal diantar sampai tujuan kalau berani bertanya. Saya punya pengalaman berhubungan dengan orang-orang baik. Waktu itu saya kehabisan bensin, tiba-tiba ada orang membawakan bensin eceran tanpa saya minta. Pernah juga motor mogok, tiba-tiba ada yang nyamperin dan menawarkan mendorong sampai <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/bengkel\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bengkel.<\/a><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, bisa dibilang Purwokerto dibangun oleh orang-orang baik. Selama 22 tahun tinggal di sini, saya merasakannya sendiri.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Wisata murah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau butuh wisata untuk healing, kita bisa pergi ke Baturraden. Lokasinya di lereng Gunung Slamet, Jawa Tengah. Tinggal pilih, mau wisata alam atau wisata buatan ada semua.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau saya sih lebih senang wisata alam, apalagi yang gratisan. Di Purwokerto ada hutan, air terjun, taman, sampai air panas. Kalau mau wisata malam juga ada. Harga tiketnya masih murah, kecuali beberapa spot yang harga tiketnya sedikit lebih mahal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain harga tiketnya murah, jarak menuju lokasi wisata di Purwokerto sangat dekat. Saya saja hampir tiap weekend ke <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Baturraden,_Banyumas\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Baturraden<\/a> bersama keluarga. Kami biasa membawa bekal sendiri dan tinggal mencari spot gratisan. Di sini juga bisa berenang di curug atau tracking susur hutan. Healing yang murah, segar, dan menyenangkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keempat alasan di atas membuat saya betah tinggal di Purwokerto. Jadi nggak usah heran kalau dibandingkan ibu kota provinsi, Semarang, Purwokerto adalah sebaik-baiknya tempat tinggal di Jawa Tengah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Mohamad Ajib Tamami<\/span><br \/>\n<span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Intan Ekapratiwi<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/6-fakta-menarik-tentang-purwokerto-yang-perlu-kalian-ketahui\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">6 Fakta Menarik tentang Purwokerto yang Perlu Kalian Ketahui<\/a>.<\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Purwokerto adalah sebaik-baiknya tempat tinggal di Jawa Tengah nggak kalah dari Semarang. Orangnya baik, banyak makanan murah dan wisata.<\/p>\n","protected":false},"author":2101,"featured_media":261815,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[18515,17316,8340,10004,20968,19092,8526],"class_list":["post-261803","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-baturaden","tag-baturraden","tag-gunung-slamet","tag-jawa-tengah","tag-kabupaten-banyumas","tag-kota-purwokerto","tag-purwokerto"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/261803","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2101"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=261803"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/261803\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/261815"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=261803"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=261803"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=261803"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}