{"id":261505,"date":"2024-02-05T12:16:03","date_gmt":"2024-02-05T05:16:03","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=261505"},"modified":"2024-02-05T19:27:02","modified_gmt":"2024-02-05T12:27:02","slug":"lampu-merah-kalibanteng-semarang-musuh-sepeda-motor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/lampu-merah-kalibanteng-semarang-musuh-sepeda-motor\/","title":{"rendered":"Anak SD Dibonceng Bapaknya Berhenti di Lampu Merah Kalibanteng Semarang, Pas Hijau Udah Lulus SMP"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah menjadi kesepakatan bersama bahwa lampu merah Kalibanteng adalah salah satu titik paling menyebalkan di Semarang. Mengutip Solopos Jateng, banyak masyarakat mengeluhkan panjangnya antrian dari arah Jalan Walisongo, yang bisa mencapai ke pertigaan Hanoman. Kemacetan ini merugikan masyarakat yang memiliki kepentingan mendesak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penyebabnya, apalagi, kalau bukan durasi lampu merah Kalibanteng Semarang yang sangat lama. Kamu harus menyiapkan waktu hingga 307 detik kalau berhenti di sini. Sudah pasti durasi ini menjengkelkan masyarakat setempat. Secara psikologis, menanti 307 detik memang jadi cukup lama dan menjengkelkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, kenapa, sih, lampu merah Kalibanteng Semarang itu lama banget? Menurut Kepala Bidang Pengendalian dan Penertiban Dishub Kota Semarang, yang dikutip Detik Jateng, persimpangan tersebut memiliki 6 simpang. Salah satu simpangan yang paling banyak dikeluhkan adalah yang dari arah Jalan Abdulrahman Saleh dan <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Museum_Ronggowarsito\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Museum Ranggawarsita<\/a>.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Berbagai keluhan masyarakat terkait lampu merah Kalibanteng Semarang<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya merekam cukup banyak keluhan masyarakat terkait persimpangan ini. Berikut beberapa di antaranya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain durasinya yang kelewat lama, banyak yang mengeluh karena <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/semarang-bukan-hanya-tentang-kabar-buruk\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">cuaca yang panas<\/a>. Salah satu pengguna jalan mengeluh gini: \u201cLagi buru-buru, siang-siang lama buanget kaya dipanggang. Nunggunya jadi pengin cepet-cepet jalan. Kayak kena sugesti juga jadinya berasa lama banget.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Komentar lain yang paling lucu saya temukan di kolom komentar unggahan Instagram @aslisemarang. Ada yang bilang gini: \u201cBangjo kono kuwi wingi ono bapak-bapak ngeterke anak SD keno abang, pas murup ijo, anakke wis SMP.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam Bahasa Indonesia jadi: \u201cBerhenti di lampu hijau situ, kemarin ada bapak-bapak mengantar anak SD menuju sekolah dan kena lampu merah. Pas menyala hijau, anaknya sudah SMP.\u201d<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/lampu-merah-kalibanteng-semarang-musuh-sepeda-motor\/2\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em><strong>Baca halaman selanjutnya: Persimpangan yang menjadi &#8220;musuh&#8221; para pengendara sepeda motor.<\/strong><\/em><\/a><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h2><b>Persimpangan lain yang juga menjadi \u201cmusuh\u201d pengendara<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain lampu merah Kalibanteng Semarang, ada lampu merah lain yang durasinya juga termasuk lama. Yang saya maksud adalah lampu merah Tugu Muda, dengan 2 titiknya yang memiliki durasi sangat lama. Pertama, di titik yang akan menuju ke arah Lawang Sewu dan titik kedua menuju Jalan Siliwangi. Menurut masyarakat sekitar, durasi lampu merah di sana sekitar 180 sampai 300 detik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perbandingan antara lampu merah Kalibanteng Semarang dan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jalan-pandanaran-short-gateaway-terbaik-kota-semarang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tugu Muda<\/a> juga seringkali menjadi perbincangan masyarakat. Menurut mereka yang sering melewati lampu merah tersebut, tetap Simpang Kalibanteng yang memenangkan status lampu merah paling menyebalkan di Kota Semarang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain mengeluh, masyarakat Semarang juga menawarkan saran. Misalnya, kalau bisa dan memungkinkan, durasi lampu merah Kalibanteng Semarang itu dikurangi. Saran ini muncul setelah mempertimbangkan kepadatan jalan karena lampu merah tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut mereka, jika memang tidak bisa dipersingkat, setidaknya ditanami pohon agar pengendara tidak kepanasan saat menunggu lampu hijau. Masyarakat yang lain malah ada yang pasrah sama lamanya lampu hijau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, kabar baiknya, mengutip Solopos Jateng, Dishub Kota Semarang mengevaluasi durasi lampu merah Kalibanteng Semarang. Mereka akan melakukan pembatasan akses bagi kendaraan besar yang akan masuk ke kota di jam sibuk, misalnya pada pagi dan sore.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mari doakan upaya tersebut berhasil. Yah, supaya kita, warga Kota Semarang, nggak jadi tua di jalan aja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jalan-kaligawe-semarang-pusatnya-jalanan-rusak-dan-banjir\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jalan Kaligawe Semarang, Pusatnya Jalanan Rusak dan Banjir yang Bikin Rakyat Sengsara<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Durasi 307 detik lampu merah Kalibanteng Semarang memang kebangetan dan menjadi musuh besar para pengendara sepeda motor. Suram sekali.<\/p>\n","protected":false},"author":2564,"featured_media":261508,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[10004,10003,23113,23114,4652,18262],"class_list":["post-261505","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-jawa-tengah","tag-kota-semarang","tag-lampu-merah-kalibanteng-semarang","tag-persimpangan-lampu-merah-kalibanteng-semarang","tag-semarang","tag-tugu-muda-semarang"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/261505","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2564"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=261505"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/261505\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/261508"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=261505"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=261505"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=261505"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}