{"id":261367,"date":"2024-02-04T13:43:52","date_gmt":"2024-02-04T06:43:52","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=261367"},"modified":"2024-02-04T13:47:48","modified_gmt":"2024-02-04T06:47:48","slug":"motor-honda-stylo-160-baru-tapi-sudah-disinisin-karena-pakai-rangka-esaf","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/motor-honda-stylo-160-baru-tapi-sudah-disinisin-karena-pakai-rangka-esaf\/","title":{"rendered":"Honda Stylo 160: Motor Matik Baru dari Honda tapi Sudah Disinisin karena Pakai Rangka eSAF"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya masih nggak menyangka kalau akhirnya motor Honda Stylo 160 resmi dijual oleh pabrikan. Tepatnya kemarin, Honda Stylo 160 dikenalkan publik yang secara nggak langsung jadi pesaing baru di kelas skutik retro. Dan sah Stylo 160 head to head dengan Yamaha Fazzio dan Grand Filano yang sebelumnya sudah dikenal oleh orang-orang. P<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">adahal sebelumnya saya mengira kalau yang bakal dibawa AHM adalah Honda Giorno yang menurut saya lebih keren dan \u201cawet\u201d desainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan banyak yang bilang, Honda Stylo 160 sebagai Honda Genio yang disuntik steroid.<\/span><\/p>\n<h2><b>Harusnya Honda Giorno<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tanpa detail nyeleneh, saya rasa Honda Giorno + punya visual yang lebih menarik perhatian calon konsumen. Bahkan, banyak yang bilang skutik bernama Giorna lahir atas paduan Vespa dan <a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Lambretta\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Lambretta.<\/a> Sangkaan itu saya rasa nggak begitu mengada-ngada. Coba lihat dari sisi depan, maka, kita akan mendapati lampu membulat dengan cover mirip lampu Lambretta. Di bagian panel depan pun demikian. Memanjang dan clean hanya saja, di Honda Giorno + ada name plat berkelir hitam bertuliskan Honda dengan list berwarna silver yang letaknya persis di bawah head lamp.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan meski bentuk lampu sein agak nggak begitu pas (menurut saya) namun peletakannya yang hampir sejajar dengan spakbor depan bikin tampilan jadi mashok dan tetap enak dilihat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terus menyoal bagian speedometer juga simpel dan fungsional, ya walau banyak yang menyebut pemakaian Speedometer milik Vario ini sebagai minim inovasi sih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedikit beranjak ke bawah stang, ada konsul 2.4 liter dengan USB charger yang sudah berpenutup di sebelah kiri. Sementara kanannya, sudah bercokol keyless khas Honda dengan beragam fungsi tambahan.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Honda Stylo 160 nggak jelek-jelek amat, tapi&#8230;<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oh iya, tangki bahan bakar motor ini berada di bawah leg room. Namun berbeda dengan Grand Filano yang meletakkan bibir tangki pengisian di sebelah kiri, Honda Giorno + beda. Honda tetap memilih bagian kiri atas sebagai konsol fungsional sementara\u00a0 bibir tangki untuk mengisi bahan bakar berada di bawahnya, tepat di tengah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Desain ini membuat ruang bawah jok jadi super lega. Kapasitasnya bisa memuat 30 liter. Ukuran segitu teramat gede jika melihat bodi dari Honda Giorno + tak segede matic-matic berbodi bongsor yang ada di Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terus jika melihat bodi belakang sampai stoplamp memang cukup berisi, namun berkat pemakaian ban berdiameter 12 inci dengan desain velg yang tentu saja fresh membuat proporsinya nggak aneh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya motor Honda Stylo juga nggak jelek-jelek amat, spesifikasi mesin dan fitur pun mirip-mirip dengan Giorno. Namun ada detail bagian yang agak kurang enak di pandang. Seperti desain lampu sein yang terlalu futuristik untuk ukuran motor berkonsep retro. Bahkan, kesannya malah kayak motor murah. Serta ukuran headlamp juga terlampau besar bahkan lebih gede dari Fazzio yang aneh itu.<\/span><\/p>\n<h2><b>Ditambah pakai rangka eSAF<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal lain yang disayangkan dari motor Honda Stylo 160 adalah pemakaian rangka problematik yang sebelumnya viral itu, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/niat-baik-ahm-di-balik-kasus-rangka-esaf-patah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">rangka eSAF<\/a>. Ya meskipun pihak pabrikan sudah memberi garansi rangka lima tahun, tapi hal itu nggak ujug-ujug mengubah stigma bahwa rangka eSAF rapuh kayak kaleng kerupuk. Sebab klaim ganti rangka dan proses perbaikannya nggak mungkin memakan waktu sebentar. Pastinya butuh waktu berbulan-bulan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal dari sisi performa Honda Stylo 160 sudah sangat di atas angin. Dan soal safety, Stylo 160 dibekali disc brake depan belakang namun keunggulan ini malah ketutup karena orang-orang masih mempermasalahkan rangka eSAF yang durabilitasnya agak kurang itu. Honda Stylo 160 pakai rangka eSAF yo rungkad bolo.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Budi<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/honda-revo-at-produk-gagal-yang-jadi-aib-besar-bagi-honda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Honda Revo AT: Produk Gagal yang Jadi Aib Besar bagi Honda<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kenapa kudu eSAF sih&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1041,"featured_media":261410,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12903],"tags":[23098,23097,23096],"class_list":["post-261367","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-otomotif","tag-honda-giorno","tag-honda-stylo-160","tag-rangka-esaf"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/261367","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1041"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=261367"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/261367\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/261410"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=261367"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=261367"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=261367"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}