{"id":260916,"date":"2024-02-02T09:40:42","date_gmt":"2024-02-02T02:40:42","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=260916"},"modified":"2024-02-02T09:38:25","modified_gmt":"2024-02-02T02:38:25","slug":"mitos-mahasiswa-uin-yang-telanjur-dipercaya-banyak-orang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mitos-mahasiswa-uin-yang-telanjur-dipercaya-banyak-orang\/","title":{"rendered":"Mitos Mahasiswa UIN yang Telanjur Dipercaya Banyak Orang"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bisa dibilang, UIN kini \u201cmenguasai\u201d Indonesia. Hampir di setiap provinsi di Indonesia, terdapat kampus UIN. Bahkan, di Jawa Tengah, setahu saya, paling tidak ada 5 UIN. Lima!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun kampus UIN sudah banyak di Indonesia. Namun, masih ada saja mitos terkait mahasiswa UIN yang tumbuh lestari di masyarakat. Parahnya, mitos ini diulang-ulang terus di masyarakat. Sebagai lulusan UIN yang sudah muak mendengar itu, saya merasa punya tanggung jawab moral untuk meluruskannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan untuk kalian yang masih kuliah, udah, jangan dengerin mitos ini dan jangan jawab pertanyaan ini jika ada yang nanya. Pukul aja udah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Becanda oi, jangan serius-serius amat.<\/span><\/p>\n<h2><b>Mahasiswa UIN sekuler dan liberal<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jauh sebelum saya kuliah di UIN, sudah ada desas desus yang mengatakan UIN itu sekuler dan liberal. Anggapan itu muncul gara-gara banyak mahasiswa UIN yang sikapnya tidak sesuai ekspektasi orang-orang terhadap UIN. Ya nggak perlu saya jelaskan lah ya kek mana ekspektasinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kabar ini sampai ke telinga orang tua saya. Bahkan, terdengar ke keluarga besar saya juga. Sampai-sampai saya hampir gagal kuliah di UIN. Maklum saja, mayoritas keluarga saya itu konservatif. Dilempar isu agama sedikit, langsung tersulut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, setelah berkuliah sampai lulus di UIN, saya pastikan UIN nggak sekuler dan liberal. Alasannya sih nggak perlu saya jelaskan, wong udah jelas-jelas nggak. Hanya orang gila yang menganggap mahasiswa UIN tidak berpegang pada agama di kampus. Nguawur.<\/span><\/p>\n<h2><b>Dianggap alim<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain dicap sekuler dan liberal, mahasiswa UIN juga kerap dianggap alim. Bagi saya, anggapan ini agak ganjil. Mengingat, mahasiswa UIN dianggap liberal sekaligus alim di waktu yang bersamaan. Kan kontradiktif yak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terus terang, menurut saya, nggak semua mahasiswa UIN itu alim. Nggak usah jauh-jauh ngomongin orang lain. Saya sendiri saja jauh dari kata alim. Ibadah masih suka tidak tepat waktu. Bahkan, terkadang di akhir waktu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau ada yang bilang sebagian mahasiswa UIN alim, saya baru sepakat. Sebagiannya ya, kayak gitu.<\/span><\/p>\n<h2><b>Isinya para santri<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang betul banyak mahasiswa UIN berlatar belakang santri. Wajar saja, namanya juga kampus Islam. Tentu banyak peminatnya dari sekolah Islam. Macam Madrasah Aliyah (MA), SMA Islam Terpadu (SMAIT) dan pondok pesantren.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, bukan berarti semua mahasiswanya memiliki latar belakang santri ya. Siswa yang nggak punya latar belakang santri atau sekolah Islam tetap boleh masuk, kok. Asal bisa lolos ujian masuk UIN. Dan itu bukan perkara yang sulit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu contoh mahasiswa UIN yang bukan santri adalah saya. Sejak TK, saya belum pernah sekali pun mengenyam pendidikan di sekolah Islam. Baru di tingkat perguruan tinggi, saya berkuliah di UIN.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih payahnya lagi, hanya ada satu pondok yang sering saya kunjungi. Dan itu bukan pondok pesantren. Melainkan pondok makan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ayolah, ketawa, saya sudah berusaha ini sumpah.<\/span><\/p>\n<h2><b>Semua mahasiswa UIN jurusannya agama<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mitos UIN ini yang hidup lama di masyarakat. Bahkan, hidupnya sangat subur. Terlihat dari banyaknya yang percaya mitos ini. Saya sampai meyakini mitos ini bakal dipercaya hingga kiamat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) sangat lekat dengan jurusan agama. Contohnya Pendidikan Agama Islam, Ilmu Al Qur\u2019an dan Tafsir. Tak terkecuali kampus UIN. Sama halnya dengan kampus pendidikan macam <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/selama-gaji-guru-tidak-naik-uny-jadi-pencetak-orang-miskin\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">UNY<\/a> dan UNNES. Yang selamanya nggak akan lepas dari branding kampus keguruan. Sebab, dulu UNY dan <a href=\"https:\/\/unnes.ac.id\/beranda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">UNNES<\/a> itu Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, UIN hari ini sudah bermetamorfosis. Bukan lagi hanya sekadar kampus agama. Melainkan kampus yang lebih universal. Terbukti jurusan di UIN sekarang nggak cuma agama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak jurusan UIN yang lebih umum. Macam Psikologi, Kimia dan Fisika. Bahkan, tak sedikit UIN yang memiliki jurusan Kedokteran. Hayo, mau ngeles gimana?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang namanya mitos, tentu baiknya tidak dijadikan pegangan kebenaran dalam hidup. Tapi ya, anggap aja itu bumbu kehidupan. Nah, mitos tentang mahasiswa UIN tadi ya sama. Baiknya hanya dianggap bumbu, bukan sumber kebenaran. Remuk nalarmu kalau mitos dipegang selayaknya keyakinan, Bolo.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Ahmad Arief Widodo<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/hal-yang-perlu-diketahui-sebelum-memutuskan-kuliah-di-uin\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">5 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Memutuskan Kuliah di UIN, Calon Mahasiswa Wajib Baca biar Nggak Menyesal<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jangan dipercaya, Bolo.<\/p>\n","protected":false},"author":1760,"featured_media":261042,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13089],"tags":[6326,5238,212,3301,23039,5442],"class_list":["post-260916","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-alim","tag-liberal","tag-mitos","tag-santri","tag-sekular","tag-uin"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/260916","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1760"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=260916"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/260916\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/261042"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=260916"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=260916"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=260916"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}