{"id":260473,"date":"2024-01-28T13:31:18","date_gmt":"2024-01-28T06:31:18","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=260473"},"modified":"2024-01-28T13:31:18","modified_gmt":"2024-01-28T06:31:18","slug":"warmindo-dan-coffee-shop-musuh-besar-perpustakaan-24-jam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/warmindo-dan-coffee-shop-musuh-besar-perpustakaan-24-jam\/","title":{"rendered":"Warmindo dan Coffee Shop Musuh Besar untuk Perpustakaan 24 Jam"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akun Instagram <a href=\"http:\/\/mojok.co\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mojok<\/a> baru saja mengunggah sebuah konten yang menggelitik. Jadi, tema dari unggahan tersebut adalah perpustakaan seharusnya buka 24 jam supaya mahasiswa nggak ngabisin duit dengan nugas di warmindo atau coffee shop. Secara pribadi, saya sangat setuju. Namun, tantangannya begitu berat.<\/span><\/p>\n<blockquote class=\"instagram-media\" style=\"background: #FFF; border: 0; border-radius: 3px; box-shadow: 0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width: 540px; min-width: 326px; padding: 0; width: calc(100% - 2px);\" data-instgrm-captioned=\"\" data-instgrm-permalink=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/C2oawldP2ey\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" data-instgrm-version=\"14\">\n<div style=\"padding: 16px;\">\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div style=\"display: flex; flex-direction: row; align-items: center;\">\n<div style=\"background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;\"><\/div>\n<div style=\"display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;\">\n<div style=\"background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;\"><\/div>\n<div style=\"background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;\"><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div style=\"padding: 19% 0;\"><\/div>\n<div style=\"display: block; height: 50px; margin: 0 auto 12px; width: 50px;\"><\/div>\n<div style=\"padding-top: 8px;\">\n<div style=\"color: #3897f0; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: 550; line-height: 18px;\">Lihat postingan ini di Instagram<\/div>\n<\/div>\n<div style=\"padding: 12.5% 0;\"><\/div>\n<div style=\"display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;\">\n<div>\n<div style=\"background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);\"><\/div>\n<div style=\"background-color: #f4f4f4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;\"><\/div>\n<div style=\"background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);\"><\/div>\n<\/div>\n<div style=\"margin-left: 8px;\">\n<div style=\"background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;\"><\/div>\n<div style=\"width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg);\"><\/div>\n<\/div>\n<div style=\"margin-left: auto;\">\n<div style=\"width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);\"><\/div>\n<div style=\"background-color: #f4f4f4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);\"><\/div>\n<div style=\"width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);\"><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div style=\"display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;\">\n<div style=\"background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;\"><\/div>\n<div style=\"background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;\"><\/div>\n<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"color: #c9c8cd; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px; margin-bottom: 0; margin-top: 8px; overflow: hidden; padding: 8px 0 7px; text-align: center; text-overflow: ellipsis; white-space: nowrap;\"><a style=\"color: #c9c8cd; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 17px; text-decoration: none;\" href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/C2oawldP2ey\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sebuah kiriman dibagikan oleh MOJOK (@mojokdotco)<\/a><\/p>\n<\/div>\n<\/blockquote>\n<p><script async src=\"\/\/www.instagram.com\/embed.js\"><\/script><\/p>\n<h2><b>Privilege merasakan perpustakaan yang berkualitas di kampus Sanata Dharma<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perpustakaan kampus adalah salah satu bangunan yang sering saya kunjungi ketika masih kuliah di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/warong-texas-1978-legenda-nasi-rames-jogja-dekat-kampus-sanata-dharma\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sanata Dharma<\/a>. Saya masih ingat betul, saat itu, pengenalan kampus dan perpustakaan dilakukan pada masa <a href=\"https:\/\/www.usd.ac.id\/berita.php?id=4752\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Inisiasi Sanata Dharma<\/a> (Insadha).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kampus lain menyebutnya sebagai ospek, dan mengisinya dengan pameran senioritas dan kekonyolan, tapi tidak dengan Sanata Dharma. Insadha berisi acara-acara bermanfaat, salah satunya mengunjungi perpustakaan pusat di kampus Mrican. Kebetulan, sebelum Insadha digelar, saya sudah sering mengunjungi perpustakaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya langsung jatuh cinta begitu menginjakkan kaki di gedung perpustakaan pusat, terutama di basement, di mana ruang Artati, Verhaar, dan Sartono berada. Kamu bisa menyaksikan dari dekat tulisan di atas daun lontar itu seperti apa. Ada juga beberapa naskah kuna dan orisinal terkait sastra dan sejarah Jawa dan Indonesia pada masa lampau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saking seringnya mampir, saya lantas membayangkan beberapa hal. Pertama, akan sangat menyenangkan kalau di perpustakaan Sanata Dharma ada kantin sendiri. Kedua, ada minuman lain selain air putih, atau setidaknya boleh membawa <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kejadian-yang-sering-ditemukan-di-coffee-shop\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tumbler isi kopi atau teh<\/a>. Ketiga, buka 24 jam. Soal jam buka ini saya sungguh berharap.<\/span><\/p>\n<h2><b>Warmindo dan coffee shop lebih \u201cbersahabat\u201d untuk lembur<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya merasa cukup beruntung sudah merasakan dunia pekerjaan sebelum lulus. Dan, perpustakaan menjadi tempat yang nyaman untuk mengerjakan banyak hal. Misalnya dari nugas, skripsi, hingga memburu deadline. Namun, ada kalanya saya harus menunggu bahan dari tim riset sebelum bisa menulis. Oleh sebab itu, warmindo (dulu disebut burjoan) dan coffee shop lebih bersahabat untuk lembur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namanya warung makan dan minuman, warmindo dan coffee shop unggul jauh dari perpustakaan. Soal pilihan makan dan minum juga beda banget. Memang, kita merancang perpustakaan untuk membaca dan belajar. Makanya, baik bentuk gedung dan aturan menyesuaikan dengan konsep tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh sebab itu, jika saran perpustakaan buka 24 jam, faktor kenyamanan harus menjadi perhatian. Maksud saya nggak cuma nyaman untuk belajar, perpustakaan kudu nyaman juga untuk perut dan kebutuhan lainnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kamu tanya saya, saya akan menjawab bahwa perpustakaan sebaiknya menyiapkan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-fasilitas-penting-di-coffee-shop-yang-sebaiknya-ada\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">smoking room<\/a>. Bagi saya, bekerja sambil minum kopi dan merokok sudah menjadi kondisi ideal. Dan, warmindo dan coffee shop bisa menyediakan kenyamanan itu. Kalau mau membantu mahasiswa, faktor kenyamanan di segala lini wajib dipertimbangkan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Buka 24 jam itu memang banyak tantangan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama, saya kudu menegaskan kalau perpustakaan buka 24 jam itu ide yang menarik. Apalagi tujuannya untuk membantu mahasiswa menghemat pengeluaran mengerjakan tugas di warmindo atau coffee shop. Namun, kedua, pengelola perpustakaan kudu sadar dengan banyaknya tantangan. Saya jelaskan 2 tantangan saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama, kebiasaan manusia ketika mereka bergerombol. Kamu pasti sudah bisa menebak ke mana arah tulisan ini. Iya, manusia itu, kalau sendirian, dia akan lebih cenderung tertib aturan dan lebih bisa bertenggang rasa. Namun, ketika bergerombol, banyak manusia berubah menjadi homo sapiens paling brengsek sepanjang sejarah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita sama-sama tahu kalau kudu menjaga ketenangan di perpustakaan. Nah, gerombolan manusia ini akan menjadi tantangan bagi pengelola perpustakaan. Apakah pengelola bisa menertibkan mahasiswa yang bikin ribut karena mereka bergerombol?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua, masalah kebersihan. Jika perpustakaan buka 24 jam dengan segala fasilitas soal makan dan minum, bukan tidak mungkin akan terjadi chaos. Makan dan minum di dekat buku jelas cuma aksi bikin masalah. Kemungkinan tumpah dan kotor akan berbahaya bagi buku, apalagi yang langka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, apakah pengelola perpustakaan 24 jam siap untuk membuka kantin yang juga 24 jam? Kita sama-sama tahu vending machine dan microwave belum menjadi \u201cbudaya konsumtif\u201d, bahkan di kota besar seperti Jogja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau perpustakaan hanya menyediakan vending machine, ya mending ke warmindo atau coffee shop saja yang \u201ctinggal pesan\u201d. Iya, budaya kita masih \u201cdilayani\u201d, belum \u201cmelayani\u201d bahkan ke diri sendiri.<\/span><\/p>\n<h2><b>Soal harga dan kemampuan belanja mahasiswa<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kenapa ya mahasiswa suka nugas dan mengerjakan skripsi di warmindo atau coffee shop? Selain kemudahan mendapatkan asupan perut, di sana, kamu bisa memilih apa saja sesuai kebutuhan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau duit cekak, ya ke warmindo. Jika punya duit lebih, bisa ke coffee shop. Selain itu, kalau memperdebatkan harga, pasti ada argumen \u201cbukan buat kamu\u201d. Pasar dengan harga tinggi selalu punya pasarnya sendiri. Itulah kenapa coffee shop yang fancy tetap laku. Ya sama dengan beberapa warmindo yang mematok harga di atas warmindo lainnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantas, bagaimana dengan perpustakaan 24 jam? Jika tujuannya adalah membantu keuangan mahasiswa, artinya perpustakaan nggak bisa mematok harga di atas warmindo. Yah, setidaknya sama. Kalau harganya kayak coffee shop, ya malas juga ke perpustakaan. Mending di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-dosa-warung-kopi-yang-nggak-disadari-pemiliknya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">warung kopi<\/a>, bisa sambil merokok, itu kalau saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita juga sama-sama tahu kalau tingkat ekonomi mereka yang berkunjung di perpustakaan itu beda-beda. Buat mereka dompetnya super tipis, nggak mungkin membelanjakan Rp50 ribu per hari untuk \u201cbelajar dan hidup\u201d di perpustakaan. Bagi pengelola, ya kudu bisa menjawab, apakah cost dari perpustakaan 24 jam itu worth it?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah kenapa, warmindo dan coffee shop, dengan segala kemudahannya, menjadi musuh besar bagi perpustakaan 24 jam. Itu kalau menurut saya, ya\u2026.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/warmindo-jauh-lebih-nyaman-ketimbang-coffee-shop\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Alasan Logis dari Fenomena Anak Muda Meninggalkan Coffee Shop dan Beralih ke Warmindo kalau Mau Mengerjakan Skripsi<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Warmindo dan coffee shop, dengan segala kemudahannya, menjadi musuh besar bagi perpustakaan yang buka selama 24 jam. Kudu dipikir beneran. <\/p>\n","protected":false},"author":425,"featured_media":260474,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13089],"tags":[22964,635,22963,6402,22961,22962,20519,236,2945],"class_list":["post-260473","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-cara-mahasiswa-hidup-hemat","tag-coffee-shop","tag-mrican","tag-perpustakaan","tag-perpustakaan-24-jam","tag-perpustakaan-sanata-dharma","tag-sanata-dharma","tag-skripsi","tag-warmindo"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/260473","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/425"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=260473"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/260473\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/260474"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=260473"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=260473"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=260473"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}