{"id":260410,"date":"2024-02-03T09:00:07","date_gmt":"2024-02-03T02:00:07","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=260410"},"modified":"2024-02-03T17:42:09","modified_gmt":"2024-02-03T10:42:09","slug":"jalan-tambak-bendo-jogja-penghubung-3-daerah-bikin-kapok","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jalan-tambak-bendo-jogja-penghubung-3-daerah-bikin-kapok\/","title":{"rendered":"Jalan Tambak-Bendo Jogja, Jalan Kecil Penghubung Jogja, Bantul, Sleman yang Bikin Kapok"},"content":{"rendered":"<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Jalan Tambak-Bendo Jogja, jalan kecil penghubung Jogja, Bantul, dan Sleman yang betul-betul menguji kesabaran.\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kecamatan Tegalrejo, tempat tinggal saya, berjarak tidak sampai 2 km dari <a href=\"https:\/\/mojok.co\/kilas\/memori\/tugu-jogja-simbol-persatuan-raja-dan-rakyatnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tugu Jogja<\/a> yang ikonik itu. Walau jaraknya sangat dekat, banyak orang masih asing dengan daerah ini. Itu mengapa saya sering mengenalkan kecamatan saya ini dengan daerah di Jogja barat yang berbatasan langsung dengan Bantul dan Sleman.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukannya semakin paham, banyak orang yang mendengar penjelasan saya justru terheran-heran. Orang-orang terkejut karena selama ini menyangka bahwa Bantul dan Sleman itu dua daerah yang sangat berjauhan. Sleman identik dengan utara, sementara Bantul identik dengan daerah selatan. Padahal kedua kabupaten ini sebenarnya berbatasan.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Jalan Tambak-Bendo penghubung Jogja, Bantul, Sleman<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, kebetulan sekali, ada satu titik Kotamadya Yogyakarta yang berdekatan dengan dua kabupaten tersebut. Titik itu terletak di <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kecamatan Tegalrejo yang berbatasan langsung dengan <\/span>Kecamatan Kasihan, Bantul dan Kecamatan Gamping, Sleman. Tiga daerah ini dihubungkan oleh satu jalan kampung yang minimalis dari segi ukuran, konstruksi, dan kenyamanan bernama Jalan Tambak-Bendo.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jalan Tambak-Bendo sebenarnya jalur alternatif yang memangkas jarak lumayan signifikan. Daripada harus melewati Jalan Kabupaten atau <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wahana-uji-nyali-tersebut-bernama-jalan-magelang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jalan Magelang<\/a>, biasanya orang-orang lebih memilih lewat sini. Sayangnya, jalan ini betul-betul menguji kesabaran. Panjang jalannya memang hanya sekitar 1-2 km, tapi kondisinya sangat memprihatinkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b style=\"font-size: 1.953em;\">#1 Jalan Tambak-Bendo Jogja cuma muat satu mobil<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jalan-jalan di Jogja memang khas dengan ukurannya yang mini dan nyaris ciut. Jalan rayanya saja sempit, apalagi jalan kampung. Itulah yang terjadi pada Jalan Tambak-Bendo Jogja yang hanya cukup dilewati satu mobil. Kalau ada mobil yang lewat, kendaraan lain harus mengalah dengan mlipir-mlipir ke sisi jalan yang juga sama-sama mepet itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalahnya, di sekitar jalan ini, di sisi <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kasihan-bantul-berbahaya-bodyguard-belum-tentu-berani\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kecamatan Kasihan, Bantul<\/a> ada perumahan yang penghuninya sebagian besar mengendarai mobil. Mereka biasanya juga melewati Jalan Tambak-Bendo untuk memotong waktu tempuh. Tebak apa yang akan terjadi saat mobil ketemu mobil di satu jalan yang sangat sempit. Macet mustahil terhindarkan. Apalagi para pengendara mobil biasanya sama-sama keras kepala dan nggak mau mengalah.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Conblock pecah-pecah dan berlubang<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengingat Jalan Tambak-Bendo ini sebenarnya jalan kampung, tidak heran kalau bahannya sangat sederhana. Bukan aspal mulus seperti di jalan-jalan utama, jalan ini terbuat dari bata beton alias conblock. Awalnya conblock memang sudah cukup untuk mempermudah akses warga daripada mereka harus melewati jalan dari tanah dan kerikil. Namun, setelah sekian tahun, conblock yang selalu bergesekan permukaan ban kendaraan dan kebanjiran ini lama-lama tergerus juga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisinya saat ini conblock sudah saling nggak menyatu satu sama lain, pecah, dan kasar sampai tampak batu serta kerikilnya. Itu mengapa pengendara yang melewati jalan ini wajib hati-hati. Mengendarai kendaraan dalam kecepatan tinggi dengan kondisi ban baru saja diisi angin di Jalan Tambak-Bendo adalah haram. Kalau tidak percaya, coba saja hasilnya badan kalian akan\u00a0 linu sekujur tubuh.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jalan-tambak-bendo-jogja-penghubung-3-daerah-bikin-kapok\/2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em><strong>Baca halaman selanjutnya: Jalan Tambak-Bendo Jogja sering &#8230;<\/strong><\/em><\/a><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h2><b>#3 Jalan Tambak-Bendo Jogja sering kebanjiran<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalah lain yang berkaitan dengan jalan ini selalu muncul saat <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/musim-hujan-musim-pengendara-goblok-tampil\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">musim hujan<\/a> tiba. Tepat di depan SD Negeri Bener, banjir selalu menggenang tiap hujan turun. Ketinggian banjirnya memang nggak sedramatis Jakarta, tapi cukup untuk membuat kesal karena ikut membasahi bagian bawah celana panjang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, titik langganan banjir ini juga berkedudukan sebagai titik macet yang diakibatkan pertemuan dua mobil dari arah yang berlawanan. Rasanya nggak nyaman banget menunggu kemacetan terurai dengan kondisi kaki terendam air banjir.<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Polisi tidur setinggi harapan orang tua<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya polisi tidur di Jalan Tambak-Bendo ini lebih cocok disebut batalyon tidur saking tingginya. Motor-motor seperti <a href=\"https:\/\/mojok.co\/otomojok\/honda-vario-techno-125-tahun-2013-motor-bekas-terbaik-di-kelasnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Honda Vario 125 <\/a>pasti akan kepentok atau tergesek pada bagian bawah, saya salah satu korbannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Titik utama polisi tidur ini terletak di depan Masjid Baiturrahim yang masih termasuk wilayah administratif Kecamatan Kasihan, Bantul. Selain itu, ada pula di Dukuh Mayaan, daerah yang sudah masuk <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Gamping,_Sleman\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kecamatan Gamping, Sleman<\/a>. Dukuh Mayaan ini pun punya banyak sekali \u201ckoleksi\u201d polisi tidur yang lumayan menyebalkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walau bukan jalan utama, Jalan Tambak-Bendo pada kenyataannya menjadi andalan banyak warga. Sangat disayangkann kondisi jalan andalan warga ini berakhir miris. Menurut saya,<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> ada baiknya dinas terkait atau pemerintah memperbaiki kondisi Jalan Tambak-Bendo ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jogja-membosankan-tapi-tak-ada-alternatif-lain\/\"><b>Jogja Itu Membosankan, tapi Saya Nggak Punya Alternatif Kota Wisata Lain<\/b><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jalan Tambak-Bendo Jogja adalah jalan kecil penghubung Jogja, Bantul, dan Sleman. Jalan kecil ini menguji kesabaran siapa saja yang melintas. <\/p>\n","protected":false},"author":1077,"featured_media":261130,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[5766,23047,22998,115,7235,18841],"class_list":["post-260410","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-bantul","tag-jalam-alternatif","tag-jalan-tambak-bendo-jogja","tag-jogja","tag-sleman","tag-tegalrejo"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/260410","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1077"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=260410"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/260410\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/261130"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=260410"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=260410"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=260410"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}