{"id":259937,"date":"2024-01-24T10:55:45","date_gmt":"2024-01-24T03:55:45","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=259937"},"modified":"2024-01-24T14:43:11","modified_gmt":"2024-01-24T07:43:11","slug":"jalur-cangar-pacet-mojokerto-jalur-maut-wisatawan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jalur-cangar-pacet-mojokerto-jalur-maut-wisatawan\/","title":{"rendered":"Jalur Cangar Pacet Mojokerto, Jalur Tengkorak yang Mengantar Wisatawan Berlibur sekaligus Menuju Maut"},"content":{"rendered":"<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Jalur Cangar Pacet Mojokerto akan membawa kalian menuju tempat wisata alam yang menyenangkan. Namun, jalur tersebut menyimpan bahaya tingkat tinggi.<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika mendengar nama \u201cMojokerto\u201d, yang mungkin melekat dalam pikiran kalian pasti sebuah daerah bernama \u201cPacet\u201d. Sebagai orang asli Mojokerto, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/gunung-penanggungan-mojokerto-tidak-cocok-untuk-pemula\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jawa Timur<\/a>, saya maklum. Karena Pacet sebagai kecamatan di Kabupaten Mojokerto ini cukup ikonik dengan wisata alamnya. Apalagi di masa liburan kuliah seperti sekarang ini, Pacet pasti masuk di daftar list liburan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, bagi kalian yang baru pertama kali berencana pergi healing ke Pacet, penting untuk mengetahui beberapa hal. Sebab, di balik keindahan wisata alam di Pacet Mojokerto ini, ada marabahaya yang bisa menimpa kalian kalau sebelumnya nggak mengantisipasinya. Bahaya tersebut bernama Jalur Cangar Pacet Mojokerto.<\/span><\/p>\n<h2><b>Jalur Cangar Pacet Mojokerto yang bisa menyimpan bahaya<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, untuk menuju ke berbagai wisata di Pacet, kalian harus melewati jalur bernama Cangar Pacet. Dan jalur itulah yang bisa membawa marabahaya. Sudah cukup sering jalur itu membawa wisatawan berlibur sekaligus menuju maut. Bahkan, jalur tersebut sudah dikenal oleh warga Mojokerto sebagai <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bukit-patuk-gunungkidul-memanjakan-mata-dan-sumber-derita\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">jalur tengkorak<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penyebabnya adalah kontur jalan yang memang menyeramkan. Ada beberapa titik jalan yang amat curam dan panjang. Banyak pula tikungan tajam di sepanjang jalan menuju beberapa wisata di Pacet. Belum lagi kalau kondisinya pas hujan. Kalian bisa bayangin sendiri betapa menyeramkannya Jalur Cangar Pacet di Mojokerto itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi tenang saja, nggak usah takut berlebihan. Sebagai orang Mojokerto yang cukup sering ke Pacet, berikut saya sebutkan beberapa hal penting yang perlu kalian ketahui sebelum healing ke sana, terutama kalau pakai sepeda motor.<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Cek kondisi kesehatan motor<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yaps, mau kemana saja kalian pergi, mengecek kondisi kesehatan motor adalah hal paling penting. Minimal, mengecek oli, mesin, dan kampas rem. Tiga komponen penting hal itu cukup memengaruhi keselamatan saat berkendara di jalur Cangar Pacet Mojokerto. Jangan karena sudah lihai dan berpengalaman, lalu kalian sok-sokan mengabaikan ketiga hal itu. Pokoknya jangan!<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Jangan pakai sepeda motor yang belum pernah kalian pakai<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang kedua jangan meminjam motor yang belum pernah kalian pakai. Ini tips yang mungkin jarang kalian dengar, dan mungkin terkesan nggak ada kaitannya dengan jalur Cangar Pacet Mojokerto. Kalau anggapan saya benar, berarti kalian harus bersyukur karena sudah membaca artikel ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, maksud dari tips ini adalah supaya meminimalisir potensi musibah saat berkendara di jalur Cangar Pacet. Kok bisa? Karena ketika sebuah motor sudah pernah kalian pakai, otomatis kalian sedikit banyak sudah paham karakteristik motor tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karakteristik yang dimaksud setidaknya meliputi intensitas saat mengoperasikan stir, seberapa kuat saat menarik gas, sampai seberapa pekat <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nmax-motor-elit-kampas-rem-belakang-bener-bener-sulit\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">cakram rem<\/a> saat ditarik. Semua itu bisa meminimalisir potensi kalian mendapat musibah saat berkendara di jalur Cangar Pacet Mojokerto.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Pakai teknik mengerem lepas tarik saat turun<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terjadinya musibah di jalur Cangar Pacet Mojokerto ini biasanya saat turun. Kebanyakan pengendara motor di sana, terutama yang motornya matik memaksa turun dengan menarik rem secara konstan. Padahal, hal itu amat berbahaya karena bikin rem jadi terbakar atau blong.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka, kalian yang mau ke sana, jangan terburu-buru dan jangan bikin rem kalian menderita. Saran saya pakailah teknik mengerem lepas tarik saat turun dari jalur Cangar Pacet. Supaya kemungkinan rem terbakar atau blong itu nggak akan terjadi.<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Cek kampas rem secara berkala saat turun di jalur Cangar Pacet Mojokerto<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jalur Cangar Pacet Mojokerto ini cukup panjang, sekitar 12 kilometer. Jadi, selain memakai teknik lepas tarik rem, kalian perlu mengecek kampas rem secara berkala. Atau, setelah turun selama 10 menit, istirahatkan motor kalian setidaknya selama 10-15 menit. Kalian bisa memanfaatkan beberapa rest area di sepanjang jalur untuk mendinginkan rem.<\/span><\/p>\n<h2><b>#5 Jangan panik ketika rem blong!<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang terakhir, <a href=\"https:\/\/www.gridoto.com\/read\/223380797\/rem-motor-matic-rawan-blong-di-turunan-panjang-ini-tips-dari-ahli-safety-riding-biar-enggak-celaka\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kalau misalnya rem kalian terpaksa (amit-amit) blong, sebisa mungkin jangan panik<\/a>. Lalu, kalian harus masuk ke 2 jalur penyelamat yang ada di tikungan Gotekan Pacet, dan sekitar 100 meter di atasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di jalur penyelamat itu ada semacam tumpukan karung berisi bahan empuk yang menahan kalian agar nggak sampai terjun ke jurang. Selain itu, tumpukan karung itu juga meminimalisir fatalitas benturan akibat rem blong. Nggak usah khawatir nggak tahu spot jalur penyelamat tersebut. Karena dekat jalur penyelamat biasanya sudah ada relawan yang siap siaga memberi instruksi untuk kalian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah tadi hal-hal penting yang perlu kalian ketahui sebelum ke Pacet, Mojokerto. Semoga tulisan saya ini bermanfaat untuk kalian. Saya sih memang manusia biasa. Tapi setidaknya, dengan beberapa hal yang sudah saya sebutkan tadi, bisa mencegah agar kalian nggak menjadi wisatawan Pacet yang pulang hanya tinggal nama. Amin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Achmad Fauzan Syaikhoni<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/rekomendasi-tempat-wisata-mojokerto-indah-namun-berbahaya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Rekomendasi 5 Tempat Wisata di Mojokerto yang Menawarkan Keindahan Alam namun Wajib Diwaspadai<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jalur Cangar Pacet Mojokerto membawa pelancong ke lokasi wisata alam yang menyenangkan. Namun, jalur itu menyimpan bahaya tingkat tinggi.<\/p>\n","protected":false},"author":2221,"featured_media":259969,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[22909,22907,22906,2501,5532,22908,22910],"class_list":["post-259937","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-bahaya-di-mojokerto","tag-jalur-cangar-pacet","tag-jalur-cangar-pacet-mojokerto","tag-jawa-timur","tag-mojokerto","tag-pacet-mojokerto","tag-tips-wisata-di-pacet"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/259937","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2221"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=259937"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/259937\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/259969"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=259937"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=259937"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=259937"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}