{"id":259833,"date":"2024-01-23T13:30:30","date_gmt":"2024-01-23T06:30:30","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=259833"},"modified":"2024-01-23T13:17:36","modified_gmt":"2024-01-23T06:17:36","slug":"mahasiswa-jurusan-arkeologi-bawa-barang-barang-agak-lain-ini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mahasiswa-jurusan-arkeologi-bawa-barang-barang-agak-lain-ini\/","title":{"rendered":"7 Barang \u201cAgak Lain\u201d yang Sering Dibawa Mahasiswa Jurusan Arkeologi"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya punya beberapa kawan yang kuliah di jurusan Arkeologi. Kalau kalian pernah menonton film \u201cIndiana Jones\u201d, kawan-kawan saya ini mirip dengan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">karakter yang ada dalam film tersebut.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Cara mereka berpakaian khas, apalagi kalau mau penelitian lapangan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain penampilan yang khas, mahasiswa jurusan Arkeologi juga identik membawa barang-barang yang &#8220;agak lain&#8221; dibandingkan mahasiswa jurusan lainnya. Untuk keperluan kuliah, mereka biasa membawa sekop kecil hingga kaca pembesar. Terutama ketika turun lapangan, peralatan yang dibawa semakin bermacam-macam dan asing bagi mahasiswa jurusan lain. Sejauh pengamatan saya<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, berikut beberapa barang yang biasa dibawa mahasiswa jurusan Arkeologi:<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Topi arkeologi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mahasiswa arkeologi biasanya menggunakan topi bulat yang khas. Bagi mahasiswa arkeologi, topi ini berfungsi untuk melindungi kepala dari panas terik matahari ketika di lapangan. Topi semacam ini juga biasa dipakai oleh mahasiswa pecinta alam atau pendaki.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya topi bukan ciri utama sih, banyak juga mahasiswa jurusan Arkeologi yang nggak pakai topi ketika di lapangan. Hanya saja sejauh pengalaman kawan saya, mengenakan topi jauh akan membantu karena kondisi tidak terduga sering terjadi di lapanga, Mulai dari serangga, matahari yang terik, gerimis, dan masih banyak lagi.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Skala<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kalian melihat mahasiswa yang ke mana-mana membawa tongkat berwarna putih, kemungkinan besar mereka dari jurusan Arkeologi. Tongkat yang dibawa itu bernama skala. Skala adalah benda panjang, baik kayu maupun paralon, yang dicat hitam putih dengan ukuran tertentu. Fungsi skala tak jauh beda dari <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/cara-bapak-saya-ajari-anak-perempuannya-mahir-membaca-peta\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">skala pada peta<\/a>, yakni memahami ukuran relatif.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara penggunaannya, skala diletakkan di samping objek temuan ketika pengambilan gambar. Keberadaan skala memudahkan seseorang untuk membayangkan seberapa besar ukuran objek melalui hasil foto. Jadi, mereka tidak perlu jauh-jauh ke lapangan untuk mengetahui ukuran sebenarnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Kaca pembesar<\/b><\/h2>\n<p>Kaca pembesar tidak hanya identik pada detektif, mahasiswa jurusan Arkeologi juga sering menggunakan alat yang satu ini. <span style=\"font-weight: 400;\">Jangan salah, kerja-kerja arkeolog juga tak luput dari melihat objek kecil lho. <\/span>Kaca pembesar digunakan untuk meneliti aksara yang terpatri dalam<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Prasasti\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> prasasti,<\/a> mengingat kondisi prasasti yang biasanya tidak begitu baik memerlukan ketajaman pengamatan.<\/p>\n<h2><b>#4 Senter<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Senter sangat berguna bagi mahasiswa jurusan arkeologi. Bukan sebagai penerang jalan, senter digunakan sebagai penerang untuk membaca objek. Sebuah prasasti yang terbuat dari batu biasanya akan lebih sulit dibaca ketika penerangannya kurang. Senter dibutuhkan untuk membantu penerangan agar terpusat pada objek yang akan diteliti. Bahkan tidak tanggung-tanggung, senter yang dibawa kadang senter dengan penerangan yang lebih tinggi dari lampu biasa lho.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#5 Rol meter<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rol meter yang identik dengan tukang bangunan ini ternyata menjadi barang wajib mahasiswa jurusan Arkeologi. Ketika observasi, mahasiswa arkeologi ternyata perlu banyak mengukur objek yang diteliti. Observasi di ranah arkeologi memang perlu mendapatkan informasi yang cukup lengkap, meliputi ukuran, detail, arsitektur, indikasi-indikasi perubahan pada objek. Informasi itu nantinya dicantumkan sebagai deskripsi objek.<\/span><\/p>\n<h2><b>#6 Kamera<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kamera-dslr-pernah-jadi-senjata-andalan-untuk-pikat-gebetan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kamera<\/a> berfungsi untuk alat dokumentasi agar mahasiswa tidak perlu bolak-balik ke lokasi untuk mengamati objek. Cukup dengan melihat hasil foto yang ada, sebuah objek bisa dianalisis. Kegiatan itu tentunya membutuhkan dokumentasi dengan kualitas gambar yang bagus.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya, mahasiswa juga bisa menggunakan kamera gadget untuk mengambil gambar. Hanya saja, kualitas gambar melalui gadget biasanya tidak sebaik kamera. Itu mengapa membawa kamera lebih disarankan. Apalagi, memotret objek peninggalan ternyata tidak sembarangan. Ada teknis-teknis yang harus dilakukan agar objek mudah untuk dibaca melalui foto, seperti sudut pengambilan gambar, pencahayaan, dan masih banyak lagi.<\/span><\/p>\n<h2><b>#7 Sekop kecil<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kuliah sambil membawa sekop kecil mungkin tidak pernah terpikirkan oleh mahasiswa jurusan lain. Sekop kecil berfungsi untuk menggali objek-objek yang diduga peninggalan zaman lalu. Objek-objek semacam ini biasanya tertimbun tanah pada kedalaman tertentu.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, di atas beberapa barang yang sering kawan-kawan jurusan Arkeologi bawa ketika kuliah, terutama ketika <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/skripsi-jurusan-sosiologi-untuk-mahasiswa-yang-introvert\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">turun lapangan<\/a>. Menarik bukan? Sangat berbeda dengan mahasiswa jurusan lain yang mayoritas membawa alat tulis dan laptop saja. Kalau di jurusan kalian, barang \u201cagak lain\u201d apa yang biasa dibawa ketika kuliah?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Mohammad Sirojul Akbar<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jurusan-kuliah-baru-mudah-masuknya-susah-lulusnya\/\"><b>Menyesal Memilih Jurusan Kuliah Baru Buka: Mudah Masuknya, Susah Lulusnya!<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mahasiswa jurusan Arkeologi sering membawa barang-barang &#8220;agak lain&#8221; untuk keperluan kuliah, mulai dari rol meter hingga skop kecil.<\/p>\n","protected":false},"author":1736,"featured_media":259849,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13089],"tags":[7629,22887,921,436,22889,22888],"class_list":["post-259833","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-arkeologi","tag-jurusan-arkeologi","tag-kampus","tag-kuliah","tag-kuliah-lapangan","tag-mahasiswa-arkeologi"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/259833","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1736"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=259833"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/259833\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/259849"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=259833"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=259833"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=259833"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}