{"id":259752,"date":"2024-01-23T10:32:24","date_gmt":"2024-01-23T03:32:24","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=259752"},"modified":"2024-01-23T10:32:24","modified_gmt":"2024-01-23T03:32:24","slug":"krisis-etika-di-krl-jogja-solo-stasiun-palur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/krisis-etika-di-krl-jogja-solo-stasiun-palur\/","title":{"rendered":"Krisis Etika di KRL Jogja Solo Relasi Stasiun Palur: Ketika Gen Z Tidak Paham Kursi Prioritas dan Berani \u201cMelawan\u201d Petugas"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Entah apa yang salah dengan sikap <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Generasi_Z\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Gen Z<\/a> yang mendapatkan predikat \u201ctech-savvy\u201d. Ada sesuatu yang mengganjal, yang sangat ingin saya pertanyakan di sini. Apakah Gen Z ini mengalami krisis etika di tengah era digitalisasi yang segalanya serba instan? Kebetulan saya mengalami kejadian ini di KRL Jogja Solo relasi Stasiun Palur kira-kira seminggu yang lalu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi yang jarang naik KRL Jogja Solo relasi Stasiun Palur, apa yang langsung muncul di benak kalian? Apakah kalian membayangkan kondisi KRL cukup longgar dan bisa duduk dengan tenang? Tentu tidak. Kira-kira hampir mirip dengan situasi KRL di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/8-salah-paham-yang-kerap-terjadi-terkait-jabodetabek\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jabodetabek<\/a>. Bedanya hanya di jumlah penumpang yang lebih sedikit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kala itu, saya naik dari Stasiun Brambanan (Prambanan) dan sengaja memilih 3 gerbong paling belakang sesuai rekomendasi petugas KRL. Harapan saya adalah mendapatkan kursi prioritas karena saya membawa 2 balita usia 2 dan 4 tahun.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Sikap tak peduli di KRL Jogja Solo relasi Stasiun Palur<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat naik, saya mendapati gerbong sudah cukup padat. Segerombolan anak muda, yang saya duga adalah rombongan anak-anak dari SMP di Kota Solo, tengah duduk di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/andai-deskripsi-audio-buat-difabel-netra-ada-dalam-kereta\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kursi prioritas<\/a>. Mereka sibuk scrolling gadget tanpa peduli sekitar. Mereka diam saja ketika melihat saya membawa 2 balita.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dua sisi kursi prioritas di gerbong KRL Jogja Solo relasi Stasiun Palur itu penuh oleh anak SMP. Saat itu, saya melihat ada 2 orang guru yang mendampingi mereka. Kira-kira setelah hampir 1 menit lebih saya berdiri, salah satu murid SMP tersebut berkata dalam Bahasa Jawa yang artinya \u201cAyo, pada ngalah.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya cuma begitu, kedua guru itu cuma menegur saja, tapi tidak berusaha segera mengarahkan muridnya untuk sigap menawarkan kursi pada yang berhak. Akhirnya, 2 murid laki-laki dari rombongan tersebut berdiri dan saya bisa duduk.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Berani \u201cmelawan\u201d petugas<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu adalah kejadian pertama, masih ada 1 kejadian lagi yang membuat saya terheran-heran. Jadi, salah 1 dari anak laki-laki yang memberikan saya kesempatan duduk di kursi prioritas kedapatan duduk di lantai KRL Jogja Solo relasi <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/stasiun-palur-karanganyar-dan-fasilirasnya-yang-mengecewakan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Stasiun Palur<\/a> oleh petugas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin dia tetap mau duduk setelah memberikan kursi atau memang dia cukup lelah. Melihat ada penumpang KRL yang duduk di lantai, sesuai SOP yang berlaku, petugas menegur anak tersebut. Intinya, petugas meminta si anak muda itu berdiri. Namun, si anak diam saja. Saya bisa mendengar dengan jelas suara petugas KRL karena suaranya terdengar cukup keras.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Petugas sempat beberapa kali meminta si anak berdiri. Namun, si anak tetap diam saja. Hasilnya, petugas KRL emosi dan mengancam akan menurunkan si anak muda itu di stasiun terdekat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhirnya, si anak muda tersebut berdiri juga. Dan yang saya heran, 2 guru pendamping tidak mengambil sikap dan hanya diam. Mulai dari ketika saya berdiri membawa 2 anak hingga kejadian muridnya ditegur petugas, mereka diam saja.<\/span><\/p>\n<h2><b>Sikap anak muda yang bikin saya heran<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sini ada 2 hal yang ingin saya soroti. Pertama, sikap anak muda di KRL Jogja Solo relasi Stasiun Palur yang dengan santai duduk di kursi prioritas ketika ada penumpang lain yang lebih berhak. Kedua, sikap 2 guru pendamping yang sangat pasif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut hemat saya, dalam situasi seperti ini, seharusnya 2 guru pendamping di KRL tersebut mengambil sikap sesuai tugas dan tanggung jawab mereka sebagai pengawas dan pendidik. Misalnya dengan memberikan pemahaman tentang pentingnya menghormati kursi prioritas. Dua guru itu sudah gagal mengajarkan etika sosial dan nilai-nilai kesopanan dalam menggunakan fasilitas umum.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, dari sisi para <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-alasan-jadi-anggota-osis-di-smp-lebih-baik-daripada-sma\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">siswa SMP<\/a>, mereka seharusnya sudah mampu memahami etika menggunakan transportasi umum. Termasuk memberikan prioritas kepada yang membutuhkan. Selain itu, mereka juga seharusnya paham dengan aturan naik KRL Jogja Solo relasi Stasiun Palur di mana penumpang tidak boleh duduk di lantai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seluruh penumpang KRL, tak terkecuali anak-anak, seharusnya menghormati otoritas, termasuk petugas KRL. Mengikuti perintah dan aturan yang berlaku adalah wujud ketaatan dan tanggung jawab sebagai warga masyarakat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Lita Kurnia<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/krl-jogja-solo-karanganyar-jogja-banyak-masalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">KRL Jogja Solo, dari Karanganyar ke Stasiun Tugu, Menyimpan Banyak Masalah dan Ini Bukan Pekerjaan Rumah bagi PT KAI Saja!<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lagi dan lagi, terjadi pertunjukkan tanpa etika oleh Gen Z di atas gerbong KRL Jogja Solo relasi Stasiun Palur. Ada apa dengan generasi ini?<\/p>\n","protected":false},"author":2547,"featured_media":259815,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[4448,115,521,10877,2284,21664],"class_list":["post-259752","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-gen-z","tag-jogja","tag-krl","tag-krl-jogja-solo","tag-solo","tag-stasiun-palur"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/259752","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2547"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=259752"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/259752\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/259815"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=259752"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=259752"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=259752"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}