{"id":259689,"date":"2024-01-22T16:47:19","date_gmt":"2024-01-22T09:47:19","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=259689"},"modified":"2024-01-22T16:47:19","modified_gmt":"2024-01-22T09:47:19","slug":"italia-negara-paling-munafik-dan-rasis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/italia-negara-paling-munafik-dan-rasis\/","title":{"rendered":"Italia dan Ironinya: Marah Melihat Pizza Pakai Nanas, tapi Enteng Betul Bertindak Rasis"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya menyebut Italia adalah ironi berjalan. Mereka tidak terima saat ada orang mematahkan spaghetti, tapi mereka dengan mudah meneriaki ras lain dengan sebutan monyet. Yak, betul, masalah klasik Negeri Pizza kembali terulang, yaitu ujaran rasis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertandingan Liga Italia antara Udinese vs AC Milan yang di gelar di Stadion Udine, Italia Sabtu kemarin (21\/1), sempat terhenti di babak pertama karena ada nyayian berbau rasis dari pendukung Udinese. Penjaga gawang Milan, Mike Maignan yang berkulit hitam keluar lapangan setelah jadi sasaran rasis tersebut. Setelah timnya unggul 1-0, ia memberi isyarat kepeda rekan setimnya untuk berhenti bermain. Lalu berjalan ke arah wasit memberi tahu ada nyanyian rasis \u2018monyet\u2019 selama pertandingan. Mike lalu melepas sarung tangannya dan berjalan ke terowongan keluar lapangan. Pertandingan ini kemudian dilanjutkan setelah lima menit diskors. Di akhir pertandingan, I Rossoneri menang dengan skor 3-2.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak media sepak bola internasional memberitakan kejadian ini dengan headline \u201crasisme kembali terulang di Italia\u201d atau \u201csepak bola Italia kembali berulah\u201d. Ya, ini bukan kasus yang sekali atau dua kali terjadi. Barangkali sudah ratusan kali. Bahkan di orang yang sama sudah terjadi berkali-kali. Kita ingat bagaimana Mario Balotelli mendapat ejekan rasis hingga kesal dan menendang bola ke arah penonton yang mengejeknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Super Mario juga pernah sampai menangis di bangku cadangan usai mendapat perlakuan rasis saat masih main di AC Milan. Dan ada banyak lagi pemain utamanya yang berkulit hitam yang mendapat perilaku rasis berulang kali di Italia.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Kampanye antirasis di Italia yang justru melanggengkan rasisme<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Betapa buruknya rasisme di sepak bola Italia mungkin juga bisa dilihat dari kampanye antirasis mereka, kalau nggak salah, pada 2019. Liga Italia mengusung kampanye antirasis menyusul sikap rasis suporter yang mengolok-olok pemain kulit hitam dengan sebutan monyet dan melempari dengan pisang. Tapi disayangkan kampanye tersebut malah menggunakan lukisan simpanse.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sungguh di luar nalar. Ini malah memperjelas aksi rasisnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kampanye ini malah kontaproduktif dan melanggengkan sikap merendahkan orang-orang keturunan Afrika dengan menyamakannya dengan hewan-hewan primate semacam itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sungguh memilukan memang. Di saat orang-orang Italia merasa marah saat ada orang yang mematahkan spaghetti, atau memberi nanas dan saos botolan di atas pizza, tapi nyatanya perilaku mereka terhadap orang yeng berbeda ras sangatlah buruk. Mengatasnamakan identitas tanah air di makanan mereka, tapi suka mengatai identitas yang berbeda dengan sebutan yang keji. Sungguh nggak masuk di logika.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi ini bukan yang paling lucu. Yang lebih lucu adalah, orang Italia kerap cari kambing hitam perkara ini. Banyak orang menganggap bahwa nggak ada rasisme di sana, itu hanya ulah suporter Hellas dan Chievo Verona. Semua gara-gara sejarah mereka yang dekat dengan fasisme.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, masalah rasisme tak hanya terjadi saat tim Verona bertanding saja. Sebagai contoh ya Udinese tadi. Kon ngaca a?<\/span><\/p>\n<h2><strong>Mussolini aja dianggap nggak jahat, berharap apa kon?<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat sebagian besar negara serius memerangi rasisme, Italia tetap menganggap masalah rasisme ini sebagi masalah yang sepele. Bagi mereka, rasisme bukan ujaran penghinaan tapi hanya sebuah candaan dan guyonan. Entah apa pun alasannya, tetap saja rasisme salah dan harus disudahi. Gini aja nggak paham ja?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, ya nggak begitu kaget sih dengan kentalnya rasisme di Italia. Maksudnya, lihat tuh, cucu Mussolini aja masuk pemerintahan. Iya, <a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Benito_Mussolini\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mussolini<\/a> yang fasis, yang jadi kawan Hitler. Gimana ya, kalau ada pejabat yang bilang Mussolini itu nggak buruk, berharap apa klean?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rasisme betul-betul bukanlah hal yang lucu untuk dijadikan lelucon. Semoga kasus yang menimpa Maignan ini adalah yang terakhir. Walaupun cukup pesemis juga selama budaya dan kelakuan orang Italia masih bebal dengan kesadaran rasial.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Rizqian Syah Ultsani<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/uefa-gercep-perkara-duit-lambat-perkara-rasisme\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">UEFA: Gercep Perkara Duit, Lambat Perkara Rasisme<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kon pekok a?<\/p>\n","protected":false},"author":2509,"featured_media":259754,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13086],"tags":[1423,2576,22869,2637,22868],"class_list":["post-259689","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-luar-negeri","tag-fasisme","tag-italia","tag-mussolini","tag-rasisme","tag-verona"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/259689","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2509"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=259689"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/259689\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/259754"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=259689"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=259689"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=259689"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}