{"id":259659,"date":"2024-01-22T11:12:55","date_gmt":"2024-01-22T04:12:55","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=259659"},"modified":"2024-01-22T11:12:55","modified_gmt":"2024-01-22T04:12:55","slug":"alun-alun-temanggung-adalah-kuburan-di-tengah-kota","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alun-alun-temanggung-adalah-kuburan-di-tengah-kota\/","title":{"rendered":"Alun-Alun Temanggung Semakin Menyedihkan, Sekarang seperti Kuburan di Tengah Kota"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dulu, Alun-Alun Temanggung adalah tempat yang sangat cocok untuk nongkrong, menjadi spot kencan yang syahdu, bisa menjadi tempat anak-anak, titik COD, dan lain sebagainya. Makanya, kawasan itu selalu ramai dari pagi sampai malam. Tapi itu dulu. Faktanya, semenjak renovasi pada 2018 yang lalu, lokasi itu jadi sepi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut berbagai sumber yang saya baca, renovasi alun-alun itu bertujuan untuk mengurangi kemacetan. Maklum, dulu, setiap sisi alun-alun pasti macet ketika masyarakat Temanggung ramai mengunjungi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pendek kata, renovasi alun-alun itu ingin membuat arus lalu lintas menjadi lancar. Maksudnya memang baik. Apalagi saya cukup kagum sewaktu Alun-Alun Temanggung disertai kata-kata \u201cKOTA TEMBAKAU\u201d dan \u201cTEMANGGUNG BERSENYUM\u201d. Tapi saya kira itu hanya fisiknya saja. Soal ruhnya, tidak ada!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sungguh sangat sayang, karena renovasi membuat Alun-Alun Temanggung berubah menjadi seperti kuburan di tengah kota. Anak-anak muda Temanggung malah memilih nongkrong di samping rumah dinas Bupati (Pendopo Pengayoman) dan depan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-alasan-saya-betah-jadi-nasabah-bank-bca\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bank BCA<\/a> yang lokasinya tidak jauh dari alun-alun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh sebab itu, kalau boleh menilai, Pemerintah Temanggung telah gagal membuat public space menjadi lebih menarik bagi publik. Udah gagal, makan biaya yang banyak lagi. Kabarnya, biaya renovasi alun-alun mencapai Rp12 miliar dengan APBD 2017.<\/span><\/p>\n<h2><b>Alasan alun-alun Temanggung menjadi sepi semenjak renovasi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau dipikir-pikir, ada beberapa faktor yang menyebabkan Alun-Alun Temanggung jadi seperti kuburan di tengah kota. Sepi. Gelap. Seolah tidak ada kehidupan di sana.<\/span><\/p>\n<p><b>Faktor pertama<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah renovasi membuat alun-alun jadi terlalu tinggi. Padahal, awalnya, tempat itu tidak terlalu tinggi. Saya sendiri masih ingat dulu sebelum direnovasi, saya masih bisa naik ke alun-alun.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbeda dengan sekarang yang harus mencari tangga dulu yang ada di beberapa sudut. Pendek kata, desain alun-alun Temanggung semenjak direnovasi seperti justru menarik jarak dengan masyarakat.<\/span><\/p>\n<p><b>Kedua<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, kebijakan pemerintah memindahkan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/anak-magang-atau-pkl-bukan-babu-dan-betapa-bahayanya-menormalisasi-itu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">PKL<\/a> ke samping pendopo. Memang, pendopo dan alun-alun itu berdampingan. Tapi tetap saja, tidak adanya PKL di alun-alun membuat masyarakat malas ke situ. Bahkan saya turut mendapat kabar beberapa PKL yang awalnya di alun-alun setelah dipindahkan omzet mereka justru mengalami penurunan.<\/span><\/p>\n<p><b>Ketiga<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, Pemerintah Temanggung seperti nggak serius mengurus alun-alun. Maksudnya mengurus di sini adalah mereka tidak menginiasi dengan membuat acara atau hiburan yang bisa menarik perhatian masyarakat. Ya masak alun-alun hanya digunakan untuk tempat upacara saja. Sungguh membosankan!<\/span><\/p>\n<h2><b>Tidak bisa tidak, kembalikan alun-alun seperti dulu!<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena itu, alangkah lebih baiknya ketika pemerintah mengembalikan \u201cmarwah\u201d alun-alun seperti sedia kala. Tapi saya mengusulkan saran itu bukan lantas mengembalikan alun-alun dan membongkarnya seperti awal. Sia-sia dong anggaran 12 miliar itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maksudnya di sini adalah Pemerintah Temanggung, entah melalui siapa harus memikirkan bagaimana alun-alun agar bisa menarik dikunjungi lagi. Entah membuat acara, menambah lampu penerangan, atau yang lain sebagainya. Sehingga membuat tempat itu kembali ramai. Saya yakin banyak juga yang sependapat dengan saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada intinya, alun-alun harus dibuat ramai kembali. Karena tempat itu kan menjadi ikon atau representasi suatu kota. Kalau alun-alun saja sepi, bagaimana kesan masyarakat lokal dan luar Temanggung tentang kota yang dijuluki sebagai \u201c<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kabupaten_Temanggung\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Negeri Tembakau<\/a>\u201d?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Khoirul Atfifudin<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kapan-temanggung-punya-festival-musik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kapan Temanggung Punya Festival Musik?<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebuah perubahan yang sangat disayangkan terjadi. Alun-Alun Temanggung, kini, berubah seperti kuburan di tengah kota. Payah, menyedihkan!<\/p>\n","protected":false},"author":1959,"featured_media":259664,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","footnotes":"","_members_access_role":[],"_members_access_error":""},"categories":[13087],"tags":[20134,10004,22855,20137,20136,14749],"class_list":["post-259659","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-alun-alun-temanggung","tag-jawa-tengah","tag-kabupaten-temanggung","tag-kota-kretek","tag-kota-tembakau","tag-temanggung"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/259659","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1959"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=259659"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/259659\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/259664"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=259659"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=259659"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=259659"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}