{"id":259649,"date":"2024-01-22T10:45:33","date_gmt":"2024-01-22T03:45:33","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=259649"},"modified":"2024-01-25T09:40:03","modified_gmt":"2024-01-25T02:40:03","slug":"serial-netflix-yang-bikin-saya-menyesal-telah-menontonnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/serial-netflix-yang-bikin-saya-menyesal-telah-menontonnya\/","title":{"rendered":"7 Serial Netflix yang Bikin Saya Menyesal Telah Menontonnya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/film\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">menonton film<\/a> atau serial televisi, kita sering kali berekspektasi, apalagi kalau konten promosinya\u2014poster, trailer, sinopsis, dan sebagainya\u2014terlihat menjanjikan. Akan tetapi tak jarang kita dibuat menyesal dan kecewa karena tontonan yang tidak sesuai ekspektasi. Nah, berikut adalah 7 serial Netflix yang bikin saya menyesal telah menontonnya.<\/span><\/p>\n<h2><strong>#1 <em>Love Alarm<\/em>, serial Netflix yang terjebak dalam cerita cinta klise\u00a0<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Serial Netflix <em>Love Alarm<\/em> sebetulnya menawarkan premis cerita yang menarik dan tidak biasa seperti serial romantis remaja Korea lainnya. <em>Love Alarm<\/em> menggambarkan dunia percintaan ketika ada sebuah aplikasi yang bisa mendeteksi perasaan cinta manusia. Menarik, kan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi alih-alih mengeksplorasi premis tersebut menjadi cerita yang unik, serial satu ini malah terjebak dalam keklisean kisah cinta miskin-kaya. Ditambah lagi ada beberapa adegan yang meromantisasi ciuman tanpa consent, dan itu sangat mengganggu kenyamanan saya. Padahal sebelum serial ini dirilis, saya sudah menanti dengan harapan mendapatkan cerita yang fresh dan menggugah. Tapi nyatanya, serial yang dibintangi Kim So Hyun, Jung Ga Ram, dan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tokoh-park-jae-uhn-di-drakor-nevertheless-layak-dapat-gelar-buaya-tingkat-dewa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Song Kang<\/a> ini sangat mengecewakan.<\/span><\/p>\n<div class=\"jeg_video_container jeg_video_content\"><iframe title=\"Love Alarm | Official Trailer | Netflix\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/8sXTfzaLmiQ?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<h2><strong>#2 <em>Emily in Paris<\/em> bikin banyak penonton lainnya menyesal<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau serial Netflix yang satu ini, mungkin bukan cuma saya yang menyesal telah menontonnya. Kamu bisa mengecek banyak ulasan di IMDB, Rotten Tomatoes, dan platform kritik film lainnya, yang mengkritik keras\u2014bahkan beberapa mengecap serial ini sampah\u2014dengan berbagai alasan dan pertimbangannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi orang <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/hal-yang-wajib-diketahui-sebelum-mengunjungi-prancis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Prancis,<\/a> tentu saja hal yang paling membuat mereka menyesal telah menonton serial ini adalah bagaimana kreatornya menggambarkan orang-orang Prancis secara stereotypical. Sebagian dari kritikus menganggap bagian ini sangat ofensif dan miskin riset. Padahal judulnya saja sudah menggunakan nama Paris, tapi isinya justru pandangan arogan orang Amerika. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, saya menyesal telah nonton serial Netflix satu ini karena cerita yang membosankan dan terkadang terasa cringey. Masalah utamanya memang ada pada penulisan naskahnya.<\/span><\/p>\n<div class=\"jeg_video_container jeg_video_content\"><iframe title=\"Emily in Paris | Official Trailer | Netflix\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/lptctjAT-Mk?start=2&#038;feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<h2><strong>#3 Terlalu muluk-muluk nggak sih kalau berharap <em>Money Heist: Korea \u2013 Joint Economic Area\u00a0<\/em>jadi serial &#8220;baru&#8221;?<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk sebuah serial remake, <em>Money Heist Korea<\/em> ini sebetulnya tidak buruk-buruk amat. Tapi yang bikin saya menyesal telah menontonnya adalah ceritanya terlalu plek-plekan mirip dengan sumber aslinya. Padahal saya mengira serial Netflix satu ini akan dibuat lebih keren. Meskipun <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/selain-money-heist-korea-ini-5-film-dan-k-drama-yang-dibintangi-jeon-jong-seo\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>Money Heist Korea<\/em><\/a> berusaha menceritakannya dengan cara yang lebih \u201cKorea\u201d, tapi porsinya tidak cukup untuk membuat serial ini jadi \u201cbaru\u201d karena secara storyline sangat mirip dengan versi aslinya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ah, tapi mungkin saya saja kali ya yang mintanya muluk-muluk. Kalau menurut kamu gimana?<\/span><\/p>\n<div class=\"jeg_video_container jeg_video_content\"><iframe title=\"Money Heist: Korea - Joint Economic Area | Official Trailer | Netflix\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/Uafg97czxeQ?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<h2><strong>#4 Dari episode pertama, serial Netflix <em>Sex\/Life\u00a0<\/em>bikin saya menyesal<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Serial Netflix satu ini sangat jelek. Itu yang saya pikirkan ketika menonton episode pertama. Kalau bukan karena pekerjaan, saya ogah menonton apalagi mengulas serial satu ini. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Awalnya, saya mengira cerita <em>Sex\/Life<\/em> akan berfokus pada sudut pandang karakter tentang seks dan bagaimana itu mempengaruhi kehidupan si karakter. Secara alur, hal ini memang dibahas, tapi tidak ada eksplorasi berarti yang menambah value cerita. Isinya hanya <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/10-film-semi-terbaik-di-netflix-yang-nggak-cuma-jual-adegan-seks\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">adegan seks<\/a> dan itu pun sama sekali tidak kreatif, apalagi enak dilihat. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangkan saja, sebuah serial jelek yang hanya mengandalkan adegan seks, tapi adegan seksnya jelek. Suram!<\/span><\/p>\n<p>https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=jCS-Y6Sp7CI&#038;t=2s<\/p>\n<h2><strong>#5 <em>Riverdale<\/em> terlalu bertele-tele sejak musim kedua dan seterusnya<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebetulnya musim pertama <em>Riverdale<\/em> lumayan bagus. Saya sendiri sangat enjoy ketika menontonnya. Tapi entah apa yang terjadi di departemen naskah, serial ini berubah menjadi cerita picisan sejak musim keduanya dirilis. Padahal kalau Riverdale dibuat sebagai limited series, mungkin akan dikenang sebagai serial yang menarik dan tidak klise. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, Netflix terlalu serakah dengan keuntungan komersial, tanpa menjaga kualitasnya. Sejak musim kedua dan seterusnya, serial Netflix satu ini diceritakan secara bertele-tele, seperti sengaja dipanjang-panjangkan.<\/span><\/p>\n<div class=\"jeg_video_container jeg_video_content\"><iframe title=\"Riverdale | Official Trailer [HD] | Netflix\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/HxtLlByaYTc?start=13&#038;feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<h2><strong>#6 Ide cerita serial Netflix <em>Klub Kecanduan Mantan\u00a0<\/em>sebenarnya oke, tapi eksekusi komedinya gagal<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Klub Kecanduan Mantan<\/em> merupakan salah satu serial komedi Indonesia garapan Netflix, yang termasuk dalam program <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/waktu-netflix-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Waktu Netflix Indonesia (WNI)<\/a>. Serial ini digarap oleh penulis skenario kondang, Salman Aristo. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara garis besar, ceritanya berfokus pada orang-orang yang sangat ingin move on dari sang mantan. Sebetulnya saya suka ide cerita dan pendekatan yang digunakan oleh Salman Aristo. Tapi sayangnya, eksekusi komedinya gagal total. Komedinya bikin geli dan mual-mual, alias garing pol. Mending cari tontonan lain, deh.<\/span><\/p>\n<div class=\"jeg_video_container jeg_video_content\"><iframe title=\"Klub Kecanduan Mantan | Trailer Resmi | Netflix\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/nBRaWt38Y0c?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<h2><strong>#7 <em>Cowboy Bebop<\/em>, serial Netflix yang terlihat konyol<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Cowboy Bebop<\/em> adalah anime legendaris yang bagi banyak orang sangat nostalgic. Lalu pada suatu hari di tahun 2021, Netflix membuat sebuah adaptasi <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">live-action<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> yang tampak menjanjikan, dengan John Cho didapuk sebagai pemeran karakter Spike Spiegel. Namun ternyata, kemasan tidak terlalu menggambarkan isinya. <a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Cowboy_Bebop\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>Cowboy Bebop<\/em><\/a> versi Netflix ini jeleknya susah diampuni. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama, para kreator <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">live-action<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> ini tampak berusaha terlalu keras untuk menciptakan suasana yang sama dengan versi anime. Tapi hal itu justru membuat adaptasi ini jadi konyol, terutama akting para aktornya yang dibuat over the top dan lebay, serta lelucon garing yang bikin saya mengerutkan dahi berkali-kali.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut saya, adaptasi\u2014terutama anime yang sumber aslinya sangat komikal\u2014tidak harus membuat karakter live-action-nya berakting sama persis seperti karakter dua dimensinya. Hal yang paling penting itu menjaga tone, tema, dan vibes dari sumber aslinya. Netflix gagal melakukan ini di <em>Cowboy Bebop<\/em>, tapi berhasil saat adaptasi <em>One Piece<\/em>. Setidaknya, mereka belajar dari kesalahan.<\/span><\/p>\n<div class=\"jeg_video_container jeg_video_content\"><iframe title=\"Cowboy Bebop | Official Trailer | Netflix\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/ULCIHP5dc44?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, itulah ketujuh serial Netflix yang saya menyesal telah menontonnya. Tapi saya tekankan sekali lagi, tidak semua serial yang saya tulis di atas buruk. Ada beberapa yang masih bisa ditonton, kok.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Rizal Nurhadiansyah<br \/>\nEditor: Intan Ekapratiwi<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-serial-netflix-underrated-yang-perlu-ditonton\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">5 Serial Netflix Underrated yang Perlu Ditonton<\/a>.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tak semua serial original Netflix sukses. Mending nonton serial lainnya daripada menghabiskan waktu dengan menonton serial Netflix ini.<\/p>\n","protected":false},"author":1693,"featured_media":259652,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13118],"tags":[18602,2363,5010,9693,13098,6487,16810],"class_list":["post-259649","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-serial","tag-drama-korea-netflix","tag-netflix","tag-netflix-original","tag-penonton","tag-pilihan-redaksi","tag-serial-netflix","tag-waktu-netflix-indonesia"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/259649","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1693"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=259649"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/259649\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/259652"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=259649"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=259649"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=259649"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}