{"id":259555,"date":"2024-02-01T09:30:07","date_gmt":"2024-02-01T02:30:07","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=259555"},"modified":"2024-02-02T21:47:01","modified_gmt":"2024-02-02T14:47:01","slug":"episode-upin-dan-ipin-yang-bikin-menyesal-telah-menontonnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/episode-upin-dan-ipin-yang-bikin-menyesal-telah-menontonnya\/","title":{"rendered":"4 Episode Upin dan Ipin yang Mengecewakan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya memang penggemar serial asal Malaysia <em>Upin dan Ipin<\/em>. Dilihat dari sisi grafik dan cerita, <em>Upin dan Ipin<\/em>\u00a0memang menarik dan punya banyak pesan moral. Sungguh tidak membosankan mengikuti serial yang diproduksi oleh perusahaan animasi <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Les&#8217; Copaque ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di luar sana mungkin banyak juga orang yang seperti saya. Terlepas dari berapapun usianya, mereka tetap setia menonton tayangan yang sebenarnya menyasar pangsa pasar anak-anak ini. Bahkan, saking setianya menonton <em>Upin dan Ipin<\/em>, mereka mungkin punya episode-episode favorit dan nggak favorit. Persis seperti saya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara garis besar, <em>Upin dan Ipin<\/em> memang tontonan yang seru, tapi ada beberapa episode yang saya membuat saya menyesal telah menontonnya. Alasannya beragam, mulai dari alur cerita tidak masuk akal, karakter yang terlalu dibuat-buat, hingga penggambaran yang kurang nyaman dipandang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau episode yang kurang saya sukai itu diputar berkali-kali di televisi, saya benar-benar tersiksa menontonnya. Sebenarnya bisa saja sih, saya langsung mengganti channel televisi. Namun, upin dan ipin kerap ditayangkan di &#8220;jam-jam kritis\u201d. Artinya, channel televisi lain tidak menyajikan tontonan yang menarik. Ya mau nggak mau nonton episode mengecewakan itu lagi dan lagi.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 <\/b><b>Upin dan Ipin episode nonton bioskop<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Upin dan Ipin<\/em> memiliki episode yangmenceritakan tentang pengalaman tokoh utama ketika menonton bioskop. Ada 2 episode yang menceritakan ini, pertama episode &#8220;Hari Bahagia Meimei\u201d dan \u201cLayar Tancap Kampung Durian Runtuh\u201d. Keduanya punya cerita mirip. Pembedanya, satu episode Upin dan Ipin diajak oleh Kak Ros. Sementara episode lainnya, dua kembar itu yang merengek ikut kakaknya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantas apakah endingnya mereka bisa nonton bioskop di salah satu episode tersebut? Tentu tidak, Ferguso! Di episode &#8220;Hari Bahagia Mei-mei\u201d, alih-alih menonton bioskop mereka malah ikut acara ulang tahun Meimei. Wah, kalau saya sih mending ikut <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kak-ros-di-upin-ipin-adalah-teladan-bagi-para-sandwich-generation\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kak Ros<\/a> dan titip aja hadiah ultah saja lewat kawan-kawan lain. Toh, ketemu Meimei juga bisa setiap hari, sementara kesempatan nonton bioskop sangat jarang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, di episode yang kedua, bukannya jadi nonton bioskop setelah Kak Ros sembuh dari sakit, si kembar malah nonton film sendiri pakai layar tancap milik Kak Ros. Terus, kapan mereka benar-benar bisa nonton bioskop? Kan saya penasaran ya dengan gambaran suasana bioskop di Negeri Jiran.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Episode kartunis legenda<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Episode ini mengenalkan penonton kepada <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Lat\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">komikus legenda asal Malaysia, Dato\u2019 Lat.<\/a> Cerita dibuka dengan Kak Ros yang kegirangan karena berhasil mendapatkan buku komik \u201cKampung Boy\u201d lengkap dengan tanda tangan Dato\u2019 Lat. Sesampainya di rumah, Kak Ros memamerkan koleksinya itu kepada adik-adiknya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Timbul rasa tertarik di hati Upin dan Ipin untuk membaca komik itu bersama kawan-kawannya. Kak Ros awalnya enggan untuk meminjamkannya. Namun, Opah membujuknya. Kak Ros mengalah, dia meminjamkan buku itu dengan syarat jangan sampai buku itu dirusak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semua baik-baik saja hingga akhirnya duo kakak beradik itu menjatuhkan buku komik Kak Ros di kubangan lumpur. Duh, benar-benar ceroboh. Mereka berdua mendatangi Abang Iz untuk meminta pertolongan, tentu saja sambil menangis.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beruntung Abang Iz punya buku komik yang sama. Sementara untuk tanda tangannya, entah mengapa sekonyong-konyong Dato\u2019 Lat datang dan menyelamatkan mereka. Benar-benar terlalu kebetulan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalahnya memang selesai sih, tapi saya kurang sreg saja. Tidak ada sepotong pun adegan Kak Ros memarahi adik-adiknya yang ceroboh itu. Benar-benar tidak mencerminkan karakter Kak Ros yang galak itu. Paling tidak mereka tetap dinasihati untuk menjaga baik-baik barang pinjaman. Apalagi barang yang dipinjam tidak sembarangan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/episode-upin-dan-ipin-yang-bikin-menyesal-telah-menontonnya\/2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em><strong>Baca halaman selanjutnya: Upin dan Ipin juara karaoke<\/strong><\/em><\/a><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h2><b>#3 Upin dan Ipin<\/b><b>\u00a0juara karaoke<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Episode yang satu ini kerap diputar ulang di televisi. Ceritanya, Uncle Muthu mengadakan lomba karaoke. Pemenang lomba akan mendapatkan hadiah berupa makan gratis di kedainya selama satu bulan. Ada tiga juri dalam lomba ini, yakni Ah Tong dan Abang Saleh.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Singkat cerita, di babak final, terdapat 3 kandidat yang tersisa yaitu penyanyi legendaris I.K. Ranggi alias Tok Dalang, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/membayangkan-jika-abang-iz-upin-dan-ipin-tinggal-di-kampung-saya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">rocker Abang Iz,<\/a> dan duo kembar Upin dan Ipin. Setelah masing-masing kandidat menunjukkan kebolehannya, juri mengumumkan pemenang di penghujung acara. Pemenangnya tidak lain dan tidak bukan adalah Upin dan Ipin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya heran, bagaimana bisa si kembar botak ini mengalahkan penyanyi hebat I.K. Ranggi dan Abang Iz. Apalagi lagu yang Upin dan Ipin bawakan sangatlah sederhana, lagu tentang belalang? Ini nggak masuk akal. Kalau saya disuruh vote, mending saya pilih Abang Iz. Harusnya sekali-kali mereka kalah dong biar ada pesan moralnya, masa setiap lomba menang terus?<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Episode ais kepal<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya cukup menyesal menonton episode ais kepal. Cerita ini berawal dari Kak Ros yang mampir ke warung Uncle Muthu untuk beli es kepal durian. Saat pulang, duo kembar ingin minta es itu, tapi ternyata sudah habis. Warung <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/uncle-muthu-di-upin-ipin-diam-diam-adalah-influencer\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Uncle Muthu<\/a> yang kehabisan es juga tidak lagi menjualnya. Melihat dua adiknya bersedih, Kak Ros akhirnya membuatkan es kepal sirup di rumah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, apa yang bikin jengkel? Terus terang saya betul-betul nggak nyaman sama adegan Upin dan Ipin makan es kepal sirupnya. Sangat rakus. Mungkin maksudnya baik ya, ingin memperlihatkan betapa lezat es kepal sirup bikinan Kak Ros, tapi di mata saya sungguh nggak enak dipandang. Seperti orang kerasukan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di atas adalah 4 episode Upin dan Ipin yang membuat saya menyesal telah menontonnya. Sebenarnya penyesalan itu wajar sih, memang nggak semua episode itu bisa sesuai dengan ekspektasi seluruh penonton. Buat para pembaca, adakah episode <em>Upin dan Ipin<\/em> yang bikin kalian menyesal juga setelah menontonnya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Bella Yuninda Putri<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/perayaan-tahun-baru-kampung-durian-runtuh-upin-dan-ipin\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Merasakan Keseruan Tahun Baru di Kampung Durian Runtuh \u201cUpin dan Ipin\u201d<\/a><\/strong><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Beberapa episode &#8220;Upin dan Ipin&#8221; bikin menyesal setelah menontonnya. Ceritanya kurang masuk akal hingga gambar yang nggak nyaman dilihat.  <\/p>\n","protected":false},"author":1616,"featured_media":260868,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13083],"tags":[22833,9299,1212,5612,13098,9298,10690],"class_list":["post-259555","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-acara-tv","tag-episode-upin-dan-ipin","tag-ipin","tag-kartun","tag-malaysia","tag-pilihan-redaksi","tag-upin","tag-upin-dan-ipin"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/259555","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1616"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=259555"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/259555\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/260868"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=259555"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=259555"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=259555"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}