{"id":259503,"date":"2024-01-21T10:59:54","date_gmt":"2024-01-21T03:59:54","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=259503"},"modified":"2024-01-21T00:01:05","modified_gmt":"2024-01-20T17:01:05","slug":"capres-yang-berani-sikat-tukang-parkir-atm-pasti-saya-pilih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/capres-yang-berani-sikat-tukang-parkir-atm-pasti-saya-pilih\/","title":{"rendered":"Kalau Ada Capres yang Berani Berjanji untuk Memberantas Tukang Parkir ATM, Pasti Akan Saya Pilih, Aku Bocahmu, Pak!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jujur saja, saya tak punya jagoan dalam pilpres ini. Saya memang condong menjagokan satu capres, tapi ya nggak yakin-yakin amat. Soalnya bagi saya ya nggak ada program mereka yang meyakinkan. Cuman, misal ada capres yang janji akan memberantas tukang parkir liar, terkhusus tukang parkir ATM dan minimarket, saya langsung milih beliau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">You have my vote, Pak, cah-cah tak urusane, gampang!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya nggak bercanda. Tukang parkir ATM dan minimarket memang musuh masyarakat. Nggak kaget, soalnya memang semeresahkan itu. Berkali-kali saya juga jadi korban, jadi saya paham. Jika ini jadi janji kampanye, saya yakin, kelas menengah pasti vote-nya bisa digaet dengan gampang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oke, saya bukan ahli politik. Tapi saya berpikir secara sederhana: rakyat akan memilih pemimpin yang tau isu yang dekat dengan rakyat. Makanya janji kampanye itu selalu tentang rakyat miskin, upah naik, beras murah, dan sebagainya. Itu sampai sekarang masih dipakai, tapi ya jelas orang nggak akan lagi percaya semudah dulu. Maka, perlu cari isu lagi yang juga relate.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan bagi saya, tukang parkir, adalah isu yang amat relate dengan banyak rakyat.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Sudah bayar retribusi, tetap saja &#8220;diduduki&#8221;<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begini. ATM dan minimarket, adalah dua tempat yang pasti dikunjungi orang. Bisa jadi Anda, pembaca yang mampir ke tulisan ini, mengunjungi satu dari dua tempat ini tiap harinya. Itu baru Anda, satu orang. Jika misal ada 10 ribu orang baca artikel ini, berarti ada 10 ribu orang mengunjungi minimarket atau ATM per harinya. Ini itungan goblok aja ya. Bayangkan berapa duit yang diterima tukang parkir?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nggak masalah sih sebenarnya sama duitnya. Toh hidup memang seperti itu. Ada yang kerja keras dibayar murah, ada yang kerja super santai dibayar tinggi, dan lain-lain. Masalahnya adalah, ATM dan minimarket itu memang harusnya bebas dari tukang parkir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berkali-kali, pihak minimarket selalu menegaskan bahwa tempat mereka bebas dari biaya parkir karena <a href=\"https:\/\/www.kompas.com\/tren\/read\/2023\/08\/08\/201500765\/parkir-di-depan-indomaret-harus-bayar-atau-gratis-ini-kata-manajemen?page=all\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bayar retribusi ke daerah<\/a>. Angkanya saya nggak tahu persis, tapi harusnya sih gede. Kalau untuk ATM, nggak tahu. Cuman kan booth ATM yang nyempil gitu harusnya ya nggak diparkirin. Anjir, berapa lama sih orang ambil duit?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya memang ada orang brengsek yang transfer ke 50 rekening pake ATM di tempat umum. Tapi kan nggak semuanya gitu. BTW, ente-ente yang transfer ke banyak rekening di ATM umum itu kenapa nggak pake mobile banking aja sih? Takut boros? Lha urusanmu nek kui, joh.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Rakyat beneran nggak butuh tukang parkir ATM<\/strong><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya nggak pernah nemu alasan yang membenarkan tukang parkir beroperasi di ATM dan minimarket. Kalau mereka memberikan rasa aman, ah nggak juga, wong mereka kebanyakan nggak mau bertanggung jawab sama kehilangan. Menata motor aja nggak mau, kok ngomongin keamanan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau keamanan dan kerapian nggak terjamin, terus apa guna tukang parkir ATM dan minimarket? Ya mohon maaf, kesannya sih jadi kayak memalak atau bayar biaya masuk lahan. Kalau bayar biasa masuk lahan, kok lebih lucu ya. Kan itu bukan lahan ente. Misal ente akamsi situ, ya terus kenapa? Kalau karena ente adalah akamsi, lalu minimarket atau ATM wajib ngasih retribusi segede itu buat kalian, wah, mending nggak usah ada ATM dan minimarket berdiri di situ sih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi misal saya bilang saya nggak butuh jasa parkir di ATM dan minimarket, saya memang nggak butuh. Oke. Sudah terlalu ke mana-mana tulisan saya. Dan kini saya mau masuk kenapa ini bisa jadi program yang bagus untuk capres.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Meningkatkan kepuasan rakyat<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menjamurnya tukang parkir liar, harusnya memunculkan dua asumsi: ada yang bikin praktik ini tetap subur, dan ada yang menjaga praktik ini tetap bisa subur. Artinya, masalah tukang parkir liar jelas kompleks. Tapi kita nggak jarang mendengar bahwa lahan parkir, kerap ada bekingnya. Nah, ini bisa jadi olahan para capres.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika tukang parkir ATM dan minimarket diberantas, nggak mungkin akan berhenti di situ saja. tukang parkir liar di mana saja pasti bisa diberantas. Artinya, capres tersebut berani untuk berhadapan dengan orang besar di balik praktik yang merugikan masyarakat. Kepercayaan rakyat jelas akan meningkat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah nanti profesi tukang parkir akan hilang? Ya nggak dong. Diregulasi, diresmikan, tarifnya dibikin pasti. tukang parkirnya benar-benar profesional dan bukan \u201ctukang palak\u201d yang hanya mau narik duit, tapi yang benar-benar kerja. Nggak akan lagi jalan macet karena ada tukang parkir yang nggak bisa bantu mobil keluar dari lahan parkir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Programnya memang terkesan sepele, tapi coba survei ke pengguna jalanan, pasti mereka setuju sama program pemberangusan tukang parkir ATM. Bagi saya sih, ini program yang nggak rumit, tapi hasilnya jelas elit. Nggak percaya? Coba aja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tinggal para capres itu mau dengerin suara rakyat atau nggak. Kalau mau ambil program ini, monggo, Pak. Saya ikhlas. Kalau mau ambil saya jadi staf khusus ya nggak apa-apa sih. Sudah wayahe wong cilik kabupaten jadi staf khusus. Mosok saya nolak, yo nggak lah. Asal ya, cocok aja sih salary-nya, ngehehehe.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tertarik, Pak? Kalau nggak ya nggak apa-apa sih. Tapi serius, berangus tukang parkir liar, Pak. Please.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Rizky Prasetya<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jalan-kaki-demi-menghindari-tukang-parkir-yang-nggak-berjasa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Saya Jadi Rajin Jalan Kaki Gara-gara Nggak Mau Lagi Bayar Parkir ke Tukang Parkir yang Sebenarnya Nggak Berjasa Amat<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aku bocahmu, Pak!<\/p>\n","protected":false},"author":777,"featured_media":241108,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[4362,22821,4374,19,19183],"class_list":["post-259503","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-atm","tag-janji-capres","tag-minimarket","tag-pemilu","tag-tukang-parkir-liar"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/259503","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/777"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=259503"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/259503\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/241108"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=259503"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=259503"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=259503"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}