{"id":259434,"date":"2024-01-23T11:11:05","date_gmt":"2024-01-23T04:11:05","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=259434"},"modified":"2024-01-23T13:21:23","modified_gmt":"2024-01-23T06:21:23","slug":"nganjuk-butuh-mie-gacoan-biar-warganya-nggak-usah-ke-kediri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nganjuk-butuh-mie-gacoan-biar-warganya-nggak-usah-ke-kediri\/","title":{"rendered":"Sudah Saatnya Mie Gacoan Buka di Nganjuk supaya Warganya Nggak Usah Jauh-jauh ke Kediri"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nganjuk tidak sepopuler daerah-daerah tetangganya. Itu mengapa banyak hal-hal baru terlambat masuk ke Kota Angin ini. Tidak terkecuali <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/franchise-murah-yang-cocok-untuk-pengusaha-bermodal-cekak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">waralaba kuliner<\/a> ternama, misalnya Mie Gacoan yang hingga saat ini belum juga buak di sana. Bagi warga Nganjuk yang penasaran, mereka harus menempuh puluhan kilometer perjalanan ke Kediri demi bisa mencicipi semangkuk mi pedas ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya kesalahan besar para investor kuliner tidak mencoba masuk ke pasar Nganjuk. Daerah ini mungkin kalah populer dengan sekitarnya, tapi warganya punya antusiasme yang luar biasa terhadap hal-hal baru, kuliner salah satunya. Ya bayangkan saja, kalau tidak antusias, mana mau jauh-jauh ke Kediri demi semangkuk mie.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin para pengusaha masih asing dengan Nganjuk <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ya, sehingga jarang ada waralaba kuliner ternama buka cabang di sana. Untuk itu, saya jelaskan dahulu seluk beluk kota <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dengan julukan Bhumi Anjuk Ladang ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Nggak pelosok-pelosok amat<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nganjuk merupakan sebuah kabupaten di Jawa Timur. Daerahnya berbatasan langsung dengan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kabupaten Bojonegoro di utara, Kabupaten Jombang dan Kabupaten Kediri di timur, Kabupaten Kediri dan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mahasiswa-asal-ponorogo-repot-kalau-mau-mudik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kabupaten Ponorogo<\/a> di selatan, serta Kabupaten Madiun di barat. Dibanding daerah-daerah di sekitarnya, kabupaten ini mungkin kurang ternama ya. Tapi, percayalah, Nganjuk nggak setertinggal itu kok.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nganjuk memang bukan kota metropolitan dengan UMK yang setinggi langit. Bahkan, per tahun 2024, terhitung <a href=\"https:\/\/surabaya.kompas.com\/read\/2023\/12\/03\/231521478\/besaran-ump-dan-umk-2024-di-provinsi-jawa-timur?page=all\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">UMK Nganjuk sebesar Rp2,2 juta<\/a> saja. Meski begitu, daerah mungil ini terus menunjukkan kemajuan dalam berbagai aspek, terutama soal wisata dan geliat\u00a0 anak mudanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tinggal di kota kecil tidak membuat warganya terkungkung dan pasrah begitu saja. Warga setempat terus mengupayakan segala hal agar bisnis lokal terus berjalan dan meningkatkan perekonomian. Warganya juga terus mengikuti tren dan perkembangan daerah-daerah sekitar serta kota besar.<\/span><\/p>\n<h2><b>Mie Gacoan cocok di lidah orang Nganjuk<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya beri alasan lain mengapa Mie Gacoan harus punya punya outlet di Kota Angin ini<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mie-djoetek-kober-gacoan-rebutan-takhta-mie-pedas-kediri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">, mi pedas<\/a> itu sangat cocok dengan lidah warga setempat. Kesadaran ini muncul ketika saya pertama kali makan Mie Gacoan di Surabaya. Saya menyadari makanan ini begitu cocok dengan lidah orang Nganjuk. Sudah rasanya cocok, harganya relatif murah di kantong.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alasan-alasan di atas saya rasa cukup meyakinkan untuk membuka waralaba mi pedas yang satu ini di Nganjuk. Sebenarnya ada satu alasan lain, daerah ini relatif nyaman dan tenang, jauh dari huru-hara konflik. Alasan yang terdengar sederhana memang, tapi percayalah, masyarakat cenderung lebih percaya diri untuk membelanjakan uangnya ketika situasi sekitar kondusif.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya yakin, kehadiran Mie Gacoan di Nganjuk, tidak hanya memuaskan rasa penasaran warga tanpa harus jauh-jauh ke Kediri. Outlet waralaba ini juga membantu memutar perekonomian daerah setempat. Jadi tunggu apalagi para pemilik modal, sudah saatnya Nganjuk punya outlet Mie Gacoan sendiri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Desy Fitriana<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/weleri-kendal-baik-baik-saja-tanpa-mie-gacoan\/\"><b>Weleri Kendal Baik-baik Saja Tanpa Mie Gacoan, Waralaba Ini Lebih Baik Incar Daerah Lain<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara i<\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ni<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nganjuk adalah pasar potensial untuk Mie Gacoan. Kalau outlet mi pedas ini buka di Nganjuk, warganya nggak perlu lagi jauh-jauh ke Kediri. <\/p>\n","protected":false},"author":2448,"featured_media":259824,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[6470,22879,22880,14041,10110,9349,16380],"class_list":["post-259434","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-kediri","tag-kota-angin","tag-kuliner-nganjuk","tag-mi-pedas","tag-mie-gacoan","tag-nganjuk","tag-waralaba"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/259434","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2448"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=259434"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/259434\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/259824"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=259434"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=259434"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=259434"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}