{"id":259329,"date":"2024-01-19T16:10:10","date_gmt":"2024-01-19T09:10:10","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=259329"},"modified":"2024-01-20T19:17:26","modified_gmt":"2024-01-20T12:17:26","slug":"bakso-kabut-jember-kalah-saing-dengan-bakso-lain","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bakso-kabut-jember-kalah-saing-dengan-bakso-lain\/","title":{"rendered":"Bakso Kabut Jember, Kuliner Lezat dan Unik yang Kalah Saing dengan Bakso-bakso Lain"},"content":{"rendered":"<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Butuh waktu bagi bakso kabut Jember untuk bisa diterima masyarakat. Bahkan, oleh warga Jember sendiri.\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bakso menjadi salah satu makanan yang paling banyak ragamnya, apalagi di Pulau Jawa. Sebut saja <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-ciri-khas-yang-melekat-pada-bakso-malang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bakso Malang<\/a>, Bakso Semarang, dan Bakso Solo yang terkenal itu. Di tengah beragam varian bakso yang laris di pasaran, ada satu sajian bakso yang menarik perhatian yakni bakso kabut. Panganan ini berasal dari tanah kelahiran saya, Jember.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat pulang liburan semester beberapa waktu lalu, saya sempatkan untuk menjelajahi kuliner Jember. Bakso kabut Jember menjadi salah satu daftar yang mesti dicoba. Jujur saja nama bakso ini menjadi salah satu daya tariknya. Selain itu, musim hujan seperti ini memang momen yang paling cocok untuk <a href=\"https:\/\/mojok.co\/ulasan\/smokol\/cinta-dalam-semangkuk-bakso\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">menyantap semangkok bakso<\/a>.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Bentuk yang unik, bakso yang diselimuti telur<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanan ini diberi nama bakso kabut karena penampakannya yang sangat nyeleneh dibandingkan dengan bakso pada umumnya. Jika biasanya isian telur yang bersembunyi di dalam adonan bakso, bakso kabut Jember justru kebalikannya. Pentol bakso yang berada di dalamnya. Sekilas, visual bakso Kabut memang memberikan kesan seperti kabut yang sedang menyelimuti.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Proses pembuatannya tidak sembarangan. Adonan bakso yang sudah menjadi pentol dimasukkan ke dalam plastik dan dituangkan kocokan telur lalu direbus sekitar 10 menit. Saat disajikan, telur yang menyelimuti pentol tersebut memberikan sentuhan yang berbeda ketika masuk ke dalam mulut, baik dari segi rasa, tekstur, maupun tampilan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bakso kabut cukup terkenal di Jember. Selain enak, makanan ini sangat terjangkau. Hanya dengan Rp8.000-Rp25.000 kalian bisa menikmatinya. Menemukan bakso ini juga tidak sulit, kalian cukup mengunjungi daerah kota karena kuliner ini memang banyak dicari pelancong.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bakso-kabut-jember-kalah-saing-dengan-bakso-lain\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em><strong>Baca halaman selanjutnya: Bakso Kabut Jember yang &#8230;<\/strong><\/em><\/a><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h2><b>Bakso Kabut Jember yang kalah pamor<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pamor Bakso Kabut Jember memang mulai meningkat, tapi masih belum seterkenal bakso-bakso lainnya. bakso Malang, bakso Solo, hingga bakso Semarang sudah lebih dikenal hingga memiliki tempat di hati pecinta kuliner. Penyebarannya juga sudah mencapai mana-mana, bahkan ke luar Pulau Jawa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, Bakso Kabut Jember masih berusaha merangkak naik di tangga popularitasnya. Bahkan di <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kabupaten_Jember\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kabupaten Jember<\/a> sendiri. Iya, masih banyak warga Jember yang asing dengan kuliner yang satu ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin saja bagi sebagian orang penamaan bakso yang satu ini kurang menggugah selera ya. Tapi, saya memahami sih kenapa bakso ini dinamai demikian unik. Dunia kuliner memang kadang-kadang sangat keras. Persaingan antar bakso tidak hanya melibatkan rasa, tetapi juga branding, inovasi, dan tentu saja, daya tarik visual. Bakso Kabut, dengan seluruh keunikannya itu, tampaknya harus terus berinovasi dan beradaptasi dengan tren yang ada jika ingin bersaing di tingkat yang sama dengan bakso-bakso Jawa yang sudah menjadi ikon.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sepertinya memang perlu waktu bagi Bakso Kabut Jember untuk bisa menggaet hati pecinta kuliner di Jember maupun daerah lain yang lebih luas. Namun, siapa yang tahu, suatu hari nanti, panganan ini akan menjadi jajanan wajib yang ada di meja makan. Saya sih tidak menutup kemungkinan itu mengingat rasa kuliner ini yang nikmat di lidah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Adhitiya Prasta Pratama<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><b><\/b><strong><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pedagang-bakso-dan-mie-ayam-yang-mengecewakan-pelanggan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">4 Dosa Pedagang Bakso dan Mie Ayam yang Mengecewakan Pelanggan<\/a><\/strong><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bakso kabut Jember sebenarnya unik dan lezat. Sayangnya, bakso ini belum terlalu dikenal oleh warga Jember sendiri dan daerah lain. <\/p>\n","protected":false},"author":1549,"featured_media":259343,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[936,22800,22799,6028,8794,22801,1022],"class_list":["post-259329","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-bakso","tag-bakso-kabut","tag-bakso-kabut-jember","tag-jajanan","tag-jember","tag-kuliner-jember","tag-pkl"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/259329","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1549"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=259329"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/259329\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/259343"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=259329"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=259329"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=259329"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}