{"id":259313,"date":"2024-01-19T12:26:29","date_gmt":"2024-01-19T05:26:29","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=259313"},"modified":"2024-01-19T12:26:29","modified_gmt":"2024-01-19T05:26:29","slug":"orang-kendal-yang-terpaksa-ngaku-asli-semarang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/orang-kendal-yang-terpaksa-ngaku-asli-semarang\/","title":{"rendered":"Penderitaan Orang Kendal yang Kehilangan Identitas karena Mengaku Asli Semarang di Perantauan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai putra daerah yang asli kelahiran Kabupaten Kendal, terkadang saya harus merasakan penderitaan saat merantau. Pasalnya, saya seperti kehilangan identitas lantaran mengaku asli Semarang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tahu di luar sana banyak yang merasakan penderitaan ini. Mereka harus mengaku berasal dari daerah yang lebih dikenal. Pasalnya, daerah mereka, seperti Kendal, masih terdengar asing di telinga banyak orang. Misalnya seperti orang Karanganyar, Wonogiri, dan Sragen yang kesusahan menjelaskan daerah asalnya dan lebih milih ngaku dari <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/krl-jogja-solo-karanganyar-jogja-banyak-masalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Solo<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal yang sama mungkin juga dialami warga Kabupaten Semarang, atau tepatnya yang tinggal di Kecamatan Suruh dan sekitarnya. Misalnya ada yang tanya begini:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMasnya dari Semarang, ya? Semarang mana?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKabupaten Semarang, Mas. Di Kecamatan Suruh\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya bagaimana, sebab susah menjelaskan secara rinci. Dan biasanya, orang Suruh dengan berat hati lebih milih ngaku dari Salatiga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kenapa ini semua terjadi? Izinkan saya memberi penjelasan.<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Kendal itu letaknya dekat Semarang<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika melihat peta, Kabupaten Kendal berbatasan langsung dengan Kota Semarang. Mode transportasi darat yang menghubungkan Semarang menuju kota besar ke arah barat (Jakarta) adalah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kecamatan-belik-bukti-kabupaten-pemalang-bukan-hanya-jalur-pantura-dan-udara-panas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">jalur Pantura<\/a> Semarang-Kendal. Namun sayangnya, Kendal tidak lebih terkenal dibandingkan Semarang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk sekadar singgah di Kendal juga rasanya kurang menarik. Sebab, selain pantai atau alun-alun, nggak ada lagi yang menarik. Kecuali Kendal wilayah dataran tinggi, yang meliputi kecamatan Sukorejo, Limbangan, dan Boja yang masih terdapat hawa-hawa dingin khas pegunungan dan bisa mampir di Curug Sewu.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Kaliwungu yang malah lebih terkenal<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain langsung mengaku sebagai orang Semarang, biasanya saya menyebut Kaliwungu terlebih dahulu. Kalau lawan bicara saya masih tidak tahu <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kaliwungu,_Kendal\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kaliwungu<\/a>, baru saya bilang \u201cItu lho, yang dekat Semarang.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kaliwungu adalah kecamatan di Kabupaten Kendal dan malah lebih terkenal. Sebutan Kaliwungu Kota Santri menjadikan wilayah tersebut lebih dikenal. Disebut kota santri memang di Kecamatan Kaliwungu terdapat belasan pesantren yang mungkin hingga saat ini telah melahirkan ribuan santri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, tradisi turun-temurun yang ada di Kaliwungu, seperti syawalan menjadikan wilayah ini dikenal kalangan luar daerah. Setiap tiba syawal, makam-makam para Auliya\u2019 atau tokoh penyebar Agama Islam di antaranya adalah Makam Pangeran Djuminah, Kyai Asy\u2019ari, Sunan Katong, dan Paku Wojo yang berada di komplek pemakaman Jabal Nur selalu ramai dikunjungi peziarah.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Kecamatannya juga lebih terkenal<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain Kaliwungu, ada daerah yang lebih terkenal ketimbang Kendal, yaitu <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/weleri-kendal-baik-baik-saja-tanpa-mie-gacoan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Weleri<\/a>. Kecamatan Weleri lebih dikenal karena mempunyai keunggulan tersendiri dibandingkan kabupatennya. Weleri memiliki stasiun kereta yang masih aktif terletak di belakang Pasar Weleri dan terminal bus yang juga masih aktif. Oleh karena itu, banyak warga luar kota yang lebih sering mendengar daerah yang namanya Weleri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah 3 alasan kenapa saya terpaksa \u201cmengaku\u201d asli Semarang. Meski begitu, Kendal itu nggak sepele dan saya yakin bakal menjadi kawasan industri. Artinya, daerah kelahiran saya akan jadi lebih makmur. Setelah itu, mungkin saya bisa dengan mudah menyebut daerah asli saya, tanpa ngaku-ngaku Semarang lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Achmad Fahmi<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/lumpia-semarang-bukti-tuhan-maha-mendengar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sepotong Lumpia Semarang yang Membuat Saya Tambah Yakin Tuhan Itu Maha Mendengar<\/a><br \/>\n<\/b><\/p>\n<p><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menderita karena dilema. Ada saja orang Kendal yang kudu ngaku asli dari Semarang karena kabupatennya nggak terkenal. Sedih, tapi terjadi. <\/p>\n","protected":false},"author":1759,"featured_media":259318,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[15173,10004,18984,16629,22796,22797,14707,4652,14708],"class_list":["post-259313","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-jalur-pantura","tag-jawa-tengah","tag-kabupaten-kendal","tag-kabupaten-semarang","tag-kaliwungu","tag-kecamatan-suruh","tag-kendal","tag-semarang","tag-weleri"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/259313","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1759"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=259313"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/259313\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/259318"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=259313"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=259313"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=259313"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}