{"id":259262,"date":"2024-01-19T12:18:53","date_gmt":"2024-01-19T05:18:53","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=259262"},"modified":"2024-01-19T12:18:53","modified_gmt":"2024-01-19T05:18:53","slug":"calon-mahasiswa-kayak-gini-nggak-cocok-masuk-di-jurusan-pgsd","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/calon-mahasiswa-kayak-gini-nggak-cocok-masuk-di-jurusan-pgsd\/","title":{"rendered":"3 Hal yang Bikin Calon Mahasiswa yang Nggak Cocok Masuk di Jurusan PGSD"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sepedih apa pun nasib guru, jurusan PGSD tetaplah jadi salah satu jurusan yang diminati. Sebab, tidak bisa dimungkiri, guru adalah profesi yang memang banyak peminat, terlebih jika mendapat panggilan hati. Meski pahit, yang namanya panggilan hati, tetaplah diri ini tergerak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, tidak semua orang bisa jadi guru dan pantas jadi guru. Ini nggak boleh dimungkiri. Keinginan dan passion mungkin punya, tapi kalau memang sudah bukan takdirnya atau memang tak punya kualifikasinya, mau gimana lagi?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, untuk kalian para calon mahasiswa yang punya niatan masuk ke jurusan PGSD saya sarankan untuk melakukan pertimbangan yang benar-benar matang. Kalian harus mempertimbangkan apakah memiliki kriteria diri seperti di bawah ini. Jika jawabannya iya, saya sarankan berpikir seribu satu kali lagi sebelum terlanjur masuk jurusan PGSD.<\/span><\/p>\n<h2><b>Nggak sabaran, nggak cocok masuk jurusan PGSD<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai mahasiswa yang disiapkan untuk menjadi guru, terlebih lagi guru SD, memiliki kesabaran adalah kunci utama mahasiswa PGSD. Apabila nantinya kalian menjadi guru SD, kalian akan menghadapi peserta didik yang berbeda karakternya. Menghadapi peserta didik ini tentunya akan menguras banyak tenaga dan pikiran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memiliki kesabaran membuat seorang guru menjadi lebih bijak menyikapi tingkah laku peserta didik terutama saat pembelajaran berlangsung. Karakter peserta didik yang berbeda tentu membuat pembelajaran tidak selalu berjalan kondusif. Pasti akan selalu ada peserta didik yang bertingkah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain sabar, kalian juga dituntut untuk telaten, penyayang, dan ceria. Karakter ini harus dimiliki seorang guru karena guru menjadi orang tua kedua peserta didik di sekolah. Sebagai orang tua kedua, gurulah yang akan digugu dan ditiru dan dijadikan teladan oleh peserta didiknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mahasiswa PGSD yang nggak sabaran tentu akan kerepotan ketika terjun ke lapangan sekolah. Bisa-bisa malah darah tinggi. Waktu kegiatan praktik mengajar misalnya. Pada saat inilah mahasiswa benar-benar menghadapi kondisi nyata interaksi dengan peserta didik yang memang menguras emosi dan memerlukan kesabaran lebih.<\/span><\/p>\n<h2><b>Rajin bangun siang<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi kalian yang malas bangun pagi tapi rajin bangun siang, saya sarankan pertimbangkan ulang jika ada niatan masuk jurusan PGSD. Ketika kalian sudah masuk jurusan PGSD, kalian akan dibiasakan untuk disiplin. Akan banyak jadwal mata kuliah yang dimulai pukul 07.00 (meskipun pada beberapa kasus kadang molor juga sih).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain dalam hal waktu masuk kuliah, kalian juga akan didisiplinkan perihal pakaian. Kebanyakan jurusan PGSD di semua universitas memiliki ketentuan tersendiri mengenai pakaian yang harus dikenakan saat kuliah. Yang umum biasanya sih atasan kemeja putih bawah celana hitam. Beneran kayak orang kantoran pokoknya lah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi yang terbiasa bangun siang dan nggak disiplin tentu akan perlu upaya lebih untuk menyesuaikan diri ketika terlanjur memasuki jurusan ini. Kalian akan benar-benar dibentuk karakter disiplinnya. Mulai dari disiplin waktu, berpakaian, dan lain-lain.<\/span><\/p>\n<h2><b>Nggak punya growth mindset<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seorang guru dituntut untuk memiliki kemampuan <a href=\"https:\/\/www.detik.com\/jabar\/berita\/d-6173378\/growth-mindset-arti-contoh-dan-cara-membangunnya\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">growth mindset<\/a>. Artinya adalah memiliki pola pikir berkembang. Dalam konteks keguruan ia harus selalu mengembangkan pengetahuan, wawasan, dan kompetensi mendidik dan mengajarnya. Mahasiswa jurusan PGSD butuh ini pake banget.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pola pikir berkembang ini diperlukan untuk memenuhi tuntutan perkembangan zaman yang terus maju. Semakin berkembangnya zaman akan semakin berkembang pula berbagai pengetahuan dan teknologi. Semakin berkembang pula karakter murid. Murid dari zaman tahun 80-an misalnya tentu sangat jauh berbeda dengan karakternya dengan murid zaman sekarang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya tidak hanya mahasiswa keguruan yang dituntut memiliki pola pikir berkembang ini. Semua mahasiswa dari berbagai jurusan tanpa terkecuali memang sudah selayaknya memiliki growth mindset. Mereka harus terus menerus belajar dan belajar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kalian, mahasiswa jurusan PGSD, tidak memiliki growth mindset, akan terasa berat untuk mengikuti perkuliahan. Jika tidak mau terus menerus belajar dan mengembangkan diri, kuliah tidak akan ada artinya. Akhirnya, gelar yang kalian dapat tidak lebih dari sekedar tulisan saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah kriteria calon mahasiswa yang nggak cocok masuk di jurusan PGSD. Bukan berarti hal ini adalah sebuah larangan. Kalian tetap memiliki kebebasan untuk masuk di jurusan mana pun termasuk PGSD. Intinya harus bisa beradaptasi dan siap memikul tanggung jawab terhadap segala ketentuan perkuliahan yang ada.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Femas Anggit Wahyu Nugroho<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mahasiswa-pgsd-nggak-disiplin\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sisi Lain Mahasiswa Jurusan PGSD: Calon Guru tapi Banyak Nggak Disiplinnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nggak cocok, Lur.<\/p>\n","protected":false},"author":2384,"featured_media":253398,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13089],"tags":[21433,16943,16058,34],"class_list":["post-259262","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-calon-guru","tag-guru-sd","tag-jurusan-pgsd","tag-mahasiswa"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/259262","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2384"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=259262"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/259262\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/253398"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=259262"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=259262"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=259262"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}