{"id":259236,"date":"2024-01-19T09:00:41","date_gmt":"2024-01-19T02:00:41","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=259236"},"modified":"2024-01-19T08:24:16","modified_gmt":"2024-01-19T01:24:16","slug":"es-drop-blitar-yang-selalu-ada-di-pusat-keramaian-blitar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/es-drop-blitar-yang-selalu-ada-di-pusat-keramaian-blitar\/","title":{"rendered":"Es Drop Blitar, Es Legendaris yang Selalu Ada di Pusat Keramaian Blitar"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain tukang parkir dan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/esai\/ojol-menyelamatkan-pemuda-tamatan-sma\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ojek online<\/a>, penjual Es Drop Blitar selalu ada di pusat keramaian. Penjual biasa membawa dagangan es itu dalam termos logam berbentuk tabung. Termosnya dicat merah dan putih, sangat khas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Uniknya, pedagang yang biasa menjajakan es drop Blitar ini adalah seorang bapak-bapak tua. Ada yang berjualan dengan berjalan kaki sambil memanggul termos yang berisi es. Ada pula yang menggunakan sepeda dengan termos es dibonceng di bagian belakang. Sebelum dijajakan dengan cara seperti ini, es drop dahulu kerap ditemui <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">di dalam bus Malang-Kediri dan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/derita-naik-kereta-api-dhoho-penataran\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kereta Dhoho Penataran<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih uniknya lagi, es berusia puluhan tahun itu sangat mudah ditemui di berbagai sudut Blitar. Biasanya mereka ditemukan di pusat-pusat keramaian seperti Alun-Alun Kota Blitar, Makam Bung Karno, Istana Gebang, Kebon Rojo, PIPP, dan Candi Penataran.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Es Drop Blitar mengingatkan akan masa lalu<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sensasi jadulnya sangat terasa, dijamin kalian nggak akan menyesal. Tampilan es ini sangat sederhana. Bentuk es drop mirip seperti es lilin dengan pegangan terbuat dari tusuk bambu seperti sate. Kemasannya hanya dibungkus dengan kertas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tampilan yang sederhana ini ternyata sudah dipertahankan selama puluhan tahun. Es dropmemang sudah ada sejak 1937. Pabrik pertama yang memproduksi Es Drop Blitar adalah <a href=\"https:\/\/www.google.com\/maps\/dir\/\/Es+Drop+Burung+Betet.\/data=!4m6!4m5!1m1!4e2!1m2!1m1!1s0x2e78ec0e67718865:0xece230864c12ff41?sa=X&amp;ved=2ahUKEwi57dWZo-iDAxVd3TgGHdTmCzQQ9Rd6BAhMEAA\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Es Drop Burung Betet.<\/a> Letaknya di Jalan Anggrek No. 49, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Es Drop Burung Betet masih beroperasi hingga saat ini. Operasionalnya dipegang oleh generasi ketiga. Walau sudah sudah pindah generasi, resep es drop masih sama ketika pertama kali jajanan ini dipasarkan. Bahan-bahan yang digunakan pun masih sama dan seluruhnya tanpa bahan pengawet.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Adapun bahan-bahan es ini adalah santan, susu sapi segar, gula merah, gula putih dan bahan perasa alami. Bahan perasa ini yang nantinya akan menentukan varian es krim. Beberapa perasa alami yang dimaksud ada <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">coklat, kacang hijau asli, stroberi asli, dan durian asli.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Terus berinovasi<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seiring berjalannya waktu, inovasi rasa es drop Blitar kian bertambah. Selain rasa-rasa yang disebutkan di atas, kini ada juga es rasa vanilla, melon, dan frambosen.\u00a0 Kalau saya paling suka rasa kacang hijau, rasa paling orisinal dan bikin nagih. Semua rasa bisa dibeli dengan harga yang murah meriah, sekitar Rp5.000-an saja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kalian berkunjung ke Blitar, jangan lupa untuk mencicipi es yang satu ini. Penjualnya mudah ditemukan di tempat-tempat wisata yang ramai di Blitar. Kalau saya, paling sering membelinya di Alun-alun Kota Blitar. Biasanya penjual mangkal di salah satu sudut. Kalau kalian keburu penasaran, tapi belum sempat mengunjungi Blitar,es drop bisa dibeli di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/belanja-online-berdasar-gender-shopee-dan-tokopedia-bersaing\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">toko online<\/a> lho. Namun, soal rasanya saya nggak bisa jamin.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Daffaul Faizah<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pecel-pawon-mbah-minah-blora-viral-karena-jualan-di-dapur\/\"><b> Mencicipi Pecel Pawon Mbah Minah, Kuliner Blora yang Viral karena Jualan Langsung di Dapur<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Es drop Blitar, es legendaris yang usianya sudah puluhan tahun. Es ini dapat dengan mudah ditemukan di kawasan-kawasan ramai di Blitar. <\/p>\n","protected":false},"author":2544,"featured_media":259264,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[9519,16740,22792,22793,1337],"class_list":["post-259236","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-blitar","tag-es-drop","tag-es-drop-blitar","tag-es-drop-burung-betet","tag-makanan-khas"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/259236","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2544"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=259236"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/259236\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/259264"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=259236"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=259236"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=259236"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}