{"id":257667,"date":"2024-01-15T15:00:19","date_gmt":"2024-01-15T08:00:19","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=257667"},"modified":"2024-01-15T15:48:21","modified_gmt":"2024-01-15T08:48:21","slug":"pantai-watu-ulo-jember-yang-kotor-dan-menyimpan-kisah-tragis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pantai-watu-ulo-jember-yang-kotor-dan-menyimpan-kisah-tragis\/","title":{"rendered":"Pantai Watu Ulo Jember, Berwisata di Antara Kisah Tragis dan Tumpukan Sampah"},"content":{"rendered":"<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Di balik keindahan Pantai Watu Ulo Jember ada kisah tragis yang menelan korban jiwa dan tumpukan sampah.<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pekan ini saya pulang ke kampung halaman saya di Jember.\u00a0 Kampung halaman saya terletak di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bus-ladju-ambulu-surabaya-pahlawan-warga-jember-selatan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kecamatan Ambulu<\/a>, di sisi selatan Kabupaten Jember. Kecamatan ini berbatasan langsung dengan laut di sisi selatannya. Itu mengapa di Ambulu terdapat banyak pantai seperti Pantai Cangaan, Pantai Nanggelan, Pantai Teluk Love, Pantai Payangan, dan Pantai Watu Ulo.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pantai Watu Ulo menjadi yang paling ikonik di Jember. Dalam Bahasa Indonesia, Watu Ulo diterjemahkan menjadi Batu Ular. Di pantai ini memang ada batu sepanjang 110 meter dengan lebar 4 meter. Batu panjang itu membentang menyerupai badan ular.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, pemandangan di pantai ini begitu indah. Dari sana kalian dari sana kalian dapat melihat hamparan Samudera Hindia yang indah di sisi sebelah selatan Pulau Jawa.Itu mengapa pantai ini begitu ikonik di kalangan warga sekitar.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Asal-usul Pantai Watu Ulo Jember<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Batu panjang yang membentang di Pantai Watu Ulo menyimpan cerita. Menurut warga setempat ada beberapa versi, tapi yang paling terkenal adalah kisah pertarungan natra Joko Mursodo dan Nogo Rojo. Dalam Bahasa Indonesia, Nogo Rojo berarti Raja Naga.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konon katanya, Nogo Rojo adalah naga rakus yang memakan segala sesuatu di desa, mulai dari hewan ternak hingga manusia. Kabar itu sampai ke telinga Joko Mursodo, seorang tokoh masyarakat yang dipercaya menghuni Pulau Nusa Barong yang ada di Kecamatan Puger.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mendengar kejadian itu itu, Joko Mursodo bertarung dengan Nogo Rojo dan berhasil mengalahkannya. Singkat cerita, Joko Mursodo memotong tubuh Nogo Rojo menjadi 3 bagian, kepalanya dibuang di Pantai Grajagan Banyuwangi, tubuhnya di Pantai Watu Ulo, dan ekornya di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pantai-di-pacitan-yang-cocok-didatangi-di-akhir-pekan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pantai Pacitan<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagian tubuh ular itu kini menjadi destinasi wisata yang memikat wisatawan. Sebenarnya tidak hanya memikat pelancong, tempat ini juga dianggap penting bagi orang-orang tertentu. Berbagai ritual sempat digelar di Pantai Watu Ulo ini. Konon, tempat ini menyimpan energi sehingga bisa menjadi medium bagi makhluk lain.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Kisah tragis<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pantai Watu Ulo Jember menyimpan daya tarik secara spiritual. Letaknya yang berada berbatasan langsung dengan laut selatan Jawa diyakini punya kekuatan spiritual kuat.\u00a0 Sudah jadi rahasia umum, pantai-pantai yang berbatasan dengan pantai selatan\u00a0 dikenal dengan kekuatan magis. Selain Pantai Watu Ulo ada Pantai Parangkusumo dan Parangtritis di Jogja, Pantai Klayar di Pacitan, Pantai Parang Kursi di Banyuwangi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantaran diyakini memiliki aura dari alam lain yang kuat, banyak orang yang datang ke Pantai Watu Ulo untuk menjalankan ritual. Salah satu ritual yang sempat menyita perhatian terjadi pada 2022. Pada saat itu, kelompok Kejayan Trimurti dari Nganjuk dan Kelompok dari Tunggal Jati Nusantara menggelar ritual di Pantai Watu Ulo.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nahasnya, ritual-ritual ini memakan korban. Tepatnya di Pantai Payangan, pantai yang satu bibir pantai dengan Pantai Watu Ulo. Setidaknya ada 11 dari 23 orang <a href=\"https:\/\/surabaya.kompas.com\/read\/2022\/02\/14\/103700278\/apa-itu-kelompok-tunggal-jati-nusantara-penggelar-ritual-berujung-tewasnya?page=all\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Padepokan Tunggal Jati Nusantara<\/a> dari Jember meninggal dunia karena terseret arus pantai selatan yang besar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya kejadian ini sempat membuat warga lokal terheran-heran. Warga lokal jarang sekali nyemplung atau mandi di pantai melihat kontur pantai dan ombak yang besar. Pelancong pun dilarang untuk bermain dekat-dekat langsung. Pantai Watu Ulo memang lebih sesuai dinikmati secara visual saja.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Destinasi wisata andalan yang banyak sampah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pantai ini memang lebih pas dinikmati sambil duduk-duduk sambil merasakan sepoi angin dan memandangi ombak. Sayangnya, pengalaman itu tidak bisa didapatkan secara maksimal karena banyak sampah di pantai ini. Ketika saya memandangi ke arah laut, saya melihat sampah di antara gulungan ombak yang tiba di bibir pantai.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak hanya sampah yang terlanjur terbawa ke laut, di beberapa titik sekitar pantai banyak ditemukan sampah-sampah pengunjung. Paling banyak adalah botol minuman plastik, kemasan makanan ringan, dan plastik bekas lain. Benar-benar disayangkan, padahal Pantai Watu Ulo adalah salah satu <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/6-tempat-wisata-alam-di-jember-yang-nggak-cocok-buat-family-time\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">wisata unggulan di Jember.\u00a0<\/a><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain kebiasan buruk masyarakat, saya merasa sampah yang bertebaran tidak lepas dari upaya pengelola yang belum maksimal menjaga kebersihan. Salah satu yang ketara adalah kurangnya tempat sampah di tempat ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Adhitiya Prasta Pratama<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jember-bikin-minder-orang-bangkalan-madura\/\"><b>Jember di Mata Orang Bangkalan Madura: Bikin Minder dan Ingin Pindah Domisili\u00a0<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pantai Watu Ulo Jember, destinasi wisata andalan di Kecamatan Ambulu. Sayangnya, tempat ini banyak sampah dan menyimpan kisah tragis. <\/p>\n","protected":false},"author":1549,"featured_media":257693,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[14229,8794,22716,22715,20024],"class_list":["post-257667","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-destinasi-wisata","tag-jember","tag-pantai-watu-ulo","tag-pantai-watu-ulo-jember","tag-wisata-jember"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/257667","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1549"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=257667"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/257667\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/257693"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=257667"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=257667"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=257667"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}