{"id":257576,"date":"2024-01-15T11:40:22","date_gmt":"2024-01-15T04:40:22","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=257576"},"modified":"2024-01-15T11:40:22","modified_gmt":"2024-01-15T04:40:22","slug":"batas-usia-lowongan-kerja-wajib-dihapuskan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/batas-usia-lowongan-kerja-wajib-dihapuskan\/","title":{"rendered":"Batas Usia Lowongan Kerja Wajib Dihapuskan, Nggak Ada Manfaatnya dan Bikin Susah Pencari Kerja!"},"content":{"rendered":"<p><em>Aturan batas usia lowongan kerja, bagi saya, wajib dihapuskan. Bikin susah, diskriminatif, plus malah bikin perusahaan sebenernya rugi.<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dinamika dunia kerja kian hari kian menarik untuk dikulik. Setidaknya, bagi saya yang sampai dengan saat ini masih bekerja sebagai rekruter. Pasalnya, persoalan yang dihadapi antara HRD dan pencari kerja semakin ruwet. Namun, di sisi lain, saat ini mulai banyak pencari kerja yang concern dengan persoalan yang belakangan kerap dihadapi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantas, apakah ini tidak berbahaya bagi HRD dan perusahaan\u2014karena artinya potensi pelamar kerja yang menuntut ini dan itu akan semakin tinggi?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu saja tidak, Bung. Malah bagi saya, ini menjadi alarm tersendiri bagi dunia kerja\u2014tak terkecuali HRD dan perusahaan\u2014untuk segera berbenah dan bergerak ke arah yang lebih baik, sesuai dengan aturan yang ditetapkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belakangan, masalah yang kembali ramai didiskusikan adalah tentang batas usia lowongan kerja yang masih saja ada dan semakin menjadi-jadi. Betapa tidak, batas usia maksimal yang tertera antara 22 atau 25 tahun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai sesama pekerja, saya nggak akan pernah bosan menyampaikan bahwa, hal tersebut nggak masuk akal. Pun sebagai rekruter yang terbiasa melakukan proses screening, wawancara kerja, hingga tahap lanjutan ke user, saya merasa keberatan jika ada user yang mulai menyinggung soal usia kandidat yang dianggap tidak produktif.<\/span><\/p>\n<h2><b>\u201cKetuaan, Mas.\u201d<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari yang sudah-sudah dan berdasarkan pengalaman, untuk posisi tertentu seperti supervisor atau <a href=\"https:\/\/resources.workable.com\/team-leader-job-description#:~:text=A%20Team%20Leader%20is%20a,work%20together%20toward%20achieving%20goals.\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">team leader<\/a> (dan yang selevel), sebagian user meminta kandidat yang usianya tidak lebih dari 35 tahun. Lebih dari itu, kurang diminati bahkan tidak butuh waktu lama untuk di-drop dan digantikan kandidat lain. Alasannya pun sangat tidak masuk akal, \u201cKetuaan, Mas.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini menjadi bitter truth dari proses perekrutan yang, saya pikir, sudah semestinya diketahui oleh banyak kalangan. Biar ada perubahan. Ya, gimana ya. Bagi saya, alasan \u201cketuaan\u201d sangatlah konyol. Nggak logis untuk menemukan seseorang yang punya pengalaman di bidangnya. Ayolah, para user. Saya cukup yakin kalian lebih baik dari itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">FYI, sebagian user menganggap bahwa golongan usia tertentu (dan dianggap masih muda), lebih cekatan, gesit, dan fresh secara ide\/pemikiran. Namun, hal tersebut tidak bisa dijadikan pembenaran untuk menolak secara serampangan kandidat dengan usia tertentu.<\/span><\/p>\n<h2><b>Batas usia lowongan kerja itu nggak masuk akal<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begini, Bung. Dalam proses perekrutan, sudah selayaknya yang diperhatikan adalah kecocokan kemampuan, pengalaman yang relevan untuk suatu posisi, atau paling tidak dinilai berdasarkan potensi yang dimiliki.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika diskriminasi usia atau ageism masih terus dilestarikan, bahkan oleh pekerja yang punya wewenang dalam proses perekrutan itu sendiri, saya pikir, kekesalan para pencari kerja akan persoalan ini memang valid dan layak untuk terus digaungkan. Dibuat bising. Agar regulasi soal diskriminasi usia semakin ketat dan jelas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biar lebih jelas, saya akan coba pertegas, kenapa ageism, sampai kapan pun, sama sekali nggak akan pernah masuk akal\u2014wabil khusus di dunia kerja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama, dari sisi pencari kerja, berapa pun usianya, mereka layak dapat kesempatan yang sama untuk mendapat pekerjaan dan\/atau penghasilan yang lebih baik. Kalau kata kebanyakan orang, sih, \u201cEmang yang usianya lebih dari 25 tahun, nggak butuh duit, Bang?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari sisi perusahaan atau HRD, juga bakal rugi. Saat saklek ingin merekrut calon karyawan dengan batas usia minimal, selamat, boleh jadi Anda menyia-nyiakan talenta terbaik untuk diajak bekerja sama.<\/span><\/p>\n<h2><b>Usia bukan tolok ukur tunggal<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua, dalam proses perekrutan sekaligus di dunia profesional, usia tidak bisa dijadikan penilaian akhir bahwa calon karyawan akan lebih matang secara sikap-pemikiran-pengambilan keputusan, siap bekerja, lebih rajin, loyal, dan hal banyak lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah kenapa, wawancara untuk melakukan validasi pengalaman serta kemampuan yang dimiliki. Bila perlu lakukan tes pendamping sebagai pelengkap proses seleksi, akan lebih terukur. Dibanding hanya fokus menyeleksi kandidat berdasarkan kelompok usia tertentu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Atau jangan-jangan, sebagian di antara Anda masih saja menggunakan tameng batas usia maksimal pada info lowongan kerja. Agar bisa mendapat calon pekerja dengan usia yang tergolong muda-minim pengalaman, yang katanya gampang diatur dan mau-mau saja ditawari benefit di bawah rata-rata, ya? Eh, ini termasuk bitter truth bagi Anda, ya? Iya?<\/span><\/p>\n<h2><b>Jangan-jangan, angka pengangguran tinggi gara-gara batas usia?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketiga, baru sebatas kecurigaan saya saja, sih. Jangan-jangan, salah satu alasan kenapa angka pengangguran di Indonesia sampai dengan saat ini masih tinggi, adalah karena batasan usia maksimal di banyak info lowongan kerja dianggap normal dan biasa. Barangkali, lho, ya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebab itu, sejak awal sebagian pencari kerja nyalinya sudah ciut. Bahkan sebelum mereka memperkenalkan diri secara lisan di depan HRD. \u201cAduh, usia gue udah lewat batas maksimal. Pasti ditolak ini, sih,\u201d mungkin begitu gumam banyak pencari kerja di luar sana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sampai kapan mau membiarkan hal ini terus berlangsung? Ini bukan soal mental lemah atau nggak siap bersaing, Bung. Anda sadar nggak, sih, dengan adanya batas usia maksimal pada info lowongan kerja, kelompok usia tertentu nggak diberi kesempatan? Bahkan langkahnya sudah di-skak sedari awal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau masih terus begini, saya nggak berharap banyak angka pengangguran di Indonesia akan menurun. Jika diskriminasi usia saja, sampai dengan detik ini masih dianggap bukan suatu masalah di dunia kerja, sih.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Seto Wicaksono<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/esai\/diskriminasi-adalah-virus-ageism-budaya-di-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Diskriminasi Adalah Virus, Salah Satunya Ageism yang Kuat Menjadi Budaya di Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0ini\u00a0ya.<\/em><\/span><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ora mashok!<\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":257651,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[22712,848,148],"class_list":["post-257576","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-batas-usia","tag-lowongan-kerja","tag-pengangguran"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/257576","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=257576"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/257576\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/257651"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=257576"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=257576"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=257576"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}