{"id":256034,"date":"2024-01-13T10:27:06","date_gmt":"2024-01-13T03:27:06","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=256034"},"modified":"2026-01-06T09:29:12","modified_gmt":"2026-01-06T02:29:12","slug":"resep-teh-ginastel-teh-racikan-wong-solo-yang-ngangenin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/resep-teh-ginastel-teh-racikan-wong-solo-yang-ngangenin\/","title":{"rendered":"Resep Teh Ginastel, Teh Racikan Wong Solo yang Ngangenin"},"content":{"rendered":"<p><em>Ginastel adalah rasa teh racikan Solo yang cukup digemari. Kalian bisa mencoba resep teh ginastel untuk dibuat sendiri di rumah, lho!<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teh dikenal sebagai minuman sejuta umat karena sering dihidangkan di acara formal maupun acara santai. Tak heran kalau minuman ini sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia dari <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/gen-z\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">generasi muda<\/a> hingga tua.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tak hanya di Indonesia, ternyata teh juga populer di banyak negara sebagai salah satu minuman sehat. Bahkan teh <\/span><a href=\"https:\/\/www.kajianpustaka.com\/2021\/03\/teh-definisi-jenis-pengolahan-dan-kandungan.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">menempati posisi kedua minuman sehat<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> setelah air murni. Ini karena dalam teh terkandung antioksidan tinggi yang bermanfaat buat menstimulasi sistem imun, mencegah penyakit dalam mulut, melancarkan urine, dan menurunkan tekanan darah sehingga minum teh bisa memberi efek rileks untuk tubuh.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam sejarahnya, teh hijau pertama kali dibawa ke Indonesia pada tahun 1686 oleh <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Dr. Andreas Clayer<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> yang merupakan seorang dokter ahli botani yang menjadi salah satu pegawai VOC kala itu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa jenis teh yang familier di Indonesia antara lain teh hijau, teh hitam, dan teh oolong. Ketiganya dibedakan dari proses pengolahannya. Teh hijau tanpa fermentasi, teh hitam dengan fermentasi, dan teh oolong semi-fermentasi.<\/span><\/p>\n<h2 class=\"sub-title mb-1\"><strong>Filosofi teh bagi masyarakat Solo<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbicara tentang teh, masyarakat Solo memiliki selera unik untuk menikmati teh. Keunikan selera ini kemudian menjadi ciri khas sajian <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">wedang<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> teh di kota ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi masyarakat Solo, menikmati <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">wedang<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> teh bersama keluarga menjadi tradisi turun temurun. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Wedang<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> teh dinikmati saat sore atau malam hari saat berkumpul dengan keluarga atau biasa disebut <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">wedangan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Saat hajatan, pasti juga disuguhi <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">wedang<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> teh. Makanya, teh sangat melekat dalam keseharian masyarakat kota kelahiran <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/jokowi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bapak Jokowi<\/a> ini.<\/span><\/p>\n<h2 class=\"sub-title mb-1\"><strong>Ginastel, teh racikan khas wong Solo<\/strong><\/h2>\n<p>Di Solo,\u00a0wedang\u00a0teh biasa disajikan dengan tampilan yang lebih\u00a0kenthel\u00a0(pekat) daripada minuman teh yang biasa ditemukan di luar kota ini. Di Solo sendiri minuman teh biasa disebut ginastel atau nasgitel yang merupakan akronim dari\u00a0legi (manis), panas, sepat, dan\u00a0kenthel\u00a0(pekat) atau wasgitel wangi, sepat,\u00a0legi\u00a0(manis), dan\u00a0kenthel\u00a0(pekat).<\/p>\n<p>Wedang teh ginastel merupakan campuran dari daun teh, tangkai pucuk teh, dan bunga melati, untuk mendapatkan aroma dan kekentalan teh yang khas. Hal yang membedakan teh racikan Solo dengan teh lain adalah penggunaan tehnya itu sendiri.<\/p>\n<p>Di Solo, masyarakatnya lebih familier menggunakan berbagai macam merek teh tubruk daripada teh celup saat meracik minuman teh. Penggunaan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/teh-tubruk\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">teh tubruk<\/a> untuk racikan wedang teh ginastel lahir dari kebiasaan masyarakat Solo yang lebih suka minum teh yang berwarna pekat (kenthel) dengan warna merah kehitaman. Karena jika menggunakan teh celup biasanya hasilnya bening dan rasanya kurang mantap.<\/p>\n<p>Penggunaan teh tubruk untuk racikan wedang teh ginastel lahir dari kebiasaan masyarakat Solo yang lebih suka minum teh yang berwarna pekat (kenthel) dengan warna merah kehitaman. Karena jika menggunakan teh celup biasanya hasilnya bening dan rasanya kurang mantap.<\/p>\n<h2><strong>Identik dengan hik<\/strong><\/h2>\n<p>Teh racikan ginastel identik dengan tempat wedangan atau <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/fenomena-es-teh-jumbo-yang-menggusur-es-teh-hik-plastikan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">hik (angkringan)<\/a> yang ada di Solo. Minuman racikan para penjaja hik inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pendatang. Para penikmat teh racikan Solo biasa menikmati wedang teh dengan ditemani gorengan hangat di hik yang banyak tersebar di pinggir jalan kota.<\/p>\n<p>Meski secara umum teh racikan Solo semua disebut ginastel, sebenarnya tiap-tiap warung penjaja\u00a0wedang\u00a0teh memiliki ciri khas yang disesuaikan dengan selera masing-masing\u00a0owner.\u00a0Itulah mengapa tidak ada patokan paten rasa ginastel yang benar itu seperti apa, karena ginastel racikan tiap pembuat pasti berbeda. Meski bisa dibilang semua teh yang dijajakan pasti\u00a0kenthel\u00a0dan mantap.<\/p>\n<p>Di Solo, teh ginastel biasa diracik menggunakan tiga atau lebih merek teh tubruk. Tentunya untuk mendapatkan rasa wedang teh ginastel yang sesuai dengan lidah, harus terlebih dahulu tahu karakter masing-masing merek teh tubruk yang beredar di pasaran. Ada resep untuk membuat teh ginastel.<\/p>\n<p>Misal untuk mendapatkan rasa sepat dapat menggunakan merek teh Gopek atau Poci. Lalu untuk mendapatkan aroma harum bisa menggunakan teh Sintren, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/teh-dandang-2-in-1-inovasi-yang-bikin-ngeteh-nggak-lagi-ribet\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Dandang,<\/a> atau Nyapu. Serta untuk mendapat warna yang kenthel (pekat) bisa didapat dari teh Gardoe atau teh 999. Saat membuat racikan teh ginastel, campur tiga merek teh misal Gopek, Nyapu, dan Gardoe, untuk menghasilkan rasa dan aroma yang balance.<\/p>\n<h2 class=\"sub-title mb-1\"><strong>Resep teh ginastel untuk dibuat sendiri di rumah<\/strong><\/h2>\n<p>Cara membuat teh ginastel cukup mudah. Kita bisa membuatnya sendiri di rumah.<\/p>\n<p>Pertama, rebus air hingga mendidih. Masukkan racikan teh tubruk, tutup kembali panci atau teko agar aroma teh tidak hilang. Diamkan selama 15 hingga 20 menit. Saring teh, kemudian tambahkan gula sesuai selera. Ginastel bisa dinikmati dalam keadaan panas maupun dicampur dengan es, karena dua-duanya sama-sama nikmat.<\/p>\n<p>Bagi yang ingin mencoba resep teh ginastel di rumah, kalian bisa membeli paket teh oplosan yang banyak dijual di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/9-rekomendasi-kuliner-di-pasar-gede-solo-yang-sayang-untuk-dilewatkan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pasar Gede Solo<\/a>. Paket racikan teh biasanya berisi enam merek teh dengan harga berkisar dari Rp25 ribu hingga Rp30 ribu. Paket-paket teh ini juga sudah dipasarkan melalui marketplace yang dapat dikirim ke seluruh Indonesia.<\/p>\n<p>Penulis: Umi Salamah<br \/>\nEditor: Intan Ekapratiwi<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/es-teh-ginastel-es-teh-asal-solo-yang-tidak-menyalahi-namanya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Es Teh Ginastel, Es Teh Asal Solo yang Tidak Mengkhianati Namanya<\/a>.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ginastel adalah rasa teh racikan Solo yang cukup digemari para penggemar teh. Kita bisa membuat resep teh ginastel di rumah, lho.<\/p>\n","protected":false},"author":2534,"featured_media":257321,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_comment_section":"1"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0","format":"standard","subtitle":""},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[22121,21599,11355,2284,22672,1738,22673,1736],"class_list":["post-256034","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-budaya-minum-teh","tag-es-teh-ginastel","tag-minum-teh","tag-solo","tag-teh-ginastel","tag-teh-hijau","tag-teh-hitam","tag-teh-tubruk"],"modified_by":"Anggi Thoat Ariyanto","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/256034","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2534"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=256034"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/256034\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/257321"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=256034"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=256034"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=256034"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}