{"id":255889,"date":"2024-01-11T10:35:31","date_gmt":"2024-01-11T03:35:31","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=255889"},"modified":"2024-01-11T10:23:55","modified_gmt":"2024-01-11T03:23:55","slug":"pengamen-bikin-lebih-boros-ketika-makan-di-pinggir-jalan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pengamen-bikin-lebih-boros-ketika-makan-di-pinggir-jalan\/","title":{"rendered":"Pengamen Bikin Saya Lebih Boros ketika Makan di Pinggir Jalan"},"content":{"rendered":"<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Makan di pinggir jalan tidak lagi murah kalau kedatangan pengamen.\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya suka makan di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jika-orang-orang-mempromosikan-warung-pinggir-jalan-di-instastory-mereka\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">warung-warung pinggir jalan.<\/a> Selain ramah di kantong, entah mengapa makan di pinggir jalan terasa lebih syahdu. Menikmati makanan di bawah temaram lampu jalan dan suara kendaraan yang lalu lalang meninggalkan pengalaman yang berkesan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makan di pinggir jalan terasa semakin lengkap dengan kehadiran pengamen. Mereka membawakan beberapa lagu dengan merdu. Bahkan, saya bisa request lagu favorit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, itu semua dahulu, kini pengamen membuat saya boncos. Terakhir saya makan di pinggir jalan, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/lika-liku-pengamen-saat-ini-dibayar-bukan-untuk-bernyanyi-tapi-agar-segera-pergi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">jumlah pengamen yang datang banyak sekali<\/a>! Bahkan, kalau ditotal, mungkin saja pengeluaran saya hari itu setara dengan makan di tempat makan yang lebih layak.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Pergi pengamen satu, datang seribu<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya merasa jumlah pengamen yang menghampiri ketika makan di pinggir jalan lebih banyak sekarang ini. Entah perasaan saya atau memang demikian. Tak sampai lima menit setelah pengamen pertama, pengamen kedua muncul, disusul ketiga dan seterusnya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukannya saya nggak mau memberi apresiasi berupa uang, tapi kalau tiap menit ada, lama-lama saya boncos juga. Niat hati makan pinggir jalan biar hemat, ini malah jadi boros. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Saya jadi mikir-mikir kalau ingin makan di tempat yang banyak pengamennya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya saya nggak ada masalah dengan pengamen yang mencari rezeki dengan menghibur mereka yang sedang makan. Hanya saja, mbok ya jumlahnya jangan terlalu banyak di satu tempat makan. Selain itu, tolonglah sedikit berlatih nada.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya amat-amati, <a href=\"https:\/\/news.detik.com\/berita\/d-3202035\/i-pengamen-yang-dulu-bukanlah-yang-sekarang-i\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pengamen zaman sekarang<\/a> berbeda dengan zaman dahulu. Kalau dahulu, mereka bisa menambah kenikmatan makanan dengan suara merdu. Betul-betul berbakat. Kalau kini, banyak\u00a0 yang asal bunyi dan malah merusak mood.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Nggak pergi sebelum ada apresiasi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saking banyaknyanya pengamen yang datang, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/toko-kelontong-bukan-tempat-penukaran-uang-tolong-kesadarannya-hyung\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">persediaan uang kecil<\/a> saya sering habis. Sialnya, ada tipe pengamen yang malah makin nyaring saat tidak diberi apresiasi. Sialnya lagi, mereka bernyanyi dengan bersuara sumbang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau sudah dalam posisi seperti itu, mau nggak mau saya akhirnya merogoh seluruh tempat yang memungkinkan terselip uang kecil atau receh. Mulai dari tas, kantong baju, celana, sela-sela dompet. Saya upayakan semampu saya untuk memberikan apresiasi agar mereka segera berpindah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Solusi paling memungkinkan agar jumlah pengamen tidak membeludak di suatu tempat adalah kesadaran pemilik tempat makan. Mereka bisa <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">memilih satu hingga tiga orang atau kelompok untuk bermain secara rutin di tempat makannya. Nggak perlu musisi yang benar-benar jago, tapi setidaknya layak untuk tampil di depan orang banyak. <\/span><\/p>\n<p>Saya rasa langkah itu bisa mengembalikan lagi pengalaman syahdu makan di pinggir jalan. Para pengamen tetap punya kesempatan untuk mencari rezeki dan mengasah bakatnya. Pemilik warung pun tidak jadi kehilangan pelanggannya.<\/p>\n<p>Penulis: Muhammad Iqbal Habiburrohim<br \/>\n<span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/fenomena-pengamen-galak-yang-meresahkan-di-solo\/\"><b>Fenomena Pengamen Galak yang Meresahkan di Solo: Cari Rezeki kok Pakai Marah-marah? Kalau Ada yang Nggak Terima Gimana?<\/b><\/a><\/p>\n<p><b>\u00a0<\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Makan di pinggir jalan tidak lagi murah ketika ada pengamen. Jumlah mereka tidak sedikit sehingga cukup menguras kantong.<\/p>\n","protected":false},"author":1167,"featured_media":255975,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[5269,438,4933,3638,452,10314],"class_list":["post-255889","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-boros","tag-kuliner","tag-makan-pinggir-jalan","tag-pedagang-kaki-lima","tag-pengamen","tag-uang-receh"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/255889","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1167"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=255889"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/255889\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/255975"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=255889"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=255889"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=255889"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}