{"id":255863,"date":"2024-01-11T11:53:39","date_gmt":"2024-01-11T04:53:39","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=255863"},"modified":"2024-01-10T21:54:48","modified_gmt":"2024-01-10T14:54:48","slug":"kejadian-absurd-yang-sering-saya-alami-saat-berbelanja-di-alfamidi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kejadian-absurd-yang-sering-saya-alami-saat-berbelanja-di-alfamidi\/","title":{"rendered":"Kejadian Absurd yang Sering Saya Alami Saat Berbelanja di Alfamidi"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya dan Alfamidi ibarat simbiosis bunga dan lebah, saling menguntungkan. Tapi, dalam perjalanannya bukan berarti nggak ada keluhan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berhubung rumah saya memang dekat dengan Alfamidi baik saat masih gadis sampai sudah jadi emak-emak, alhasil Alfamidi menjadi warung kelontong upsize favorit saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Telah menjadi pelanggan setia lebih dari 10 tahun, di sini saya cuma mau share kejadian absurd apa saja yang kerap saya alami saat belanja di Alfamidi. Mungkin aja ada dari kalian yang relate.<\/span><\/p>\n<h2><b>Harga di label berbeda dengan aslinya<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalo pengalaman ini pastinya kalian juga sering ngalamin. Liat label harga, udah sumringah karena pas sama uang di saku. Eh pas bayar ternyata harganya beda. Lah dalah gimana nggak panik, lah wong bawa duitnya cuma segitu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal inilah yang juga beberapa kali saya alami saat berbelanja di Alfamidi. Mending kalo ternyata harga aslinya lebih murah, kalo lebih mahal kan jadi ngenes.<\/span><\/p>\n<h2><b>Promo &#8220;palsu&#8221; Alfamidi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Alfamidi produk promo biasanya ditandai dengan label oranye. Nah, kaum mendang-mending kaya saya ini, selalu mengincar produk-produk yang lagi diskon kaya gini. Tapi sayangnya, kadang kita dikibulin karena pas bayar ternyata harganya normal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kadang saking gemes, saya sampai konfirmasi ke kasir dan bilang, &#8220;Mbak, bukannya ini lagi promo?&#8221; Alhasil mba kasir cek ke etalase barang dan ada dua kemungkinan jawabannya antara promo belum dicopot, atau di sistem tidak ada tanda-tanda promo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini tentu jadi tanda tanya. Misal itu promo belum dicopot, kan artinya ada yang salah dalam perencanaannya kan. Kalau sistem, ya sama aja sih. Harusnya malah sistem lebih mudah diupdate kan?<\/span><\/p>\n<h2><strong>Kena PHP voucher Alfamidi<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Alfamidi kadang kita suka dapet <a href=\"https:\/\/alfamart.co.id\/news-detail\/Ketahui-Cara-Mendapatkan-dan-Menukarkan-Voucher-Belanja-Alfamart\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kode voucher<\/a> di ekor struk. Lumayan, bisa dapat potongan 10 ribu kalo belanja minimal 200 ribu. Meskipun tau ini trik marketing, tapi kalo beneran didiskon ya lumayan lah ya. Tapi yang bikin mengkel hati adalah, sampai nulis artikel ini, saya selalu di PHP-in kode voucher di ekor struk itu!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Udah membulatkan tekad buat belanja 200 ribu di Alfamidi, dan bawa struk yang ada kode vouchernya. Eh pas di kasir, kodenya nggak bisa digunakan dongg. Pengin ngamuk nggak tuh??<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kadang saya sampai bawa 3 kode voucher dan semuanya nggak ada yang bisa digunakan walau tanggal l kode masih berlaku alias belum expired. Kalo udah begini, saya dan si mba kasir cuma bisa sama-sama meringis walau dalam hati saya menangis.<\/span><\/p>\n<h2><b>Item siluman di struk<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat sudah jadi emak-emak, jujur saya ini super teliti. Kalo selesai belanja, pasti saya ngecek struk dulu. Dan ya, beberapa kali saya menemukan item siluman di struk yang padahal nggak ada di kantong belanjaan saya. Artinya saya nggak beli barang itu tapi saya harus bayar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernah saya nggak beli buah potong, dan di struk ada buah potongnya. Oleh karena harganya lumayan, saya balik dong ke kasir dan akhirnya uang saya dibalikin. Walau kadang nggak enak, karena si kasir jadi ditegur sama seniornya, tapi gimana ya bagi emak-emak uang 10 ribu berharga banget yaa kan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernah juga saya beli satu produk tapi di struk tercantum tiga. Oalah pantes harganya melebihi ekspektasi. Harusnya ini bisa jadi evaluasi juga buat Alfamidi. Saya tahu pekerjanya pasti capek, makanya bisa salah. Itu wajar banget, makanya siapa tahu tulisan ini bisa jadi masukan buat mereka berbenah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu dia pengalaman absurd yang pernah saya alami saat belanja di Alfamidi? Kalian pernah ngalamin juga nggak sih? Atau emang saya aja yang apes hehe.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walaupun begitu saya masih tetep cinta kok sama Alfamidi dan berharap mudah-mudahan ke depannya saya nggak ngalamin 4 hal ngenes tadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sarannya sih biar kalian nggak ngalamin hal yang sama, mending sebelum bayar, tanya dulu benarkah produk tersebut harganya segitu atau benarkah sedang ada promo. Lalu kalo sampai ketemu item siluman seperti saya jangan nggak enakan atau malu buat balik dan minta hak kalian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan buat Alfamidi semoga bisa lebih teliti lagi biar kita para pelanggan setia nggak merasa di-PHP-in.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Raras Weni<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/indomaret-point-vs-alfamidi-mending-belanja-di-mana\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Indomaret Point vs Alfamidi: Mending Belanja di Mana?<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0ini\u00a0ya.<\/em><\/span><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada yang pernah mengalami?<\/p>\n","protected":false},"author":2527,"featured_media":255909,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13078],"tags":[17503,4503,22624,22625,2531],"class_list":["post-255863","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup","tag-alfamidi","tag-belanja","tag-kejadian-absurd","tag-pengalaman-belanja","tag-promo"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/255863","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2527"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=255863"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/255863\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/255909"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=255863"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=255863"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=255863"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}