{"id":255032,"date":"2024-01-09T09:00:28","date_gmt":"2024-01-09T02:00:28","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=255032"},"modified":"2024-01-09T07:30:50","modified_gmt":"2024-01-09T00:30:50","slug":"sate-khas-bali-selain-sate-lilit-yang-nggak-kalah-lezat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sate-khas-bali-selain-sate-lilit-yang-nggak-kalah-lezat\/","title":{"rendered":"3 Sate Khas Bali selain Sate Lilit yang Nggak Kalah Lezat"},"content":{"rendered":"<p><em>Sate lilit memang enak, tapi ada banyak olahan sate khas Bali lainnya yang underrated.<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sate menjadi salah satu makanan Indonesia yang digemari banyak orang. Termasuk, wisatawan mancanegara. Mereka penasaran dengan sate di Indonesia yang punya berbagai macam olahan dan cita rasa.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu sate yang terkenal adalah sate lilit. Olahan sate khas Bali ini menggunakan berbagai macam bumbu untuk melumuri dagingnya. Kekayaan rasa dari bumbu inilah yang menjadi ciri khas sate lilit. Bumbu sate lilit biasanya terdiri dari campuran bawang putih, bawang merah, serai, dan daun jeruk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sate lilit biasanya disajikan menggunakan saus kacang atau kecap. Rasa pedas khas Bali dan harumnya\u00a0 aroma serai dari bumbu sate lilit tadi sangat serasi dengan saus kacang atau kecap. Pantas saja olahan sate khas Bali yang satu ini selalu direkomendasikan ketika <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/culture-shock-orang-jawa-yang-merantau-ke-bali\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">wisatawan mengunjungi Pulau Bali.<\/a>\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain sate lilit, ternyata ada olahan sate khas Bali lainnya yang tidak kalah lezat. Kalau kalian mampir ke Pulau Dewata, kalian harus mencicipi macam-macam olahan sate selain sate lilit.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Sate plecing<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sate plecing adalah panganan khas dari Singaraja, Bali. Sate plecing dikenal dengan cita rasa yang pedas, segar, dan gurih. Kuliner sate plecing juga merupakan salah satu menu perayaan yang hampir selalu disajikan ketika ada<a href=\"https:\/\/mojok.co\/corak\/curhat\/bersiap-dengan-pertanyaan-kapan-nikah-di-arisan-keluarga\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> acara keluarga atau kerabat.<\/a><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara memasak sate plecing hampir sama dengan sate pada umumnya, yakni dengan menusukkan daging seperti daging ayam atau sapi yang sudah dipotong kecil-kecil pada tusuk sate, lalu dibakar. Pembeda sate plecing dengan sate-sate lainnya adalah tidak menggunakan bumbu kacang. Sebagai gantinya, sate menggunakan sambal plecing.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sambal plecing memiliki cita rasa pedas dan gurih. Ada dua varian sambal yang bisa dipilih yaitu sambal plecing manis dan sambal plecing pedas. Sambal plecing yang bewarna merah yang diguyur di atas sate menambah daya pikat makanan yang satu ini. Adapun sambal plecing terbuat dari <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">cabai, terasi, bawang putih, dan terasi. Panganan ini cocok banget disantap bersama dengan nasi atau lontong.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Sate kakul<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sate kakul adalah sate siput khas Ubud, Bali. Panganan ini terbuat dari daging siput karena di daerah Ubud banyak ditemukan siput yang tersebar di banyak area persawahan. Sate kakul dikenal juga karena rasanya yang pedas dan dagingnya kenyal juga manis. Biasanya sate siput ini akan disajikan dengan nasi putih dan <a href=\"https:\/\/www.kompas.com\/food\/read\/2021\/01\/11\/194000475\/resep-jukut-ares-makanan-khas-bali-saat-hujan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">jukut ares khas Bali<\/a>.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Sate kablet<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dilihat dari tampilannya, sate kablet sekilas mirip dengan sate lilit. Tapi, kedua olahan sate ini berbeda bumbu. Sate kablet terbuat dari ikan tuna yang sudah dipotong dan dihaluskan lalu dililitkan ke tusukan bambu. Uniknya sate kablet bisa dikukus juga sebelum dinikmati dengan<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sambal-matah-vs-sambal-bawang-mana-yang-lebih-enak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> sambal matah<\/a> atau sambal kecap. Kalau mau dipanggang di atas bara api sampai kecoklatan juga bisa kok, supaya punya efek rasa smokey gitu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Olahan sate khas Bali ada banyak. Kalau kalian mampir ke Bali, jangan cuma cicipi sate lilit saja ya. Perkaya pengalaman kuliner kalian dengan mencicipi sate plecing, sate kakul, dan sate kablet. Rasanya unik dan tidak kalah lezat kok!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Ni Putu Roshinta Dewi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-makanan-maknyus-khas-indramayu-yang-mulai-langka\/\"><b>4 Makanan Maknyus Khas Indramayu yang Mulai Langka<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada berbagai macam olahan sate khas Bali selain sate lilit, seperti sate plecing, sate kakul, dan sate kablet.<\/p>\n","protected":false},"author":1615,"featured_media":255098,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[9507,22575,2460,22576,22577],"class_list":["post-255032","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-bali","tag-olahan-sate-khas-bali","tag-sate","tag-sate-khas-bali","tag-sate-lilit"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/255032","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1615"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=255032"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/255032\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/255098"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=255032"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=255032"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=255032"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}