{"id":254921,"date":"2024-01-08T12:01:24","date_gmt":"2024-01-08T05:01:24","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=254921"},"modified":"2024-01-08T11:50:46","modified_gmt":"2024-01-08T04:50:46","slug":"opini-mahasiswa-biasa-dimuat-di-media-media-ini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/opini-mahasiswa-biasa-dimuat-di-media-media-ini\/","title":{"rendered":"7 Rekomendasi Media yang Memuat Tulisan Opini Mahasiswa"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Komentar terkait opini mahasiswa sulit tembus media terdengar usang saat ini. Seiring berkembangnya teknologi, semakin banyak platform online yang menyediakan ruang bagi warga bersuara, tidak terkecuali mahasiswa melalui tulisan opininya. Bahkan, kalau opini tidak dimuat di media, mahasiswa bisa menyalurkan pemikirannya melalui <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tips-sehat-mental-mengarungi-media-sosial-yang-brutal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">media sosial<\/a>.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, bagi kalian yang ingin menuliskan opini atau pendapat akan suatu isu dan dibaca banyak orang, mungkin bisa simak media-media di bawah ini. Mereka menyediakan kolom bagi para pembaca untuk memberikan gagasan terbaiknya dengan standar kurasi yang sudah ditentukan. Media-media ini bisa menjadi alternatif bagi mahasiswa yang diberikan tugas dosen untuk mempublikasikan karyanya di media.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Mojok<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ingin menulis opini dengan gaya bahasa yang santai ala anak muda? Kalian harus mencoba mengirimkan tulisan ke <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Terminal Mojok<\/a>. Di media ini kamu dapat mengirimkan berbagai macam tulisan tentang berbagai isu. Kalian juga bisa menuliskan pengalaman-pengalaman yang dirasa perlu untuk diketahui publik atau sekadar keresahan dari diri sendiri melihat kenyataan di dunia ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi saya, Mojok tidak hanya media untuk belajar menulis, tapi juga untuk menambahkan relasi melalui tulisan. Seperti yang sudah saya singgung sebelumnya, Mojok itu unik. Penulis bisa turut berpendapat atau mengomentari tulisan lain yang sudah terbit. Cara ini jelas akan memperkaya pembaca dengan berbagai sudut pandang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kalian ingin menulis di Mojok dan belum punya ide, mungkin bisa dicoba dengan membaca tulisan-tulisan yang sudah ditayangkan. Barangkali ada tulisan yang menggelitik dan ingin kalian tanggapi. Tentu tanggapannya sesuai dengan porsi kalian ya, nggak perlu ndakik-ndakik.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Kumparan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain menyajikan berita-berita nasional, Kumparan juga memberi wadah bagi siapa saja yang ingin mengirimkan opini dan cerita. Kalian bisa mencoba mengirimkan tulisan di media ini karena proses penerbitan tulisan cukup cepat. Kalian juga tidak akan ditinggal tanpa kepastian karena sistem akan memberikan kepastian lolos tidaknya tulisan yang dikirim.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedikit tips dari saya bagi kalian yang ingin mengirimkan tulisan, gunakan<a href=\"https:\/\/mojok.co\/komen\/versus\/menyalahkan-bahasa-orang-lain\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> bahasa baku yang sesuai KBBI<\/a>. Selain itu, kurangi typo dalam tulisan. Semoga tulisan kalian tembus ya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Viva Vstory<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menulis di Viva Vstory tidak hanya bisa menyalurkan isi kepala kalian, kalian juga bisa mendapat penghasilan tambahan. Apalagi kalau tulisan kalian dibaca banyak orang, pendapatan mungkin akan semakin tinggi. Mengingat, penghasilan di Viva Vstory dihitung berdasar views atau pengunjung yang membaca tulisan kalian. Proses penerbitan artikel di Viva Vstory juga tidak terlalu ketat dan lama seperti media lainnya, umumnya akan diberitahukan 3 hari sejak pengiriman tulisan.<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Kompasiana<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kompasiana adalah media sosial berbasis blog yang bernaung di bawah <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kompas Cyber Media. Sedikit berbeda dengan media-media lain, di Kompasiana kalian bisa langsung menerbitkan tulisan kalian. Walau begitu, para editor Kompasiana akan tetap mengawasi tulisan-tulisan yang masuk agar tidak melanggar ketentuan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, untuk kalian yang mendapat <a href=\"https:\/\/mojok.co\/esai\/kolom\/kolom-alasan-untuk-tidak-menulis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tugas menulis opini<\/a> dari dosen dan perlu segera diterbitkan, Kompasiana bisa menjadi jalan keluar.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#5 GEOTIMES Indonesia<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">GEOTIMES Indonesia adalah <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">portal kolom populer dan terkini tentang tokoh dan kebijakan publik. Portal ini akan menerima tulisan-tulisan seputar agama, ekonomi, politik, sosial, dan media. Kalian yang ingin mengirimkan tulisan, pastikan naskah kalian sudah menyentuh minimal 750 kata ya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Portal ini memang mengangkat tulisan-tulisan yang berperspektif tajam. Oleh karena itu, jangan lupa perkuat tulisan kalian dengan data-data yang menunjang. Jangan sekadar omong kosong tanpa bukti.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#6 Detik<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Detik adakah salah satu media nasional terbesar yang ada di Indonesia. Media ini juga memberi kesempatan untuk masyarakat Indonesia mengirimkan opini terbaiknya. Menurut saya, media yang paling sulit lolos untuk mengirim opini ya Detik ini. Setiap harinya ada ribuan tulisan yang dikirimkan, sementara tulisan yang diterbitkan sekitar 3-5 kolom saja.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><strong>#7 Yoursay Suara<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mirip dengan Viva Vstory, Yoursay Suara milik Suara.com bisa menjadi wadah bagi opini mahasiswa dan mendapatkan reward. Setiap tulisan yang dimuat akan mendapatkan poin, di mana poin yang terkumpul dapat ditukarkan dengan reward.\u00a0 Walau hanya sebagai pemanis, reward ini bisa menambah semangat untuk terus menulis.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi kalian yang ingin mengirimkan tulisan di Yoursay Suara, jangan lupa untuk menjadi member terlebih dahulu. Setelah menjadi anggota, kalian juga bisa <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">menjalin pertemanan dengan sesama member YourSay hingga turut berkomentar\/mengirim pesan dengan sesama member.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di atas beberapa rekomendasi media yang biasa menerima opini mahasiswa. Walau kurasinya tidak seketat media cetak, jangan pernah sekali-kali kalian melakukan<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Plagiarisme\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> plagiat<\/a> ya. Mungkin saja tulisan kalian lolos dan dibaca banyak orang, tapi apa kalian nggak malu? Akhir kata, selamat mencoba, semoga tembus!<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Muhammad Haryo Pambudi<br \/>\nEditor: Kenia Intan<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/riset-saya-soal-gimana-caranya-tulisan-bisa-sayang-eh-tayang-di-terminal-mojok\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Riset Saya Soal Gimana Caranya Tulisan Bisa Sayang Eh Tayang Di Terminal Mojok<\/a><\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Beberapa media yang kerap menayangkan opini mahasiswa: Mojok, Kumparan, Viva Vstory, Kompasiana, GEOTIMES Indonesia, Detik, dan Yoursay Suara.<\/p>\n","protected":false},"author":2522,"featured_media":254983,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12910],"tags":[34,2417,8466,22555],"class_list":["post-254921","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan","tag-mahasiswa","tag-media","tag-opini","tag-opini-mahasiswa"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/254921","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2522"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=254921"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/254921\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/254983"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=254921"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=254921"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=254921"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}