{"id":254691,"date":"2024-01-11T09:57:32","date_gmt":"2024-01-11T02:57:32","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=254691"},"modified":"2024-01-11T08:15:29","modified_gmt":"2024-01-11T01:15:29","slug":"susahnya-mendapat-gaji-umr-di-tangerang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/susahnya-mendapat-gaji-umr-di-tangerang\/","title":{"rendered":"Susahnya Mendapat Gaji UMR di Tangerang, Kota Penyangga Jakarta: Kerja Serius, Gajinya Bercanda"},"content":{"rendered":"<p><em>Meraih gaji UMR di Tangerang ternyata nggak gampang~<\/em><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menjadi kawasan penyangga ibu kota, Tangerang kini menjelma menjadi kota metropolitan yang seolah tak pernah tidur. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Menyaingi <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/jakarta\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jakarta,<\/a> kini Tangerang juga telah menjadi salah satu tujuan untuk mendapatkan penghidupan yang lebih baik.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sekilas, Tangerang terlihat sangat megah. Tapi, rumput tetangga memang selalu lebih hijau dan menawan, kan? <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi pribumi yang masih setia jadi budak korporat seperti saya gini, hidup di kota ini semakin sulit.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Semakin maju Tangerang tentu membuat biaya hidup di Kota Seribu Industri ini makin selangit. Sayangnya, biaya hidup ini berbanding terbalik dengan pendapatan rata-rata yang bikin menjerit<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<h2><b>Meraih gaji UMR di Tangerang bagai mencari jarum di tumpukan jerami alias susah!<\/b><\/h2>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menjadi pusat bisnis dan kota industri, lapangan kerja di Tangerang memang bisa dibilang melimpah. Untuk lulusan S1, SMA, bahkan SMP, tersedia banyak lapangan pekerjaan. Akan tetapi yang bikin nyesek bukan itu, melainkan gaji yang bikin kalian auto mengelus dada<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun data menyebutkan UMR di kawasan Tangerang, baik itu Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Tangerang Selatan, berada di angka 4,5 jutaan, fakta di lapangan, sebagian besar penyedia kerja justru menawarkan gaji yang sangat jauh dibawah angka tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Alih-alih gaji UMR, mendapat gaji setengah dari UMR saja sudah bikin sujud syukur. Sebab, rata-rata dari pengalaman saya melamar ke berbagai perusahaan untuk jenjang pendidikan SMA, gaji yang ditawarkan berkisar antara 1,5 hingga 2 juta saja.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Fyi, saya tinggal di kawasan Gading Serpong, Kabupaten Tangerang. Kawasan ini bisa disebut sebagai salah satu <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tangerang-rasa-timur-tengah-jadi-pusat-bisnis-minim-rth\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kawasan yang paling pesat geliat bisnisnya<\/a>. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi siapa sangka, di balik semua itu, terdapat ratusan pekerja yang menjerit dengan gaji yang minim namun tak punya pilihan lain untuk menyambung hidup.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika dibuat perbandingan, pekerjaan bergaji UMR Tangerang dan bergaji super rendah di sini bisa dibilang 1:200. Jadi, mendapat pekerjaan dengan gaji UMR akan membuat kalian seolah mendapat doorprize.<\/span><\/p>\n<h2><b>Rentang gaji yang mati suri sejak satu dekade lalu\u00a0<\/b><\/h2>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Membahas persoalan gaji UMR di Tangerang memang selalu jadi topik yang membuat panas dada. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Apalagi hal ini bukan hanya terjadi hari ini. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Bagai mati suri, siapa sangka rentang gaji 10 tahun lalu dan hari ini masih relatif sama.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sekitar 10 tahun lalu, kakak saya melamar sebagai <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/squidward-adalah-kasir-yang-nggak-ramah-kok-nggak-dipecat-tuan-krab\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kasir restoran<\/a> ditawarkan gaji sebesar 1,5 juta per bulan. Dan hari ini, giliran saya yang melamar di bidang pekerjaan yang sama ditawarkan dengan angka gaji 1,7 juta. Hanya nambah 200 ribu saja, Bos.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal jelas, biaya hidup 10 tahun lalu dengan hari ini sangat berbeda dengan inflasi berkisar 2-5 persen per tahunnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika biaya hidup di kota ini merangkak naik tiap tahunnya, mengapa justru rentang gaji mandeg. Fenomena inilah yang membuat kami sesama pegawai berpenghasilan rendah sering merenung berjamaah memikirkan rumus terbaik untuk mengatur gaji tersebut agar cukup untuk satu bulan ke depan plus kalau bisa untuk investasi saham.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kerja serius gaji bercanda (ngajak gelut)<\/b><\/h2>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ada yang bilang pekerjaan yang bercanda, gajinya serius. Sementara pekerjaan yang serius, gajinya bercanda (<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">atau lebih tepatnya ngajak gelut alias berantem).\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saat menyortir<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/lowongan-kerja\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> lowongan pekerjaan<\/a>, entah mengapa pekerjaan bergaji nggak manusiawi tersebut justru memiliki kualifikasi yang selangit. Boro-boro berharap dapat gaji UMR Tangerang, yang terjadi malah tawaran pekerjaan jauh di bawahnya. Misalnya seperti lowongan kerja berikut ini:<\/span><\/p>\n<ul style=\"font-weight: 400;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Minimal lulusan SMA\/D3<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Usia maksimal 25 tahun<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berpenampilan menarik<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Belum menikah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Siap bekerja 12 jam (long shift)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Siap bekerja di bawah tekanan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gaji 1,5-1,8 juta per bulan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Inilah yang saya bilang sudah bukan bercanda lagi, melainkan ngajak gelut. Berani-beraninya dengan memberikan gaji yang serendah itu seorang manusia harus bekerja 12 jam dan di bawah tekanan. Itu kerja di perusahaan atau <a href=\"https:\/\/katadata.co.id\/agung\/lifestyle\/64d1b62e379c8\/sejarah-kerja-rodi-pada-masa-penjajahan-belanda-di-indonesia\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kerja rodi<\/a>?<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan untuk pekerjaan di bidang kuliner macam restoran, jam kerjanya bisa lebih panjang lagi, yakni dari jam 7 pagi hingga 10 malam atau 15 jam! <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Atau dengan kata lain, kita hanya diizinkan tidur dan bekerja saja tiap harinya. Bagai robot dengan settingan default.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terlebih selepas pandemi dan meningkatnya isu resesi semakin membuat gaji dan beban pekerjaan semakin nggak masuk nalar. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Melihat tampang-tampang lesu dan kelelahan dari para pekerja sungguh miris. Apalagi buat para pekerja yang gajinya nggak mencapai UMR Tangerang sama sekali.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah regulasi yang jelas melanggar aturan ketenagakerjaan ini memang nggak diketahui oleh Pemda setempat atau mereka sengaja tutup mata. Entahlah. Yang pasti, kami kaum marjinal selalu berharap mimpi buruk ini lekas berakhir. Semoga!<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Firtian Ramadhani<br \/>\nEditor: Intan Ekapratiwi<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tangerang-rasa-timur-tengah-jadi-pusat-bisnis-minim-rth\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tangerang Rasa Timur Tengah: Jadi Pusat Bisnis, Minim RTH<\/a>.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gaji UMR Tangerang sulit didapat para pekerja. Padahal judulnya upah minimum, harusnya minimum dapat angka segitu.<\/p>\n","protected":false},"author":2521,"featured_media":255944,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[6217,22467,12814,16964,16963,17374,4602],"class_list":["post-254691","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-banten","tag-kabupaten-tangerang","tag-kota-tangerang","tag-pabrik-di-tangerang","tag-tangerang","tag-tangerang-selatan","tag-umr"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/254691","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2521"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=254691"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/254691\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/255944"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=254691"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=254691"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=254691"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}