{"id":254595,"date":"2024-01-06T13:00:33","date_gmt":"2024-01-06T06:00:33","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=254595"},"modified":"2024-01-07T08:08:22","modified_gmt":"2024-01-07T01:08:22","slug":"jalur-motor-jembatan-suramadu-terlalu-sempit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jalur-motor-jembatan-suramadu-terlalu-sempit\/","title":{"rendered":"Orang Madura Bukannya Nggak Paham Aturan, tapi Jalur Motor Jembatan Suramadu Terlalu Sempit hingga Terpaksa Menggunakan Jalur Mobil\u00a0"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa bulan terakhir, video pengendara sepeda motor yang melewati jalur mobil di Jembatan Suramadu banyak yang viral. Berbagai komentar negatif pun bermunculan. Komentar-komentar netizen itu intinya menyalahkan orang-orang Madura yang tidak paham aturan karena tidak menggunakan jalur motor Jembatan Suramadu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukannya ingin membela pengendara sepeda motor, tapi saya hanya ingin meluruskan. Tidak semua orang yang melintas di Jembatan Suramadu adalah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-rahasia-orang-madura-sukses-di-perantauan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">orang Madura<\/a>. Jembatan itu memang menghubungkan antara Surabaya dan Madura, tapi yang melintasinya tidak melulu orang Madura. Jadi komentar negatif terhadap orang-orang Madura itu saya rasa salah sasaran.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, mereka yang berkomentar pasti belum pernah melewati jalur motor Jembatan Suramadu. Kalau pernah melewatinya, mereka mungkin akan seperti saya. Berusaha memaklumi tindakan para pengendara motor di jalur mobil itu. Bagaimana tidak maklum kalau melihat dan merasakan jalur motor Jembatan Suramadu sangatlah sempit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernah sekali waktu saya sengaja menghitung berapa banyak pengendara sepeda motor yang mengambil jalur mobil. Setidaknya ada 25 kendaraan selama saya melintasi Jembatan Suramadu. Jumlah yang tidak sedikit kalau dikonversikan menjadi angka kecelakaan, mengingat banyak kecelakaan terjadi karena pengendara melintasi jalur yang tidak seharusnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tampaknya risiko kecelakaan tidak cukup membuat para pengendara kapok, itu mengapa <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-pelanggaran-lalu-lintas-pengendara-pemula\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">polisi kerap melakukan penilangan<\/a> di Jembatan Suramadu. Namun, tindakan ini tidak juga membuat pengendara jera. Kejadian ini menunjukkan dua hal, pengendara sepeda motor yang memang bebal atau jalur sepeda motor yang tidak sepadan dengan jumlah kendaraan yang melintas.\u00a0 Sejauh pengalaman saya melewati jembatan terpanjang se-Indonesia ini, saya cenderung setuju pada pilihan ke dua.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jalur-motor-jembatan-suramadu-terlalu-sempit\/2\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em><strong>Baca halaman selanjutnya: Jalur motor sempit&#8230;<\/strong><\/em><\/a><br \/>\n<!--nextpage--><\/p>\n<h2><b>Jalur sepeda motor Jembatan Suramadu yang sempit<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kami tidak minta jalur motor dibuat seluas jalur mobil. Namun, setidaknya sesuaikan jalurnya dengan jumlah sepeda motor yang melintas. Sekilas mengamati jalur mobil di Jembatan Suramadu, mereka bisa melintas dengan nyaman. Jalur mobil cukup luas, setidaknya muat untuk 3 mobil berjejer sekaligus. Sangat nyaman bagi pengendara mobil untuk menyalip kendaraan di depannya atau berhenti apabila ada keadaan darurat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisinya jauh berbeda dengan jalur sepeda motor. Lebarnya tidak cukup untuk 3 motor berjejer sekaligus. Perlu sangat berhati-hati kalau ingin menyalip kendaraan lain. Bagi pengendara<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/motor-honda-supra-motor-penuh-wibawa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> motor Supra<\/a> seperti saja, menyalip bukanlah pilihan baik. Jalanan Suramadu yang cenderung menanjak ditambah jalan yang sempit, membuat Supra kesayangan saya ngos-ngosan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangankan menyalip, sepeda motor tiba-tiba berhenti atau melambat saja bisa berbahaya. Jalur yang lurus membius pengendara untuk memasang kecepatan semaksimal mungkin. Kalau tiba-tiba ada kendaraan berhenti, risiko terburuknya adalah terjadi tabrakan. Apalagi jalur sepeda motor yang sempit membuat kendaraan tidak bisa menghindar.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Jalur motor memang dibuat tidak rata<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal lain yang membuat pengendara motor iri adalah jalur mobil Jembatan Suramadu\u00a0 halus dan mulus. Sementara jalur motor dibuat bergerigi dan bergelombang. Jalur mobil full aspal, sedangkan jalur motor dibuat dari beton kotak gorong-gorong yang terbuka di atasnya (<a href=\"https:\/\/dpu.kulonprogokab.go.id\/detil\/828\/konstruksi-saluran-drainase-menggunakan-u-ditch#:~:text=U%2DDitch%20merupakan%20produk%20beton,baik%20dengan%20maupun%20tanpa%20tutup.\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">U-Ditch<\/a>). Penutup sisi yang terbuka itu membuat jalanan tidak rata. Sedikit informasi, jalur motor terbentuk dari beton kotak gorong-gorong karena sekaligus dimanfaatkan sebagai jalur kabel penghubung Surabaya-Madura.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pokoknya, jalur motor sama sekali tidak nyaman seperti jalur mobil. Tidak heran banyak pengendara yang kemudian memilih jalur mobil sebagai solusi. Bukannya membela para pengendara sepeda motor ya, tapi fenomena ini sebenarnya juga bisa menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah. Bukannya tidak mau patuh pada aturan, tapi jalur sepeda motor Jembatan Suramadu memang tidak bisa memenuhi kebutuhan pengendara sepeda motor yang melintas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Abdur Rohman<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA\u00a0 JUGA<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sumenep-madura-jauh-lebih-mending-daripada-bangkalan\/\"> <b>Lupakan Bangkalan, Lebih Baik ke Sumenep ketika Berwisata ke Madura<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Orang Madura bukannya tidak paham aturan. Jalur motor Jembatan Suramadu terlalu sempit, pengendara terpaksa mengambil jalur mobil. <\/p>\n","protected":false},"author":2507,"featured_media":254618,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[22502,21447,19655,5020,1976,405],"class_list":["post-254595","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-jalur-mobil","tag-jalur-motor","tag-jembatan-suramadu","tag-madura","tag-orang-madura","tag-surabaya"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/254595","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2507"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=254595"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/254595\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/254618"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=254595"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=254595"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=254595"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}