{"id":254519,"date":"2024-01-06T08:19:10","date_gmt":"2024-01-06T01:19:10","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=254519"},"modified":"2024-01-06T07:53:58","modified_gmt":"2024-01-06T00:53:58","slug":"jangan-ngasal-protes-nilai-ke-dosen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jangan-ngasal-protes-nilai-ke-dosen\/","title":{"rendered":"Jangan Ngasal, Begini Cara Protes Nilai ke Dosen biar Nggak Sampai Mengulang Mata Kuliah"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelumnya saya pernah menulis tentang cara chat ke dosen pembimbing dengan aman dan tepat. Kali ini, di setelah melaksanakan ujian akhir semester, saya akan berbagi bagaimana cara protes nilai ke dosen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya menyadari, bahwa protes nilai ke dosen ini memang merupakan win-win solution yang bisa dipakai ketika nilai akademik nggak sesuai ekspektasi. Namun, perihal ini kadang bukan menjadi sebuah solusi. Kegelisahan akan nilai yang buruk justru semakin menjadi-jadi karena cara protesnya yang kurang tepat. Niatnya pengin memperbaiki nilai, tapi malah semakin memperburuk karena dosen bersikap jauh lebih mengerikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalian yang sekarang sedang mengalami fase seperti itu, nggak usah khawatir. Baca dan pahami artikel ini aja sampai akhir. Nggak usah khawatir pula kalau cara ini menyesatkan. Sebelum <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-tips-sederhana-untuk-mulai-mengerjakan-skripsi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tips soal perkuliahan<\/a> semacam ini saya tulis, saya selalu konsultasikan ke dosen muda yang kebetulan akrab dengan saya. Semoga ini membantu kalian biar nggak sampai mengulang mata kuliah.<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Pahami tipe dosen sebelum protes<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara pertama, pahami dulu tipe dosen yang akan diprotes. Ini betul-betul harus dilakukan sebelum <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/panduan-menjadi-kating-yang-mengulang-kelas-bersama-adik-tingkat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">menggebu-gebu pengin memperbaiki nilai<\/a>. Sebab, meski cara protes kalian sempurna, tapi kalau dosennya konservatif atau bahkan anti-protes, cara itu nggak akan berguna. Percaya sama saya, protes kalian itu nggak akan dibalas. Kalaupun dibalas, balasannya pasti mengerikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu saja saya paham bahwa dalam perkara ini, mereka nggak boleh bersikap demikian. Tapi ya mau gimana, selama kalian masih mahasiswa, mau protes sekeras-kerasnya, apalagi cuma sendirian, kuasa kalian hanyalah menerima apa yang sudah dosen (konservatif) berikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, saran saya, mending pahami dulu tipe dosen yang akan kalian protes. Kalau dosennya moderat, silakan saja. Tapi kalau konservatif, mending buang jauh-jauh harapan kalian. Dan di semester depan, mulailah menghindari beliau dengan cara nggak mengambil mata kuliah yang diampunya.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Introspeksi diri sebelum protes<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain memahami tipe dosen, introspeksi diri juga harus kalian lakukan sebelum protes. Jangan ujug-ujug protes tanpa memahami betul diri kalian sendiri. Sebab kalau tidak, protes kalian itu akan menjadi bumerang bagi nilai akademik kalian sendiri. Ingat, dosen itu jelas punya kriteria dan musabab dalam pemberian nilai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, pertanyakan pada diri sendiri apa yang salah selama menjalani perkuliahan sehingga kamu dapat nilai seburuk itu. Apakah karena jarang masuk kelas, nggak pernah aktif berdiskusi, atau nggak mengerjakan tugas, baik itu tugas harian, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/dosen-jarang-ngajar-tapi-pelit-nilai-sebenarnya-minta-diapain-sih\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">UTS maupun UAS<\/a>? Ini disesuaikan dengan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dari dosen kalian yang biasanya disampaikan di awal perkuliahan.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Hindari kalimat tanya: \u201cBisakah saya meminta transparansi nilai?\u201d<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yaps, yang ketiga adalah hindari kalimat tanya semacam \u201cBisakah saya meminta transparansi nilai?\u201d Meski salah satu niat kalian protes itu memang meminta transparansi nilai, tetap hindari kalimat itu. Sebab, kalian akan terkesan nggak sopan karena \u201cseolah-olah\u201d menganggap sang dosen nggak transparan dalam memberikan nilai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Iya, saya paham kok, kalau beberapa dosen biasanya memang kurang transparan dalam memberikan nilai. Tapi, saran saya, tetap hindari kalimat itu, ya. Dan sebagai gantinya, kalian bisa memakai kalimat tanya berikut:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPak\/Bu, tadi saya mengecek nilai mata kuliah <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Komunikasi_politik\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Komunikasi Politik<\/a> (sesuaikan sendiri) yang Bapak\/Ibu ampu. Saya mendapatkan nilai C. Mohon maaf, Pak\/Bu, apakah saya boleh bertanya di mana kekurangan saya sehingga saya dapat nilai C?\u201d<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Bertanyalah soal kemungkinan perbaikan nilai dan usaha untuk memperbaikinya<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sehabis bertanya soal kekurangan, kalian jangan hanya berhenti di situ. Tanyalah juga tentang kemungkinan perbaikan nilai. Sebab, dengan bertanya tentang hal itu, dosen akan merasa kamu nggak sekadar protes, tapi juga punya kebutuhan untuk bertanggung jawab secara akademik.<\/span><\/p>\n<h2><b>#5 Struktur kalimat chat dan contohnya: Salam, perkenalan, sopan santun, sampaikan maksud, ucapkan terima kasih, emot high five<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau sudah memahami cara-cara tadi, cara yang terakhir kalian harus bisa menata kalimat protes melalui chat secara lengkap dan terstruktur. Berikut adalah contoh kalimat protes yang bisa kalian pakai:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAssalamualaikum Wr Wb, atau selamat pagi (sesuaikan waktu kalian mengirim pesan). Saya <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/achmad-fauzan-syaikhoni\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Achmad Fauzan Syaikhoni<\/a> dari Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam dengan NIM 123456 (sesuaikan sendiri).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">(<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Buat enter atau dua paragraf biar dosen nggak bosan membacanya<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMohon maaf mengganggu waktunya, Pak\/Bu. Tadi saya mengecek nilai mata kuliah Komunikasi Politik (sesuaikan sendiri) yang Bapak\/Ibu ampu, saya mendapatkan nilai C. Mohon maaf, Pak\/Bu, apakah saya boleh bertanya di mana kekurangan saya sehingga saya dapat nilai C? Dan apakah memungkinkan saya memperbaiki nilai tersebut? Apa yang bisa saya lakukan? Terima kasih, Pak\/Bu (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sertakan emot high five<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">)\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitulah cara protes nilai ke dosen secara baik dan benar. Sekali lagi saya ingatkan, cara ini berlaku ketika kalian selama perkuliahan memang sudah melakukan kewajiban dengan baik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, kalau kalian kenyataannya jarang masuk kelas, atau nggak mengerjakan tugas, cara nggak bisa membantu nasib kalian. Mending tahu diri, dan segera berbenah untuk menyongsong mata kuliah yang sama di semester depan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Achmad Fauzan Syaikhoni<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/cara-chat-dosen-pembimbing-supaya-cepat-lulus\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Chat Dosen Pembimbing supaya Cepat Lulus. Mahasiswa Akhir Wajib Baca Ini!<\/a><br \/>\n<\/b><\/p>\n<p><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Protes nilai ke dosen itu memang boleh dan harus kalau merasa ada yang kurang pas. Tapi, protes ke dosen itu ada seninya dan jangan ngasal.<\/p>\n","protected":false},"author":2221,"featured_media":254540,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13089],"tags":[22496,469,964,22494,22495],"class_list":["post-254519","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-cara-protes-ke-dosen","tag-dosen","tag-dosen-killer","tag-nilai-uas","tag-tipe-tipe-dosen"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/254519","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2221"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=254519"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/254519\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/254540"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=254519"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=254519"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=254519"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}