{"id":25408,"date":"2020-01-17T11:50:16","date_gmt":"2020-01-17T04:50:16","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=25408"},"modified":"2020-01-17T11:54:42","modified_gmt":"2020-01-17T04:54:42","slug":"kutipan-kutipan-one-piece-yang-tidak-kalah-quotable-dari-tetralogi-bumi-manusia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kutipan-kutipan-one-piece-yang-tidak-kalah-quotable-dari-tetralogi-bumi-manusia\/","title":{"rendered":"Kutipan-Kutipan One Piece yang Tidak Kalah Quotable dari Tetralogi Bumi Manusia"},"content":{"rendered":"<p>Serial anime One Piece yang telah lewat 20 tahun mewarnai hidup para penggila anime telah sukses melahirkan kutipan-kutipan yang tidak kalah <em>quotable<\/em>-nya dari novel tebal karya Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia. Percakapan-percakapan antar tokoh di One Piece sangat <em>quotable <\/em>dan tidak kalah dengan apa yang ada di tetralogi Bumi Manusia.<\/p>\n<p>Tetralogi <a href=\"https:\/\/mojok.co\/agm\/esai\/pembaca-yang-merasa-lebih-pram-dari-pram\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Bumi Manusia<\/a> memang sangat terkenal dan paling sering dikutip oleh hamba literasi untuk menunjukkan kemelekan literasi mereka. Memang tidak dimungkiri empat seri novel tebal ini memiliki kutipan-kutipan yang sangat <em>quotable. <\/em>Meski begitu kita patut memuji <a href=\"https:\/\/tirto.id\/senjakala-industri-manga-jepang-akibat-pembajakan-c9Wn\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Eichiiro Oda<\/a> sebagai pengarang yang tidak sekadar mengandalkan cerita petualangan dan keseruan adegan tarung seperti kebanyakan manga, tapi juga memiliki kutipan-kutipan yang tidak kalah <em>quotable <\/em>dari novel kelas dunia.<\/p>\n<p>Eichiiro Oda memang seorang pengarang dan ilustrator yang <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/lebih-dari-komik-one-piece-adalah-sejarah-dunia-kita\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">memiliki wawasan luas<\/a> dan punya kemampuan sastrawi yang tinggi. Ia memperlihatkan berbagai isu dunia dari sejarah dunia dengan kritis dan estetis dalam balutan serial manga. One Piece buat saya tidak hanya sebagai serial manga ataupun anime, ia adalah suatu karya sastra dengan kutipan-kutipan yang layak direnungkan. Salah satu kutipan favorit saya adalah ketipan dari Dokter Hiluluk ketika menjelang kematiannya.<\/p>\n<p>\u201cKapan seseorang akan mati?&#8230; Saat dia terkena tembakan? TIDAK!&#8230; Saat dia terkena penyakit mematikan?? TIDAK!&#8230; Saat dia meminum sup dari jamur beracun? JUGA TIDAK&#8230; Seseorang akan mati apabila dia telah dilupakan&#8230;.\u201d<\/p>\n<p>Kutipan itu rasanya mirip-mirip dengan apa yang dikatakan Pram ketika ia mengatakan, \u201cOrang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang dari sejarah. Menulis adalah bekerja pada keabadian.\u201d Keduanya mengatakan bahwa manusia bisa saja mati secara fisik tapi jika ia memiliki karya di mana karyanya masih bisa dinikmati dan merasuk ke ingatan kolektif manusia, ia tidak benar-benar mati.<\/p>\n<p>Selanjutnya ketika Nico Robin juga mengatakan, \u201cOrang yang sudah mati dapat mengatakan lebih banyak hal dari yang bisa mereka lakukan.\u201d Keduanya baik Pram maupun Oda tampaknya melihat kematian dengan persepsi yang sama bahwa seseorang yang telah mati masih layak didengarkan bahkan melebihi apa yang pernah mereka lakukan ketika hidup dan manusia harus belajar dari mereka.<\/p>\n<p>Kutipan lainnya yang tidak kalah <em>quotable<\/em> dari Oda adalah perkataan dari Sirohige kepada Ace saat Ace mengungkapkan bahwa ia adalah anak dari Roger yang merupakan rival sekaligus musuh bebuyutan Shirohige. Ace bertanya tentang perasaan Shirohige ketika mengetahui bahwa ia adalah anak Roger. Shirohige sama sekali tidak terpengaruh akan hal itu dan dengan bijaknya, jauh lebih bijak dari <a href=\"https:\/\/mojok.co\/ans\/esai\/hidup-memang-tak-semudah-cocote-mario-teguh\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Mario Teguh<\/a>, ia berkata,<\/p>\n<p>\u201cAku tidak berfikir kau mengkhawatirkan hal sekecil itu ketika kau mengatakan mempunyai sesuatu yang penting untuk kau katakan padaku. Tidak penting siapa orang tuamu, setiap manusia adalah anak-anak dari lautan.\u201d<\/p>\n<p>Shirohige seolah-olah mengatakan bahwa siapa pun itu, tidak peduli ia anak kriminal paling jahat sekalipun ia berhak untuk hidup. Franky juga pernah mengatakan hal yang kira-kira serupa bahwa, \u201cTidak ada kejahatan dalam eksistensi seseorang\u201d dan \u201ckeberadaan seseorang bukanlah dosa.\u201d<\/p>\n<p>Oda juga tidak hitam putih dalam memandang penjahat dan pahlawan. Bahkan yang jadi pemeran utama adalah tokoh yang selama ini dianggap sebagai panjahat, yakni bajak laut. Ia dengan tegas bahwa nilai-nilai yang ada di dunia sebenarnya abu-abu.<\/p>\n<p>\u201cAnak-anak yang tidak pernah mengenal damai dan anak-anak yang tidak mengenal perang mereka memiliki nilai yang berbeda. Namun hanya orang dipuncaklah yang bisa mencap mana yang baik dan mana yang jahat.\u201d<\/p>\n<p>Kritik keras Oda ini bisa menjadi tambahan referensi buat para <em>moral guardian<\/em> yang selama ini hanya melihat nilai dengan hitam putih dan memaksakan kebenaran menurut kehendaknya. Nilai itu tidak satu karena setiap orang hidup dengan situasi dan kondisi yang menuntut nilai itu masuk pada situasi apa pun. Oda juga dengan keras mengkritik sikap penguasa lalim yang jauh lebih buruk dari penjahat karena mereka menggunakan topeng orang suci dalam melakukan kejahatan.<\/p>\n<p>\u201cDunia kriminal masih bisa disebut lebih bermoral daripada penguasa yang tamak. Karena ketika sampah memimpin dunia, maka dunia akan melahirkan sampah.\u201d<\/p>\n<p>Masih banyak kutipan-kutipan One Piece yang sangat <em>quotable<\/em> dan tidak kalah dari novel Pramoedya. Tapi tidak perlu ditulis semua kalian bisa cari di Google. Jangan malas karena rajin pangkal pandai malas pangkal bodoh. Seperti yang dikatakan Oda tentang orang bodoh.<\/p>\n<p>\u201cTidak peduli sampai kapan kita melakukan eksperimen dan penelitian karena tidak ada obat yang bisa menyembuhkan kebodohan.\u201d<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <\/strong><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/yang-bisa-dilakukan-karakter-one-piece-jika-masuk-kabinet-indonesia-kerja-ii\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Yang Bisa Dilakukan Karakter One Piece Jika Masuk Kabinet Indonesia Kerja II<\/a> atau tulisan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/aliurridha\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Aliurridha<\/a>\u00a0lainnya.<\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>One Piece buat saya tidak hanya sebagai serial manga ataupun anime, ia adalah suatu karya sastra dengan kutipan-kutipan yang layak direnungkan.<\/p>\n","protected":false},"author":452,"featured_media":25493,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[1934,5192,4109,2583,1576],"class_list":["post-25408","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-bumi-manusia","tag-kutipan","tag-manga","tag-one-piece","tag-pramoedya-ananta-toer"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25408","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/452"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25408"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25408\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25493"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25408"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25408"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25408"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}