{"id":253633,"date":"2023-12-31T10:01:46","date_gmt":"2023-12-31T03:01:46","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=253633"},"modified":"2023-12-31T09:42:42","modified_gmt":"2023-12-31T02:42:42","slug":"jagung-bakar-jauh-lebih-nikmat-disantap-di-malam-tahun-baru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jagung-bakar-jauh-lebih-nikmat-disantap-di-malam-tahun-baru\/","title":{"rendered":"Bakar-bakaran Daging Bukan Budaya Kita, Budaya Kita Adalah Makan Jagung Bakar di Malam Tahun Baru"},"content":{"rendered":"<p><em>Menikmati jagung bakar di momen pergantian tahun ternyata juga ada filosofinya, lho!<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Momen liburan Natal dan akhir tahun seperti sekarang ini adalah momen yang pas untuk berkumpul bersama keluarga atau teman-teman. Agenda yang bisa dipastikan tak pernah absen dalam momentum tersebut adalah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/7-rekomendasi-sosis-buat-bakar-bakaran-di-malam-tahun-baru\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bakar-bakaran<\/a> alias BBQ-an<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada umumnya, kegiatan bakar-bakaran di Indonesia dilaksanakan dua kali. Satu kali pada hari raya Iduladha, kemudian yang kedua pada tahun baru. Kali ini saya akan fokus mengenai kegiatan bakar-bakaran di akhir tahun<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Zaman sekarang, orang-orang biasanya BBQ-an menggunakan bahan baku daging slice, bawang bombai, sosis-sosisan, hingga selada. Bahan-bahan tersebut diolesi dengan saus racikan khusus (yang racikannya bisa dipastikan terdapat kandungan saus, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kecap-manis-legendaris-asal-jawa-tengah-yang-wajib-dicoba\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kecap<\/a>, dan margarin), baru kemudian di-grill. Akan tetapi menurut saya, dibanding daging, jagung bakar jauh lebih nikmat untuk disantap di malam tahun baru.<\/span><\/p>\n<h2><b>Rasa jagung lebih autentik dan lokal<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau boleh jujur, sebenarnya bakar-bakaran daging, bawang bombai, dan dimakan bareng selada adalah adaptasi yang kental banget sama budaya Korea. Makanya nggak heran sekarang kebanyakan orang mengadopsi metode tersebut. Pengadopsian ini juga merupakan salah satu dampak langsung dari Korean Wave yang melanda Indonesia sejak beberapa tahun silam.<\/span><\/p>\n<p>Korean Wave atau Hallyu adalah istilah yang diberikan untuk budaya pop Korea Selatan yang tersebar secara global di berbagai negara di dunia. Indonesia, dilansir dari <a href=\"https:\/\/databoks.katadata.co.id\/datapublish\/2021\/02\/08\/korean-wave-dorong-orang-indonesia-beli-produk-korea-selatan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Katadata,<\/a> menempati urutan keempat di dunia dalam ketertarikan terhadap Korean Wave. Tapi dibandingkan dengan budaya kekoreaan itu, yang lokal saja tetap lebih oke, lho.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jagung sendiri adalah komoditas yang melimpah produksinya di Indonesia. Sebenarnya, jagung bukanlah komoditas asli Nusantara, melainkan dari Ekuador. Jagung berhasil masuk ke Indonesia karena dibawa oleh Portugis waktu mereka menjajah kita\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantas, apakah keautentikan rasa jagung itu didapat karena hasil kolonialisme? Tentu nggak, dong. Jagung sendiri nyatanya sudah diadopsi menjadi makanan pokok alternatif orang Indonesia karena kaya akan gizi. Bahkan di Madura, NTT, dan beberapa daerah lain di Indonesia menjadikan jagung sebagai bahan makanan utama sehari-hari. Maka nggak usah heran kalau jagung bakar akhirnya memang lebih enak dinikmati daripada daging.<\/span><\/p>\n<h2><b>Proses masak jagung bakar butuh kekompakan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Membakar jagung adalah proses yang sakral. Saya katakan demikian karena memasak jagung bakar tidak sesederhana menyalakan kompor, panggang, dan matang. Proses ini membutuhkan keterampilan dan kerja sama.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Persiapan memasak dari membersihkan jagung, membarakan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/rekomendasi-memilih-arang-untuk-bakar-bakar-di-tahun-baru-yang-baik-dan-benar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">arang<\/a>, sampai proses pematangan jagung bakar membutuhkan waktu yang lama dan kompleks. Nah, proses yang kompleks tersebut bisa nih jadi kesempatan yang pas untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan teman ataupun keluarga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Intinya dalam membakar jagung adalah tentang kerja sama. Dengan demikian, jagung bakar yang dimasak bareng-bareng tentunya akan punya rasa yang lebih nikmat.<\/span><\/p>\n<h2><b>Cara makannya nyebelin tapi bikin ketagihan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Last but not least, tujuan akhir dari kegiatan tahunan ini adalah makan! Namun, selain proses memasak yang cukup ribet, makan jagung bakar tak kalah ribet. Kalau kalian tipe orang yang rapi saat makan mungkin agak kesal kalau disuruh makan jagung bakar. Alasannya ya karena berantakan dan bikin mulut belepotan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain belepotan, makan jagung bakar juga harus digigit sedikit demi sedikit. Kalau dalam <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/bahasa-jawa\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bahasa Jawa<\/a> lazim disebut dikrikiti. Proses makan jagung bakar yang memakan waktu ini ternyata ada filosofinya, lho. Sembari memakan jagung bakar sedikit-sedikit kita bisa merefleksikan diri kita selama setahun ke belakang. Percaya deh, makan sensasi makan jagung sedikit demi sedikit sambil nyelilit di gigi itu asik banget dan nagih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukannya saya ingin mendiskreditkan kenikmatan daging, tapi bakar-bakaran jagung adalah pilihan terbaik untuk momen akhir tahun kita. Selain tiga alasan yang sudah saya uraikan di atas, sebenarnya masih banyak alasan lainnya yang membuat jagung bakar jauh lebih nikmat disantap di malam tahun baru ketimbang daging. Misalnya, mendukung petani kecil dan tentu saja no animal abuse. Anyway, just eat your corn. Selamat tahun baru!<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Julia Nita Sifa Prabarani<br \/>\nEditor: Intan Ekapratiwi<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/penjelasan-logis-kenapa-malam-tahun-baru-identik-dengan-bakar-jagung\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Penjelasan Logis Kenapa Malam Tahun Baru Identik dengan Bakar Jagung<\/a>.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Akhir tahun identik dengan kegiatan bakar-bakaran. Tapi, daripada harus bakar daging, lebih nikmat menyantap jagung bakar.<\/p>\n","protected":false},"author":2497,"featured_media":253726,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[16578,17952,2451,22395,5059,5040,4835],"class_list":["post-253633","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-bakar-bakar","tag-barbeque","tag-daging-sapi","tag-jagung-bakar","tag-malam-tahun-baru","tag-merayakan-tahun-baru","tag-tahun-baru"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/253633","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2497"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=253633"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/253633\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/253726"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=253633"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=253633"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=253633"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}