{"id":253621,"date":"2023-12-30T16:50:36","date_gmt":"2023-12-30T09:50:36","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=253621"},"modified":"2023-12-30T16:47:13","modified_gmt":"2023-12-30T09:47:13","slug":"study-tour-bukan-sekadar-jalan-jalan-biasa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/study-tour-bukan-sekadar-jalan-jalan-biasa\/","title":{"rendered":"Study Tour Memang Mahal dan Banyak Jalan-jalannya, tapi Tetap Ada Pembelajarannya kok"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa waktu lalu saya membaca tulisan Femas Anggit Wahyu Nugroho di Terminal Mojok berjudul <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/study-tour-sekarang-lebih-banyak-jalan-jalan-daripada-studinya\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Namanya doang Study Tour, Aslinya Lebih Banyak Jalan-jalan daripada Studinya<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Saya setuju banget, study tour sekarang ini memang lebih banyak jalan-jalannya daripada studinya. Namun, bukan berarti study tour tidak mengandung banyak pembelajaran lho.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut saya, belajar tidak melulu dengan cara yang konvensional seperti duduk di ruang kelas. Kalaupun di luar ruangan, belajar tidak melulu harus mengunjungi tempat-tempat seperti museum, candi, atau tempat bersejarah lain. Itu tidak salah memang, tapi sebenarnya cukup dengan berada di lingkungan baru, siswa dapat mengambil banyak pembelajaran. Mengenal kondisi sosial dan budaya daerah setempat, misal.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Siswa yang terpapar dengan lingkungan baru memberikan mereka pembelajaran bahwa Indonesia ini beragam. Ada suku, budaya, dan bahasa lain di luar yang mereka sehari-hari temui dan perlu dihargai. Contoh sederhananya, saat masih sekolah dahulu, saya study tour ke Bali. Cerita dari kakak tingkat, Bali tempat yang sakral sehingga perlu menjaga tingkah laku. Kalau tidak, bisa berakhir pada kesurupan. Ini mengajarkan siswa untuk menjalani <a href=\"https:\/\/www.detik.com\/edu\/detikpedia\/d-5818910\/arti-peribahasa-di-mana-bumi-dipijak-di-situ-langit-dijunjung\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pribahasa di mana bumi dipijak, disitu langit dijunjung<\/a>.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Mengenal bahasa baru<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Study tour memang singkat, tapi di waktu yang singkat itu siswa bisa mengenal bahasa baru. Mereka bisa ngobrol dengan warga setempat sekaligus menambah wawasan tentang daerah yang mereka kunjungi itu. Bahkan, study tour bisa melatih keberanian siswa untuk melatih bahasa asing.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya jadi teringat karyawisata ketika zaman sekolah dahulu. Saya memiliki tugas untuk bertanya kepada wisatawan asing menggunakan Bahasa Inggris Inggris. Menurut guru saya, suatu bahasa akan semakin mudah dipelajari ketika dipraktekan secara langsung. Tentu kemampuan Bahasa Inggris saya tidak tiba-tiba meningkat drastis, tapi setidaknya ada rasa percaya diri untuk terus belajar.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Belajar memasarkan produk<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara tidak disadari, sebenarnya para siswa belajar memasarkan produk dan jasa secara digital selama study tour. Sebagai generasi yang tumbuh di era digital, para siswa sudah tidak asing dengan<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menghasilkan-uang-kekinian-ala-kreator-content-creator-juga-bisa-sejahtera\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> konten-konten digital.<\/a> Bahkan, mereka ahli dalam menciptakan konten tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya selama perjalanan karyawisata, para siswa bisa belajar membuat konten menarik untuk mempromosikan jasa atau produk yang ditemui. Tentu aktivitas ini tidak akan mengganggu karena para pedagang ikut terbantu dengan kedatangan dan cara belajar para siswa.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Study tour belajar manajemen waktu<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Study tour mengajarkan para siswa untuk pintar membagi waktu secara tidak langsung. Biasanya, study tour menggunakan jasa <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kenapa-turis-indonesia-lebih-sibuk-berbelanja-dan-berfoto-ria-daripada-turis-eropa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tour guide atau pemandu wisata<\/a> yang membuat sudah jadwal perjalanan dan cukup ketat. Setiap orang harus benar-benar disiplin waktu yang telah dijadwalkan. Telat sedikit saja bisa berdampak pada keseluruhan agenda dan merepotkan banyak orang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekilas, study tour memang tampak hanya jalan-jalan dan buang waktu saja. Namun, di balik itu siswa sebenarnya belajar banyak hal. Sekali lagi, belajar tidak melulu di ruang kelas atau mengunjungi tempat-tempat bersejarah. Di mana saja siswa sebenarnya bisa mengambil pembelajaran berharga. Termasuk selama proses karyawisata\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Nurul Fauziah<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/study-tour-pondok-pesantren-yang-terhambat-gegara-kesalip-pak-jokowi\/\"><b>Study Tour Pondok Pesantren yang Terhambat Gegara Kesalip Pak Jokowi<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Study tour sekarang ini memang mahal dan tampak jalan-jalan saja. Namun, sebenarnya banyak pembelajaran yang bisa diambil siswa selama perjalanan. <\/p>\n","protected":false},"author":1860,"featured_media":253680,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13089],"tags":[22366,22391,176,7159,17166],"class_list":["post-253621","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-karyawisata","tag-pemandu-wisata","tag-siswa","tag-study-tour","tag-tour-guide"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/253621","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1860"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=253621"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/253621\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/253680"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=253621"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=253621"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=253621"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}