{"id":253212,"date":"2023-12-26T13:13:00","date_gmt":"2023-12-26T06:13:00","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=253212"},"modified":"2023-12-26T13:02:49","modified_gmt":"2023-12-26T06:02:49","slug":"orang-sulawesi-tidak-makan-ini-saat-kulineran-di-jawa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/orang-sulawesi-tidak-makan-ini-saat-kulineran-di-jawa\/","title":{"rendered":"Jangan Ajak Orang Sulawesi Makan Ini ketika Kulineran di Jawa, Mereka Nggak Doyan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jawa-boleh-mengaku-kunci-tapi-perkara-kuliner-sulawesi-berdikari\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kuliner asli Jawa<\/a> yang tidak cocok di lidah orang Sulawesi. Ini saya sadari ketika saya dan seorang kawan mendapat tugas kantor mengunjungi kota-kota di Pulau Jawa.<\/span><b>\u00a0<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa menu yang kami cicipi tidak cocok di lidahnya yang asli orang Sulawesi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengalaman tersebut menyadarkan saya, setiap orang memang punya selera masing-masing. Namun, selera orang Sulawesi ternyata sangat berbeda dengan orang Jawa. Nah, kalau kalian punya kawan atau tamu dari Sulawesi yang sedang mampir di Jawa, hindari makan menu-menu di bawah ini. Kemungkinan besar mereka akan kurang menyukainya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Orang Sulawesi jarang makan ceker, kepala dan usus ayam<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-dosa-tersembunyi-penjual-angkringan-yang-tidak-disadari-pelanggan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Angkringan<\/a> adalah satu kuliner asal Jawa Tengah dan Jogja yang mulai menjamur di mana-mana. Bahkan di tempat asal saya, Cikarang, kuliner yang satu ini mudah ditemukan. Mirip rumah makan padang, angkringan perlahan tapi pasti menguasai daerah-daerah di Jawa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walau menjadi salah satu kuliner yang diterima di mayoritas daerah di Pulau Jawa, angkringan sepertinya kurang cocok di lidah orang Sulawesi. Sejauh pengamatan saya, orang Sulawesi tidak makan olahan ceker, kepala, dan usus. Mereka kurang doyang dengan sate usus, bacem kepala ayam, hingga ceker setan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Seblak kuliner yang terlalu unik<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seblak merupakan salah satu makanan asal Jawa Barat yang cukup populer beberapa waktu terakhir. Terlebih, setelah viralnya konten seblak dari Rafael Tan. Salah satu personil <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Smash_(grup_musik_Indonesia)\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">boyband SMASH<\/a><\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">yang kini didapuk sebagai duta seblak Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, kepopuleran kuliner yang berbahan baku kerupuk itu tidak berlaku di Sulawesi. Orang-orang Sulawesi melihat seblak sebagai kuliner yang terlampau unik. Bagi mereka, kerupuk lebih cocok digoreng daripada direbus. Saking uniknya, mereka merasa seblak tidak cocok untuk dicicipi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kuliner ini semakin tidak diminati ketika tahu salah satu topping-nya adalah ceker ayam. Salah satu bagian dari ayam yang jarak diolah dan disantap oleh orang Sulawesi. Itu mengapa kuliner asal Jawa Barat ini kurang diterima di lidah orang Sulawesi.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Orang Sulawesi memang suka ikan, tapi bukan lele<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hampir seluruh orang Sulawesi gemar mengonsumsi ikan. Banyak kuliner Sulawesi yang berbahan dasar ikan dan rasanya sangat nikmat. Misalnya, pallumara dan ikan bakar parape.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, ikan yang digemari oleh orang Sulawesi adalah ikan laut. Sementara ikan air tawar kurang disukai. Apalagi ikan air tawarnya adalah lele. Seperti yang kita tahu, banyak sekali <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kalian-tuh-kenapa-benci-lele-goreng\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">stigma melekat pada lele.<\/a> Orang-orang yang bukan berasal dari Sulawesi pun terkadang enggan memakan ikan jenis ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu mengapa, kalau ada teman kalian yang berasal dari Sulawesi mampir ke Jawa, jangan ajak ke pecel lele. Boleh saja sih diajak ke pecelan, tapi pastikan pilihan menunya ada banyak ya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Tempat makan dengan cita rasa manis semacam gudeg<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernah suatu ketika, saya dan rekan sejawat asal Sulawesi ditugaskan ke Jogja. Sewaktu jam makan, teman saya bertanya makanan khas Jogja yang enak. Saya dengan cepat dan yakin menjawab gudeg.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, teman saya langsung menggelengkan kepala, tanda menolak. Dalam bayangannya gudeg itu manis. Tidak salah sih, pada umumnya gudeg memang memiliki cita rasa manis. Padahal ada gudeg yang rasanya sama sekali tidak manis. Gudeg jenis inilah yang sebenarnya saya ingin tawarkan ke kawan saya itu, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/kuliner\/gudeg-mercon-bu-tinah-gudeg-laris-yang-menyalahi-pakem\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">gudeg mercon<\/a>.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#5 Mie ayam ceker<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti sudah saya singgung di atas, orang Sulawesi jarang ada yang menggemari ceker ayam. Itu mengapa penjual mie ayam di Sulawesi biasanya memberikan ceker secara cuma-cuma kepada pelanggan yang bersedia. Tidak ada tambahan harga khusus.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini jelas berbeda dengan kondisi di Jawa. Mie ayam dengan topping ceker menjadi satu menu yang banyak digemari. Harganya juga lebih mahal dibanding mie ayam biasa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu mereka yang berasal dari Sulawesi akan menolak mentah-mentah menu yang satu ini. Sudah tidak gemar dengan topping ceker ayam, mereka masih dikenai harga yang lebih mahal lagi. Jadi, kalau kalian ingin mengajak mereka makan mie ayam di Jawa, pastikan pilihan menu-menu selain mie ayam ceker juga nikmat ya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di atas kuliner di Jawa yang kurang disukai oleh orang Sulawesi. Kalau mereka memang berniat mengeskplorasi kuliner di Jawa, saya rasa menawarkan menu-menu di atas tidak menjadi masalah. Namun, kalau mereka ingin mengenyangkan perut dengan makanan yang sesuai di lidah, lebih baik menu-menu itu dihindari terlebih dahulu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Ahmad Arief Widodo<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/transportasi-umum-sulawesi-bikin-perantau-culture-shock\/\"><b>Sulawesi Bikin Perantau dari Jawa Mengalami Culture Shock karena Transportasi Umumnya Tak Biasa<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banyak kuliner Jawa yang tidak cocok dengan lidah orang Sulawesi. Misal, angkringan, seblak, lele, hingga makanan manis seperti gudeg. <\/p>\n","protected":false},"author":1760,"featured_media":253249,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[623,22344,15136,1267],"class_list":["post-253212","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-jawa","tag-kuliner-jawa","tag-orang-sulawesi","tag-sulawesi"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/253212","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1760"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=253212"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/253212\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/253249"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=253212"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=253212"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=253212"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}