{"id":252973,"date":"2023-12-24T20:10:19","date_gmt":"2023-12-24T13:10:19","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=252973"},"modified":"2023-12-25T09:25:24","modified_gmt":"2023-12-25T02:25:24","slug":"ungker-kepompong-ulat-jati-kuliner-khas-blora","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ungker-kepompong-ulat-jati-kuliner-khas-blora\/","title":{"rendered":"5 Fakta Ungker, Kepompong Ulat Jati yang Jadi Kuliner Khas Blora"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Membicarakan kuliner khas Blora memang tidak pernah ada habisnya. Daerah dengan sebutan Kota Mustika itu terkenal dengan satenya, soto kletuk, lontong opor ngloram, dan masih banyak lagi. Bahkan, di Blora juga ada <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-kuliner-ekstrem-yang-bisa-dijumpai-di-surabaya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kuliner ekstrem<\/a> yang berasal dari kepompong ulat jati bernama Ungker.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekilas mendengar asal-usulnya saja sudah geli ya. Namun, kuliner khas Blora ini ternyata cukup populer lho. Selain unik, ungker punya rasa yang lezat. Di bawah ini fakta-fakta tentang panganan ekstrem yang satu ini:<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Ungker hanya ada setahun sekali<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kalian mengunjungi Blora di penghujung tahun, kalian akan menjumpai banyak penjual Ungker di pinggir jalan. Jalan nasional Cepu-Blora salah satunya. Namun, pemandangan semacam ini ternyata tidak bisa ditemukan kapan saja. Ungker hanya ada di bulan-bulan tertentu saja, biasanya bulan Desember atau saat musim hujan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada musim hujan daun-daun pohon jati yang menghijau menjadi santapan ulat jati. Itu mengapa berburu kepompongnya sangat mudah di musim-musim ini. Biasanya, masyarakat masuk ke hutan-hutan jati demi berburu kepompong ulat jati ini, entah untuk diolah menjadi panganan atau sekadar kesenangan saja. Asal tahu saja, sebagian besar wilayah di Blora, mungkin mencapai 50 persen adalah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/hutan-jati-balapulang-penghubung-banyumas-dan-tegal-yang-mencekam\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">hutan jati<\/a>.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Harganya bisa melebihi daging sapi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ungker yang hanya muncul di musim tertentu membuat keberadaannya langka. Tidak heran ketika dijual harganya melambung. Ingat teori permintaan dan penawaran kan? Bahkan, harga ungker bisa lebih mahal daripada daging sapi. Setahu saya, harganya di kisaran Rp100.000-150.000 per kilogram saat ini.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ungker-kepompong-ulat-jati-kuliner-khas-blora\/2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em><strong>Baca halaman selanjutnya: #3 Ungker mengandung &#8230;<\/strong><\/em><\/a><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h2><b>#3 Ungker mengandung protein yang tinggi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ungker menyimpan kandungan gizi yang tinggi. Saya sempat berselancar di internet, hewan ini mengandung protein dan asam amino. Kepompng daun jati ini juga mengandung asam lemak tak jenuh dan sejumlah vitamin larut lemak. Namin, hewan ini tergolong rendah lemak, bahkan lebih rendah dibanding daging sapi dan ayam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ungker memang lezat, tapi perlu berhati-hati mengonsumsinya. Apalagi kalau punya alergi tertentu seperti <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Urtikaria#:~:text=Urtikaria%20(dikenal%20juga%20dengan%20%E2%80%9Chives,eritema)%20dengan%20sedikit%20oedem%20atau\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">biduran<\/a>. Bisa jadi setelah mencicipinya kulit kalian gatal dan kemerahan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Bisa diolah menjadi beberapa masakan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ungker bisa diolah menjadi beberapa jenis masakan yang lezat. Kalau saya, paling favorit ungker diolah menjadi menjadi oseng-oseng dan digoreng biasa. Ada juga yang mengolahnya menjadi rempeyek dan botok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, di Blora tidak ada warung khusus yang menyajikan hasil olahan ungker. Kalaupun ada, pilihan olahannya terbatas. Panganan satu ini memang biasanya dimasak di rumah untuk konsumsi sendiri.<\/span><\/p>\n<h2><b>#5 Menjadi desain untuk batik khas Blora<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saking kuatnya keunikan ungker, kepompong mungil ini ternyata menjadi inspirasi motif batik Blora. Tentu saja selembar batik tidak semuanya bermotif kepompong ulat jati. Biasanya motif ungker dipadukan dengan gambar lain yang mengangkat tema ciri khas Blora, misalnya daun jati, pohon jati, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sate-pak-daman-kuliner-khas-blora-yang-wajib-banget-dicoba\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sate<\/a>, dan lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di atas lima keunikan ungker kuliner khas Blora. Kalau kalian penasaran, jangan lupa mampir pas penghujung tahun atau musim hujan ya. Mencicipi panganan ekstrem ini akan memperkaya pengalaman kuliner kalian. Selamat mencoba!\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Rudy Tri Hermawan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/blora-memang-banyak-kekurangan-tapi-jangan-diprotes-terus-dong\/\"><b>Blora Memang Banyak Kekurangan, tapi Jangan Diprotes Terus, dong!<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ungker salah satu kuliner khas Blora. Selain rasanya, panganan ini digemari karena keunikannya yang berasal dari kepompong ulat jati. <\/p>\n","protected":false},"author":1793,"featured_media":253093,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[8781,9947,438,22330,22331,531,22329],"class_list":["post-252973","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-blora","tag-kepompong","tag-kuliner","tag-kuliner-khas-blora","tag-panganan-ekstrem","tag-ulat-jati","tag-ungker"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/252973","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1793"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=252973"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/252973\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/253093"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=252973"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=252973"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=252973"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}