{"id":252563,"date":"2023-12-21T09:28:01","date_gmt":"2023-12-21T02:28:01","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=252563"},"modified":"2023-12-21T09:28:01","modified_gmt":"2023-12-21T02:28:01","slug":"apakah-pegawai-j-co-kalau-resign-juga-beli-j-co","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/apakah-pegawai-j-co-kalau-resign-juga-beli-j-co\/","title":{"rendered":"Apakah Pegawai J.CO kalau Resign Juga Beli Donat J.CO? Ternyata Tidak, Mereka Beli Pizza Hut"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Harus diakui bahwa J.CO, salah satu produk donat yang terkenal itu, memang tidak hanya terkenal dengan donatnya saja. J.CO juga terkenal sebagai sebuah produk donat yang selalu bersandingan dengan acara perpisahan. Iya, benar, J.CO adalah kudapan yang nyaris selalu ada ketika ada teman atau rekan kerja kita yang resign. Bahkan stereotip ini sudah sangat melekat. Di mana ada donat J.CO, di situ ada yang resign.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">J.CO sebagai kudapan perayaan perpisahan ini juga sudah merembet ke banyak kalangan. Mulai dari pegawai negeri, pegawai BUMN, pegawai swasta, sampai barista kedai kopi juga kalau resign nyaris pasti beli J.CO buat rekan kerja yang lain. Bahkan di J.CO nya sendiri, kalau kita lihat ada antrean panjang, pasti kita mikirnya, \u201cWah, lagi banyak orang yang mau resign, nih.\u201d Pasti begitu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Entah dari mana asalnya J.CO ini bisa jadi kudapan yang erat sekali dengan orang resign. Entah siapa yang pertama kali memulainya. Tapi, J.CO memang jadi salah satu kudapan yang praktis untuk sekadar perayaan perpisahan rekan kerja yang resign. J.CO ini mudah banget didapat. Nyaris di setiap mall ada J.CO. J.CO pun juga bukan makanan berat\u2014hanya donat yang manis banget\u2014jadi siapapun bisa menyantapnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, semua orang juga pasti kebagian. Anggap saja pegawai di kantor kita ada 20-25 orang. Tinggal beli 3 kotak donut yang satu kotaknya isi 12 pcs, semua orang di kantor juga sudah kebagian. Selain itu, harganya juga cukup terjangkau. Anggap saja satu kotaknya seharga 100 ribu dan kita beli 3 kotak, maka kita hanya mengeluarkan 300 ribu saja untuk perayaan perpisahan dengan orang kantor yang sebenarnya tidak penting-penting amat itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu pertanyaan paling pentingnya adalah, jika pegawai lain kalau resign beli J.CO, bagaimana dengan pegawai J.CO? Apakah pegawai J.CO kalau resign juga beli J.CO?<\/span><\/p>\n<h2><strong>Yang jelas bukan donat J.CO, udah pada enek lihat donat<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ternyata tidak. Jawaban ini saya dapat dari teman saya, Ricco, mantan pegawai di J.CO Malang City Point, yang sekarang bekerja di salah satu franchise kedai kopi terbesar di Indonesia. Ketika saya tanya fenomena donat J.CO di setiap perayaan resign pegawai dan apakah pegawai J.CO juga beli J.CO ketika resign, Ricco menjawab dengan tegas dan dengan boundaries yang jelas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cYang jelas bukan J.CO,\u201d ujar Ricco. \u201cKadang Pizza Hut, kadang makanan lain. Pokoknya bukan J.CO, lah,\u201d lanjut Ricco. Terjawab sudah pertanyaan besarnya, bahwa ternyata pegawai J.CO ketika resign tidak membeli J.CO sebagai kudapan di perayaan perpisahan mereka. Dan dari kalimat \u201cpokoknya bukan J.CO\u201d, saya bisa menangkap alasan di baliknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya paham alasan Ricco, dan mungkin alasan sebagian besar pegawai J.CO yang lainnya dengan tidak membeli J.CO ketika resign. Ya bayangkan saja, mereka kerja sudah dikelilingi donat. Tiap hari mereka lihat donat. Bahkan mungkin saja mereka jadi bosan, bahkan cenderung eneg dengan donat karena tiap hari lihat donat. Wajar kalau mereka tidak memilih untuk beli J.CO ketika resign.<\/span><\/p>\n<h3><strong>Karyawan toko donat resign beli pizza. Karyawan toko pizza resign beli donat<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini ternyata diaminkan oleh Anggi, kawan saya yang lain yang juga pernah bekerja di J.CO <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/malldinoyocity\/?hl=en\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mall Dinoyo Malang<\/a>. Sama seperti Ricco, Anggi juga tidak membeli donat J.CO ketika resign. Anggi memilih untuk beli makanan lain selain J.CO buat teman-temannya di hari terakhirnya bekerja di J.CO. Saat resign, Anggi memilih membeli Pizza Hut saja, lebih tepatnya Pizza Hut yang 1 meter. Harganya juga terjangkau, dan bisa untuk lebih banyak orang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika saya tanya alasan mengapa tidak membeli donat J.CO ketika resign, Anggi memberikan jawaban yang sama seperti yang saya perkirakan. \u201cBosan, Mas, lihat donat. Tiap hari kerja ketemu donat, pulang ke rumah juga masih kepikiran donat. Masa iya pas resign makan donat lagi. Bosan,\u201d ujar Anggi yang resign dari J.CO sekitar tiga bulan lalu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jawaban dari dua teman saya ini sudah cukup untuk menjawab pertanyaan besar tulisan ini. Alasannya pun kuat dan sangat masuk akal. Bahwa meskipun J.CO ini identik dengan makanan para pegawai ketika resign, tapi tidak berlaku untuk pegawai J.CO sendiri. Pegawai J.CO kalau resign ya sudah pasti tidak akan beli donat J.CO untuk makan-makan di hari terakhir kerja. Istilahnya, ngapain juga beli dagangan sendiri?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan saya yakin, apa yang dilakukan pegawai J.CO ketika resign ini juga dilakukan oleh pegawai Pizza Hut. Seperti kita tahu, J.CO dan Pizza Hut ini punya status yang sama yaitu sebagai kudapan pegawai yang akan resign. Nggak mungkin juga pegawai Pizza Hut beli pizza untuk perayaan hari terakhir mereka di tempat kerja. Mereka pasti akan beli J.CO. Vice versa.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Iqbal AR<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/pojokan\/sisi-demi-sisi-j-co-dan-dunkin-donuts-dalam-pertarungan-abadi-donat-fancy\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sisi demi Sisi J.Co dan Dunkin\u2019 Donuts dalam Pertarungan Abadi Donat Fancy<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ya nggak mungkin juga sih makan donat.<\/p>\n","protected":false},"author":75,"featured_media":252565,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[22266,9089,1068],"class_list":["post-252563","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-donat-j-co","tag-pizza-hut","tag-resign"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/252563","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/75"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=252563"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/252563\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/252565"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=252563"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=252563"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=252563"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}