{"id":252511,"date":"2023-12-20T16:45:56","date_gmt":"2023-12-20T09:45:56","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=252511"},"modified":"2023-12-20T16:41:19","modified_gmt":"2023-12-20T09:41:19","slug":"bahasa-belanda-yang-kerap-dipakai-dalam-kehidupan-sehari-hari","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bahasa-belanda-yang-kerap-dipakai-dalam-kehidupan-sehari-hari\/","title":{"rendered":"11 Kosakata Sehari-hari yang Sebenarnya Berasal dari Bahasa Belanda"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak kata-kata dalam <a href=\"https:\/\/mojok.co\/komen\/versus\/kata-paling-indah-dalam-bahasa-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bahasa Indonesia<\/a> yang terpengaruh Bahasa Belanda. Kata-kata itu masih sering kita gunakan dalam sehari-hari, hanya saja tidak menyadarinya. Misal yang sudah umum, plesir atau liburan dari \u201cplezir\u201d dan sepur atau kerta dari \u201cspoor\u201d.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengingat Indonesia pernah dijajah Belanda selama ratusan tahun, pengaruh dalam bidang bahasa bukan hal yang mengherankan. Banyak hal di Indonesia yang sebenarnya terpengaruhi Belanda seperti arsitektur, nama-nama daerah atau kampung, hukum, kuliner, dan banyak hal lain. Nah, di bawah ini adalah kata-kata yang sering kita gunakan sehari-hari yang terpengaruh dari Bahasa Belanda.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Bola (Bal)<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam Bahasa Indonesia, bola disebut juga dengan \u201cbal\u201d. Kata ini lebih sering digunakan oleh mereka yang berbahasa Jawa. Itu mengapa orang Jawa sering menggunakan kata \u201cbal-balan\u201d yang berarti bermain bola atau sepak bola.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Saudara laki-laki (Broer)<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya, sesama laki-laki yang sudah akrab menggunakan \u201cbro\u201d untuk menyapa satu sama lain. Ternyata kata ini berasal dari Bahasa Belanda \u201cbroer\u201d yang berarti saudara laki-laki.\u00a0\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Warna (Kleur)<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kata \u201ckleur\u201d sering digunakan dengan penyebutannya kelir yang berarti warna. Mirip seperti \u201c, penggunaan kata kelir lebih sering digunakan dalam Bahasa Jawa. Misalnya,\u00a0 \u201cMas, sing apik kelir e endi yo pink opo biru?\u201d artinya \u201cMas, lebih bagus warna yang mana, pink atau biru?\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Cocok (Klopt)<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika berbicara sehari-hari, kata klop sering kita gunakan. Misalnya,\u201ckalian berdua klop sekali sih, pakai baju yang sama.\u201d Ternyata, kata itu berasal dari Bahasa Belanda \u201cklopt\u201d yang berarti yang berarti cocok atau serasi.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#5 Enak, Nikmat (Lekker)<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Si Indonesia, leker adalah jajanan semacam crepes yang sering dijual di SD. Dalam Bahasa Belanda, \u201clekker\u201d adalah kata untuk menggambarkan enak atau nikmat lho. Mungkin itu mengapa jajanan yang renyah, tipis, dan lezat itu diberi nama leker ya.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#6 Kencing (Pis)<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, siapa yang terbiasa menyebut kencing dengan kata pipis? Ternyata pipis berasal dari Bahasa Belanda \u201cpis\u201d lho.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#7 Boros (Royaal)<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam Bahasa Indonesia ada kata royal yang artinya <a href=\"https:\/\/mojok.co\/konsultasi\/celengan\/kata-perencana-keuangan-boleh-boros\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">seseorang yang boros<\/a>, terlalu banyak atau mudah menghamburkan uang. Ternyata kata ini juga ada versi Belandanya, hanya saja penulisannya menjadi \u201croyaal\u201d.<\/span><\/p>\n<h2><b>#8 Pisau (Mes)<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa orang, khususnya <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-stereotip-orang-jawa-yang-kerap-dianggap-sebagai-kebenaran\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">orang Jawa<\/a>, masih ada yang menyebut benda tajam sebagai pemes. Kata ini nyatanya bukan asal sebut saja. Dalam Bahasa Belanda ada kata \u201cmes\u201d yang berarti pisau.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#9 Catur (Schaak)<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika bermain catur, seseorang yang berhasil mengepung lawan hingga tidak bekutik lagi akan mengatakan \u201cskak\u201d. Ternyata, dalam Bahasa Belanda &#8220;schaak&#8221; berarti catur.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#10 Cium (Zoen)<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila mendengar kata sun saya langsung teringat lagu Ikke Nurjanah berjudul &#8220;<a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=UCo1VwuYKCc\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sun Sing Suwe<\/a>&#8220;. Kata sun yang berarti cium ini ternyata ada versi Belandanya, yakni \u201czoen\u201d.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><b>#11 Karung pasir (Zandzak)<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menyebut karung pasir dengan samsak. Kata ini berasal dari Bahasa Belanda \u201czandzak\u201d yang berarti karung pasir.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, di atas tadi adalah 11 kata-kata yang ternyata punya pengaruh dari Bahasa Belanda. Apakah kalian menyadarinya? Selain 11 kata di atas, apa kalian tahu kata yang sering digunakan sehari-hari yang sebenarnya berasal dari Bahasa Belanda lainnya?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Indraswari Pikatan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/istilah-bahasa-jawa-yang-susah-diartikan-ke-bahasa-indonesia\/\"><b>11 Istilah Bahasa Jawa yang Susah Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kosakata dalam kehidupan sehari-hari ternyata banyak yang dipengaruhi Bahasa Belanda. Misalnya saja, bal hingga samsak. <\/p>\n","protected":false},"author":2453,"featured_media":252542,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13078],"tags":[761,17152,1164,763,8129,31,2894],"class_list":["post-252511","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup","tag-bahasa","tag-bahasa-belanda","tag-bahasa-indonesia","tag-bahasa-jawa","tag-belanda","tag-indonesia","tag-orang-jawa"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/252511","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2453"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=252511"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/252511\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/252542"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=252511"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=252511"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=252511"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}