{"id":252434,"date":"2023-12-20T15:00:45","date_gmt":"2023-12-20T08:00:45","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=252434"},"modified":"2023-12-20T14:56:11","modified_gmt":"2023-12-20T07:56:11","slug":"mahasiswa-di-kampung-disepelekan-dan-dianggap-manja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mahasiswa-di-kampung-disepelekan-dan-dianggap-manja\/","title":{"rendered":"Derita Menyandang Status Mahasiswa di Kampung, Disepelekan dan Dianggap Manja"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menyandang status mahasiswa di kampung tidaklah mudah, apalagi di kampung saya. Bukannya dukungan moral atau semangat yang didapat, tetangga saya malah curiga niatan kuliah saya sebagai hal yang tidak baik. Tentu saja itu menyakitkan hati.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, saya menyadari, menjelaskan makna kuliah pada orang-orang yang kesadaran akan pentingnya pendidikan begitu rendah itu susah. Saya pernah mencoba, ujung-ujungnya tetap masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Sia-sia.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Jadi mahasiswa untuk menghindari kerja<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbagai tanggapan negatif terhadap status mahasiswa di kampung membuat saya benar-benar pusing. Saya kemudian memutuskan untuk bertanya kepada salah satu kawan. Ternyata, di benak mereka, seseorang memutuskan kuliah karena <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/alasan-mereka-kuliah-s2-ugm\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">menghindari bekerja<\/a>.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin dalam bayangan mereka, jadi mahasiswa hanyalah nongkrong dan haha-hihi saja. Imajinasi mereka sebenarnya nggak bisa disalahkan sih, wong mereka nggak pernah jadi mahasiswa. Saya hanya menyayangkan sikap mereka yang menyepelekan mahasiswa. Padahal saya nggak mau menyepelekan keputusan mereka untuk tetap bekerja di kampung.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagi pula, di tanah perantauan saya sama sekali nggak santai. Bukannya ingin paling menderita ya. Saya betul-betul belajar dengan sungguh untuk mendapatkan hasil terbaik. Kenyataan ini tetangga saya mana ada yang tahu.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Bergaya pakai duit orang tua<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lokasi kuliah saya yang terletak di Bandung juga membuat mereka serba curiga. Dikira menjadi mahasiswa di kota besar kemudian dekat dengan hal-hal mewah, serba mahal, dan keren. Apalagi Kota Bandung memang terkenal dengan orang-orangnya yang punya selera fesyen bagus.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang benar, <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kota_Bandung\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kota Bandung<\/a> lekat dengan hal-hal seperti yang dikira tetangga saya. Namun, tidak semua orang kota seperti itu. Mereka yang tidak punya cukup uang seperti saya, tentu akan bergaya sesuai kantong saja. Hidup masih bergantung pada orang tua, masa iya mau macam-macam.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ternyata setelah kulik lagi dari teman saya,\u00a0 hidup bergantung dari dana orang tua ini juga dipandang sebelah mata oleh orang-orang kampung. Jadi mau mahasiswa sesederhana apapun, saya tetap keliru karena sudah \u201cmembuang-buang\u201d duit orang tua. Padahal orang tua saya nggak protes dan saya bertanggung jawab betul dengan setiap sen uang yang dipercayakan.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Bisa hidup bebas<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masih berkaitan dengan gaya hidup, ternyata orang kampung melihat mahasiswa di kota itu sangat bebas. Mahasiswa yang tinggal sendiri dan jauh dari pengawasan orang tua akan lepas kontrol. Padahal kalau mereka mau <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/geliatwarga\/derita-mahasiswa-uinsa-tinggal-di-kos-kumuh-dan-suram-di-surabaya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">hidup di kos<\/a> bareng saya, hidup sendiri tidak melulu enak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Merantau setelah belasan tahun hidup bersama keluarga bukanlah hal yang mudah. Apalagi tujuannya kota besar seperti Bandung. Banyak sekali penyesuaian yang dilakukan, mulai dari makanan hingga lingkungan sekitar. Boro-boro hidup bebas, bisa hidup dengan normal saja sudah bersyukur.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekali lagi, saya tidak menyalahkan tetangga di kampung yang berpikir demikian. Toh mereka tidak punya referensi rasanya menjadi mahasiswa dan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/hidup-di-pusat-kota-itu-nggak-selamanya-enak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">hidup di kota<\/a>. Saya hanya menyesalkan mereka yang semena-mena ngecap hidup sebagai mahasiswa di kota itu serba menyenangkan. Nyatanya, hari demi hari saya juga berjuang agar hidup terus berlanjut, seperti halnya tetangga di kampung.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Yusuf El Hakim<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kota-bandung-yang-semakin-terasa-asing\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kota Bandung yang Semakin Terasa Asing<\/a><\/strong><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menyandang status mahasiswa di kampung tidaklah mudah. Berbagai stereotipe melekat, mulai dari malas kerja hingga gaya hidup bebas. <\/p>\n","protected":false},"author":2372,"featured_media":252516,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[141,7649,436,34,22263,410],"class_list":["post-252434","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-bandung","tag-kampung","tag-kuliah","tag-mahasiswa","tag-mahasiswa-di-kampung","tag-perguruan-tinggi"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/252434","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2372"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=252434"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/252434\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/252516"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=252434"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=252434"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=252434"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}