{"id":2521,"date":"2019-05-30T19:00:50","date_gmt":"2019-05-30T12:00:50","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=2521"},"modified":"2021-10-05T13:08:03","modified_gmt":"2021-10-05T06:08:03","slug":"money-game-yang-merenggangkan-silaturahmi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/money-game-yang-merenggangkan-silaturahmi\/","title":{"rendered":"Money Game yang Merenggangkan Silaturahmi"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada akhirnya saya tergelitik untuk membuka ribuan kenangan lama tentang pertemanan yang membusuk. Karena kali ini, ada satu kenalan saya yang menawarkan sebuah konsep\u2014yang katanya\u2014baru dalam <em>money game\u00a0<\/em>alias permainan mendulang uang yaitu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">trading.<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya yang awam ini tentunya hanya mampu mengidentikkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">trading <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dengan aktivitas main saham, valas (valuta asing), dan sejenisnya. Sesuai dengan pengetahuan investasi yang saya pelajari gratis di Twitter dan laman internet lain, ada beberapa cara legal yang mesti kita lewati kalau mau berinvestasi dengan jalan itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, teman saya ini menawarkan sebuah hal yang berbeda yang dia klaim sebagai <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">trading <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">anti-gagal.<\/span><\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Zaman sekarang main valas pakai cara konvensional? Kapan kayanya?\u2014kalah sama yang udah main duluan. Sini deh gue ajak kaya lewat investasi valas dengan perusahaan xxx.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teman saya kemudian melanjutkannya dengan menghina berbagai macam trik awam untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">trading\u2014<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">mulai dari <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">copy <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"><em>trading<\/em> bahkan sampai trik babi ngepet. Semuanya dia lakukan dengan cara yang amat persuasif\u2014sampai mungkin\u2014kalau rasa trauma saya tidak muncul, saya akan mudah mengiyakan apa yang dia katakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oh ya, saya belum cerita trauma macam apa yang saya alami terkait hal ini. Beberapa tahun yang lalu, seorang teman menawarkan jalan pintas untuk jadi kaya. Sebagai seorang mahasiswa, tentu ini seperti secercah sinar mentari di antara musim dingin ekstrem Rusia. Teman saya pun bilang: <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">nanti ya, gue dateng ke kosan lo bareng temen gue.<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Usut punya usut, cara jadi kaya yang ditawarkan oleh teman saya adalah dengan menjual beberapa barang\u2014yang menurut saya\u2014tidak berfaedah dan dilebih-lebihkan manfaatnya. Ketimbang menawarkan keampuhan produk, teman saya dan<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">rekannya ini justru seperti mengarahkan saya untuk merekrut lebih banyak orang supaya mau bergabung dan membayar biaya anggota.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada saat itu, saya langsung <a href=\"https:\/\/tirto.id\/q\/multi-level-marketing-jgv\">benci setengah mati pada sistem MLM (<em>M<\/em><\/a><\/span><a href=\"https:\/\/tirto.id\/q\/multi-level-marketing-jgv\"><i><span style=\"font-weight: 400;\"><em>ulti-Level Ma<\/em>rketing). <\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, setelah melalui beberapa kali rayuan gombal dari teman semacam ini, kemudian saya sadar bahwa ini namanya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">money game.<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sistem MLM memang berfokus pada konsep <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">member gets member <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">atau rekrutmen anggota. Hanya saja, MLM yang baik tentu punya produk yang jelas, dan sistem usahanya legal serta terdaftar di OJK. Sementara itu, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">money game <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">lebih berfokus pada bagaimana cara mendulang uang tanpa memperhatikan barang atau hal nyata yang dijual.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, apa yang ditawarkan teman saya terkait <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">trading <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">jelas masuk ke dalam konsep <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">money game. Money game <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sendiri dilarang dan tidak terjamin keamanannya. Seharusnya, teman saya yang pendidikannya tinggi ini tahu kalau apa yang sedang dia ikuti adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">money game.<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun sayang, teman saya termakan hasutan untuk kaya dalam waktu cepat\u2014dan meniadakan kemungkinan kalau suatu saat dia bisa merugi. Sebuah nasib yang pernah dialami nasabah arisan daring tidak jelas seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dream for Freedom. <\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sistem yang ditawarkan teman saya ini seperti judi. Mungkin teman saya juga tahu itu, dan paham betul kalau dia tengah mengikuti bisnis ilegal. Namun, seperti <a href=\"https:\/\/mojok.co\/red\/rame\/moknyus\/perjalanan-pendidikan-abdul-somad-agar-kamu-mengenalnya-lebih-dekat\/\">orang berpendidikan<\/a> yang main judi di Las Vegas, teman saya mau saja larut ke dalam permainan itu, berharap dia jadi yang beruntung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu saja, layaknya pengalaman yang sudah-sudah, hubungan saya dan teman saya ini jadi renggang. Saya mematikan <i>story <\/i>Instagramnya dan kemarin\u2014bahkan kepikiran untuk memblokirnya di Whatsapp. Mungkin saya cuma satu dari sekian banyak orang yang menjauhinya karena dia masuk ke lingkaran setan produk tidak jelas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Soalnya, beberapa kali teman saya bilang begini di media sosialnya: <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">nggak mau diajak kaya? Silakan! Yang penting sini udah menikmati keuntungan berlipat ganda.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Ini seolah seperti <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">nantangin <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">banyak kawannya yang berpikir logis dan menganggap bahwa teman saya ini sudah sama gilanya dengan murid Dimas Kanjeng. Namun yah, uang memang bisa membutakan banyak orang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teman saya mungkin sekarang mendulang keuntungan. Dan, ketika sistem <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">money game <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">ilegal ini <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">collapse <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">alias merugi, teman saya mungkin sudah menikmati uang yang banyak dan sudah menarik uangnya dari perusahaan tersebut. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun dia lupa, berapa pun banyaknya keuntungan yang dia dapatkan dari investasi tersebut, dia akan rugi pada akhirnya. Karena dia sudah kehilangan integritas di depan banyak temannya. Apalagi kalau ada teman yang berhasil direkrut kemudian merasa rugi karenanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cuma kayaknya kalau orang-orang sudah keracunan uang ilegal, rasa malu juga luruh seiring dengan akal sehat mereka. Ya kalau tidak begini, koruptor pasti sudah hilang muka dari dulu, kan?<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada satu kenalan saya yang menawarkan sebuah konsep\u2014yang katanya\u2014baru dalam money game\u00a0alias permainan mendulang uang yaitu trading.<\/p>\n","protected":false},"author":54,"featured_media":2604,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12905],"tags":[690,691,685],"class_list":["post-2521","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-politik","tag-money-game","tag-trading","tag-trend-masyarakat"],"modified_by":"Ibil S Widodo","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2521","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/54"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2521"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2521\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2604"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2521"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2521"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2521"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}