{"id":251608,"date":"2023-12-13T11:54:46","date_gmt":"2023-12-13T04:54:46","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=251608"},"modified":"2023-12-13T11:54:46","modified_gmt":"2023-12-13T04:54:46","slug":"tangisan-buruh-alfamart-tangisan-kaum-pekerja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tangisan-buruh-alfamart-tangisan-kaum-pekerja\/","title":{"rendered":"Tangisan Buruh Alfamart yang Dimaki Atasan Bukan Tangisan Manja, Justru Itu Tanda Bahaya yang Tak Boleh Kita Abaikan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Air mata adalah bahasa hati paling nyata. Sayangnya, bahasa paling dalam ini sering dipandang sebagai simbol kelemahan. Seperti air mata buruh Alfamart yang muak dengan situasi kerjanya. Banyak yang mencibir bahkan merendahkan keluh kesah buruh tersebut. Manja, lemah, sampai pengecut terlontar pada pekerja yang menangis itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu saja ini mengerikan, apalagi ketika yang mencibir adalah sesama kelas pekerja. Dude, come on.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya berdiri bersama buruh Alfamart tadi. Tangisan itu bukanlah tanda lemah dan sebagainya. Tangisan itu adalah tanda bahaya, peringatan bagi kita semua akan normalisasi ruang kerja yang beracun. Juga peringatan akan sulitnya seseorang menemukan pekerjaan yang memenuhi kebutuhan dan aspirasinya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Terima kasih, TikTok!<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tangisan dan keluh kesah buruh Alfamart ini viral di media sosial TikTok. Dalam konten itu, buruh tadi menangis di pinggir jalan. Masih menggunakan helm dan masker, mungkin pulang kerja. Sejak awal video, suara sesenggukan mendominasi konten. Namun ia berusaha mencurahkan isi hatinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buruh perempuan tersebut bercerita bagaimana beratnya untuk bertahan di tempat kerja. Tanggung jawab menghidupi ibunya menjadi alasan untuk menahan diri. Namun dia merasa tidak mampu dengan perilaku manajer yang kelewatan. Yang buruh Alfamart highlight adalah perkara manajer memaki-maki dirinya di depan pelanggan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Video singkat ini sempat viral di berbagai media sosial. Ratusan atau mungkin ribuan netizen mengomentari konten ini. Namun sebelum saya berkomentar lebih jauh, saya harus berterima kasih pada TikTok. Di tengah gempuran konten goblok, media sosial ini masih bisa menjadi alat siar isu pekerja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya yakin buruh Alfamart ini tidak sendiri. Konten ini mewakili keluh kesah dan tangisan buruh lain yang terhimpit ruang kerja toxic. Sialnya, masih banyak yang menormalisasi perkara ruang kerja toxic.<\/span><\/p>\n<h2><b>Normalisasi yang jadi sumber masalah pekerja<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak netizen yang memandang sinis curhatan dan tangisan buruh Alfamart ini. Mereka menilai si buruh terlalu lembek dan manja. \u201cNamanya kerja ya wajar dong kalau dimaki,\u201d komentar salah satu warganet di Twitter. Beberapa juga memandang sepele masalah si buruh. \u201cSabar ya neng, hidup emang tidak seindah drama korea,\u201d komentar salah satu pengguna Reddit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekali lagi, kita harus menghadapi manusia-manusia ndlogok macam ini. Dan biasanya yang bicara demikian adalah sesama pekerja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apa yang disampaikan oleh buruh Alfamart itu tidak bisa disepelekan. Bahkan dengan berbagai pemakluman, dimaki atasan di depan umum jelas di luar tupoksi buruh tadi. Namun dengan semboyan \u201cdunia ini keras,\u201d kita menerima perilaku kurang ajar dan destruktif dari atasan. Bahkan memandang orang yang tidak kuat atau melawan budaya toxic ini sebagai lemah dan manja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teman-teman, inilah yang membuat isu pekerja masih di situ-situ saja. Sebab, sesama pekerja malah memaklumi masalah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Harus kita akui, budaya toxic ini memang umum terjadi. Investor menuntut direksi untuk menghasilkan profit. Direksi menuntut manajerial untuk kinerja lebih efisien. Manajerial menekan para pekerja untuk mencapai tujuan dari atasan tadi. Maki-maki dan tindakan represif menjadi alat mudah mencapai tujuan ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun apakah ini hal yang pantas terjadi? Tentu tidak! Setiap pekerja, dari buruh sampai direksi, berhak mendapat ruang kerja yang aman dan sehat. Terutama untuk para tingkatan staff yang rentan tekanan dan serangan dari jajaran atas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Isu seperti tangisan buruh Alfamart ini bukanlah hal normal. Dan tidak bisa dipandang normal dengan ujaran sok kuat. Namun harus jadi peringatan bahwa situasi ruang kerja masih menyisakan ancaman. Dan kita berhak mendorong munculnya model kerja baru yang efisien, aman, dan damai.<\/span><\/p>\n<h2><b>Makian untuk buruh Alfamart adalah makian untuk semua buruh<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu bagaimana kita bisa mewujudkan ruang kerja ideal tadi? Ada sih caranya, tapi sulit dan rumit. Jika sederhana, isu 8 jam kerja tidak harus menumbalkan 9 nyawa. Jika mudah, tidak ada <a href=\"https:\/\/www.hukumonline.com\/klinik\/a\/3-mekanisme-penyelesaian-perselisihan-hubungan-industrial-lt4b82643d06be9\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">proses bipartit dan tripartit<\/a> setiap ada pelanggaran hak pekerja. Maka kita bisa mulai dari langkah paling dasar: solidaritas!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Langkah awal ini memang sederhana. Bisa kita mulai dari memandang tangisan buruh Alfamart ini. Dari konten tersebut, kita bisa melihat bahwa banyak orang tertekan di ruang kerja. Orang-orang itu yang butuh solidaritas kita. Mereka tidak butuh motivasi sok keras bahkan makian tambahan. Biarkan rasa dalam hati kita yang bicara sampai terucap, \u201cMemang ada yang salah nih.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ingat, kita sama-sama pekerja. Makian untuk satu buruh adalah makian untuk semua. Satu buruh tidak sejahtera, maka semua buruh belum sejahtera. Tidak perlu bingung mencari ideologi dan teori sana sini, karena rasa itu ada di dalam hati kita.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mbak-mbak yang menangis karena atasan toxic, tetap tegakkan kepala. Mbak tidak sendiri kok. Dan percayalah, hari-hari esok adalah milik kita!<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Prabu Yudianto<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kantong-plastik-berbayar-bukti-alfamart-setengah-hati\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kantong Plastik Berbayar, Bukti Alfamart Masih Setengah-setengah Melindungi Lingkungan<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tetap tegakkan kepalamu wahai kaum pekerja!<\/p>\n","protected":false},"author":793,"featured_media":251612,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[1225,218,22161,12886],"class_list":["post-251608","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-alfamart","tag-buruh","tag-isu-pekerja","tag-represi"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/251608","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/793"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=251608"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/251608\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/251612"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=251608"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=251608"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=251608"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}