{"id":251424,"date":"2023-12-12T11:20:40","date_gmt":"2023-12-12T04:20:40","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=251424"},"modified":"2023-12-12T11:34:42","modified_gmt":"2023-12-12T04:34:42","slug":"hadiah-untuk-dosen-pembimbing-itu-kebiasaan-yang-nggak-perlu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/hadiah-untuk-dosen-pembimbing-itu-kebiasaan-yang-nggak-perlu\/","title":{"rendered":"Hadiah untuk Dosen Pembimbing Itu Kebiasaan yang Nggak Perlu, Merepotkan Kedua Belah Pihak!"},"content":{"rendered":"<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Hadiah untuk dosen pembimbing itu nggak perlu, mending buat saya aja.\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa hari lalu, ada satu pesan masuk dari salah seorang teman. Dia adalah teman lama, teman yang sedang berjuang untuk <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/dilema-mahasiswa-yang-nggak-lulus-lulus-kuliah-karena-asyik-bekerja-hingga-bantu-proyek-dosen\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">lulus dari kampusnya<\/a> setelah 7 tahun kuliah. Kebetulan saya memang mengikuti perkembangan skripsinya, wong saya ikut membantu menyelesaikannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, pesan dari teman saya kali ini bukan bertanya soal skripsi. Dia menanyakan sebuah pertanyaan sederhana yang anehnya membuat saya berpikir agak keras. \u201cKira-kira aku perlu ngasih<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">hadiah ke dosen pembimbing, nggak?\u201d begitu tanyanya singkat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pesan ini lama tidak saya balas. Saya benar-benar berpikir keras. Apakah memang ada tradisi memberi hadiah kepada dosen pembimbing? Soalnya, selama 4,5 tahun kuliah, saya jarang mengetahui ada tradisi memberi hadiah kepada dosen pembimbing. Ada, tapi tidak banyak. Pun ketika beres skripsian dan lulus, saya juga tidak memberi hadiah kepada dosen pembimbing. Menurut saya, ucapan terima kasih saja sudah cukup.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaan teman saya ini belum saya jawab. Saya melempar pertanyaan ini ke grup kelas saya waktu kuliah, grup yang akhir-akhir ini sudah mirip pertandingan Arema FC pasca <a href=\"https:\/\/mojok.co\/esai\/tragedi-kanjuruhan-menormalisasi-hal-yang-tidak-normal-adalah-mula-malapetaka\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tragedi Kanjuruhan<\/a>, sepi. Teman-teman saya ternyata memberikan jawaban dan pendapat yang beragam.<\/span><\/p>\n<h2><b>Hadiah untuk dosen pembimbing berpotensi gratifikasi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teman-teman saya ada yang merasa, memberi hadian untuk dosen itu wajar saja. Di beberapa kampus, memberi hadiah untuk dosen pembimbing bahkan sudah jadi tradisi. Beberapa teman yang lain berpendapat, hadiah untuk dosen pembimbing itu tidak perlu. Sebab, selain bakal merepotkan kedua belah pihak\u2014baik mahasiswa atau dosennya\u2014hal ini bisa masuk sebagai gratifikasi. Di beberapa kampus bahkan sudah ada peringatan untuk tidak memberikan hadiah kepada dosen pembimbing.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jawaban serupa juga saya temukan di <a href=\"https:\/\/id.quora.com\/Apa-itu-Quora-1\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Quora.<\/a> Ada satu jawaban yang cukup otoritatif, jawaban dari salah satu dosen universitas swasta di Jawa Timur. Menurutnya, pemberian hadiah kepada dosen pembimbing ini tidak perlu dilakukan. Alasannya jelas, yaitu gratifikasi. Karena setiap hadiah yang diterima dosen (terutama hadiah yang bersifat materi) harus dilaporkan ke otoritas kampus, dan harus memberikan alasan mengapa hadiah ini tidak bisa ditolak.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tidak perlu hadiah demi menjaga hubungan baik<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Skripsi itu sebenarnya sudah cukup membuat kita mumet sepanjang hari. Mengerjakannya butuh mental yang kemauan yang kuat serta solid. Belum lagi proses bimbingannya yang kerap membuat menghela napas panjang karena dosen yang susah ditemui. Semua itu jangan ditambah dengan kebingungan memikirkan hadiah untuk dosen pembimbing.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut saya, tidak ada urgensi dalam pemberian hadiah kepada dosen pembimbing. Dalam konteks skripsi,\u00a0 sudah jadi tugas dan tanggung jawab dosen untuk <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/dosen-pembimbing-adalah-kunci-mulusnya-proses-skripsi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">membimbing mahasiswan<\/a> dalam pengerjaan skripsi. Jika sukses, ya berarti itu berarti keberhasilan kedua belah pihak. Adanya hadiah ditakutkan akan mengganggu hubungan profesionalitas antara mahasiswa dan dosen pembimbing. Apalagi kalau hadiahnya diberikan ketika sebelum sidang, pasti akan lebih mencurigakan. Takut ada maksud tersembunyi di baliknya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya, jangankan hadiah, memberi kudapan (snack, makanan, dan minuman) ketika sidang skripsi saja ada kampus yang tidak memperbolehkan. Beberapa kampus bahkan sampai menyediakan sendiri anggaran untuk kudapan dosen pembimbing dan penguji ketika skripsi. Mahasiswa tidak perlu menyediakan kudapan sehingga peluang tindakan menyeleweng bisa diminimalisir.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhirnya, pesan dari teman saya ini bisa saya balas dengan jawaban yang pas. Saya balas begini: \u201cNggak perlu diberi hadiah. Lagian, kamu mau ngasih<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">hadiah apa? Lha wong duit yang kamu janjikan pada saya sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">fee <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">bantuan skripsi saja belum kamu bayar, kok. Kalau mau kasi hadiah, mending hadiahnya buat saya saja.\u201d Dan teman saya hanya membalas singkat, \u201chehehe.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Iqbal AR<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/dosen-pembimbing-nggak-harus-bantu-mahasiswa-saat-sempro\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Seminar Proposal Itu Menguji Calon Skripsi Mahasiswa, Bukan Dosen Pembimbing. Jangan Terlalu Bergantung!<\/a><\/strong><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ini<\/a> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Memberi hadiah untuk dosen pembimbing itu tidak perlu, malah bisa merepotkan kedua belah pihak, baik mahasiswa maupun dosen pembimbingnya. <\/p>\n","protected":false},"author":75,"featured_media":251429,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13089],"tags":[1116,22139,3375,22137,22138,236,4264],"class_list":["post-251424","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-dosen-pembimbing","tag-gratfikasi","tag-hadiah","tag-hadian-untuk-dosen-pembimbing","tag-mahaiswa","tag-skripsi","tag-tugas-akhir"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/251424","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/75"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=251424"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/251424\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/251429"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=251424"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=251424"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=251424"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}