{"id":251405,"date":"2023-12-12T11:14:15","date_gmt":"2023-12-12T04:14:15","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=251405"},"modified":"2023-12-12T11:14:15","modified_gmt":"2023-12-12T04:14:15","slug":"universitas-muria-kudus-kampus-unik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/universitas-muria-kudus-kampus-unik\/","title":{"rendered":"Di Universitas Muria Kudus, meski Skripsimu Kelar, Nggak Berarti Kamu Bisa Lulus!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalian tahu Universitas Muria Kudus? Nggak? Oh, sama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nggak, bercanda, saya jelas tahu, wong itu tempat saya kuliah. Tapi jika para pembaca sekalian nggak tahu, wajar, wajar banget malah. Memang kampus ini nggak begitu terkenal, apalagi jika disandingkan kampus negeri terkenal lain. Ya, betul, ini universitas swasta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya sih, Universitas Muria Kudus ini termasuk kampus swasta yang sudah cukup terkenal di Kota Kudus. Letaknya di desa Gondangmanis, Kecamatan Bae. Karena letaknya di desa Gondangmanis ini, sering kali diplesetkan jadi UGM (Universitas Gondang Manis). Hal ini juga sering saya jadikan guyonan ketika ada yang bertanya mengenai tempat kuliah saya. Saya biasanya dengan percaya diri menjawab UGM. Orang yang kepo tadi mungkin mengira saya kuliah di Universitas Gajah Mada, padahal UGM yang saya maksud adalah Universitas Gondang Manis, yang tak lain adalah UMK, hahaha.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kuliah di sini itu ya selayaknya kuliah di kampus lain. Ada sukanya, banyak banget dukanya. Nah, karena membahas duka selalu lebih nendang, maka saya mau bahas beberapa hal yang kurang pas saat saya kuliah di Universitas Muria Kudus. Cus!<\/span><\/p>\n<h2><b>Sering dikira kampus Islami<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya ingat waktu itu ketika saya nongkrong di angkringan dekat rumah saya, salah satu kawan saya bertanya, \u201cUMK itu universitas yang nuansanya muslim ya? Cuma muslim yang boleh daftar?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tangan saya yang sedang memegang secangkir kopi tidak jadi saya arahkan ke mulut. Saya putuskan untuk meletakkannya kembali dan memberikan klarifikasi terkait pertanyaan itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Barangkali, saya kira, orang-orang menganggap UMK ini kampus Islami (mungkin mirip-mirip IAIN) disebabkan karena namanya, Universitas Muria Kudus. Membawa dua nama daerah, Muria dan Kudus. Dua daerah tersebut kental dan melekat dengan nama dua wali dari Wali Songo yang masyhur, yaitu Sunan Muria dan Sunan Kudus. Sebagaimana kita ketahui, bahwa Wali Songo ini merupakan tokoh penyebar islam di tanah Jawa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal sebenarnya, UMK ini kampus untuk umum. Maksudnya, semua orang boleh daftar. Mau Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Konghucu, Kejawen sekalipun bebas boleh mendaftar. Pendaftarannya juga tidak ada yang terkait tes-tes wawasan keagamaan yang mendalam atau syarat minimal harus hafal beberapa juz Al-Qur\u2019an. Mata kuliahnya juga berkaitan dengan ilmu-ilmu umum. Saya lebih suka menyebutnya ilmu-ilmu yang duniawi. Tidak ada penekanan dan fokus khusus dalam ilmu keagamaan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Di UMK, Skripsi tak sepenting Sertifikat Keterampilan Wajib<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di dalam sistem perkuliahan UMK, terdapat mata kuliah di luar SKS yang wajib diambil. Mata kuliah ini disebut keterampilan wajib. Terdiri dari tiga mata kuliah yaitu keterampilan komputer, keterampilan bahasa Inggris, dan keterampilan kewirausahaan. Keterampilan komputer dapat diambil mulai dari semester 2, sedangkan keterampilan bahasa Inggris dan kewirausahaan dapat diambil mulai dari semester 5. Tiga mata kuliah ini wajib dijalani untuk mendapatkan sertifikat sebagai syarat kelulusan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sinilah permasalahannya. Ketika sertifikat tiga keterampilan wajib tadi menjadi syarat kelulusan. Andai skripsi sudah selesai tapi belum memiliki sertifikat ketiganya, maka skripsi tidak ada artinya sama sekali. Kalau mau lulus, ya harus punya sertifikat tiga keterampilan wajib tadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak pandangan kontra mengenai hal ini. Tidak lain karena sistem pengambilan mata kuliah ini yang harus rebutan satu kampus dan kuotanya terbatas tiap semesternya. Belum lagi kendala jaringan, website down, dan perangkat kentang, yang semuanya menjadi keluh kesah mahasiswa UMK.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalkan saya ingin mengambil keterampilan wajib komputer pada semester 2. Ternyata ketika rebutan saya mengalami kendala jaringan, perangkat yang lemot dan menyebabkan saya tidak mendapatkan kuota mata kuliah, mau tidak mau saya harus mundur di semester depan untuk menjalani mata kuliah keterampilan wajib ini. Jika kala rebutan lagi, ya harus tertunda lagi di semester berikutnya, dan begitu seterusnya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Stigma swasta yang tak sebagus negeri<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Barangkali ini merupakan masalah umum yang sering membuat mahasiswa kampus swasta merasa minder. Stigma di masyarakat bahwa kampus swasta tak sebaik kampus negeri masih melekat begitu kental. Ada pula yang beranggapan bahwa kuliah di kampus swasta hanya menghambur-hamburkan uang untuk kualitas yang tak jelas bagaimana. Pengalaman pahit dengan stigma ini dialami sendiri oleh kakak saya yang dulu juga kuliah di Universitas Muria Kudus. Salah satu tetangga nyerocos, \u201cKuliah di kampus swasta besok mau jadi apa?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang jelas sih, jadi orang yang lebih baik ketimbang situ.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tangan saya gatal dan ingin meninju orang-orang yang berpikiran sempit semacam itu. Memang, kampus negeri biayanya biasanya lebih murah dan kualitas baiknya juga sudah tenar, apalagi kampus besar seperti UGM, UI, ITB. Namun, tak jarang justru beberapa orang mau masuk ke kampus besar tersebut tak lebih dari sekadar menuruti gengsi di mata masyarakat. Bisa coba dicari di Google mengenai kasus-kasus penggunaan jasa joki tes ujian demi lolos masuk sebuah universitas ternama dan fakultas bergengsi. Uang berjuta-juta dihamburkan menyewa joki hanya demi menuruti gengsi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya teringat quotes seorang seniman dan penulis novel yakni <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Pidi_Baiq\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pidi Baiq<\/a>, \u201c Dulu, nama besar kampus disebabkan oleh karena kehebatan mahasiswanya. Sekarang, mahasiswa ingin hebat karena nama besar kampusnya\u201d. Damn.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah 3 hal yang saya rasa jadi hal yang kurang menyenangkan saat kuliah di Universitas Muria Kudus. Tapi saya jelas tidak menyesal kuliah di sini. Sebab, kuliah di mana pun, saya kira sama saja, asal serius saat kuliah. Kalau nggak ya, kuliah di universitas terbaik di dunia pun nggak akan ngaruh apa-apa.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Femas Anggit Wahyu Nugroho<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-hal-unik-yang-hanya-dijumpai-di-kota-kudus\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">5 Hal Unik yang Hanya Dijumpai di Kota Kudus<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nggak percaya? Jajalan dewe.<\/p>\n","protected":false},"author":2384,"featured_media":251427,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13089],"tags":[2249,236,22140],"class_list":["post-251405","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-kudus","tag-skripsi","tag-universitas-muria-kudus"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/251405","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2384"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=251405"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/251405\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/251427"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=251405"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=251405"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=251405"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}