{"id":251100,"date":"2023-12-09T18:17:35","date_gmt":"2023-12-09T11:17:35","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=251100"},"modified":"2023-12-09T18:17:35","modified_gmt":"2023-12-09T11:17:35","slug":"jalan-rusak-tidak-melulu-salah-pemerintah-mending-kita-berkaca","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jalan-rusak-tidak-melulu-salah-pemerintah-mending-kita-berkaca\/","title":{"rendered":"3 Alasan Jangan Selalu Salahkan Pemerintah kalau Ada Jalan Rusak!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akui saja, kita selalu mencari kambing hitam yang bisa disalahkan dan dituntut pertanggungjawabannya ketika melewati jalan rusak. Sosok itu adalah pemerintah yang selama ini memang kurang becus bekerja.\u00a0 Berbagai kritik pun dilayangkan melalui media sosial atau jalur-jalur lain.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meminta pertanggungjawaban pemerintah perkara jalan rusak\u00a0 tidaklah keliru. Memang pemerintahlah yang bertanggungjawab atas pembangunan jalan seluruh Indonesia. Baik pemerintah tingkat terkecil yaitu desa sampai pusat di Jakarta. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, di beberapa kasus jalan rusak, bukan hanya ketidakbecusan pemerintah pemicunya. Ada andil warga dan oknum yang tidak bertanggung jawab yang memperburuk kondisi jalan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Warga sembrono melewati jalan rusak yang sedang diperbaiki<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebanyakan orang tertawa melihat foto\/video pengendara terjebak di tengah jalan basah yang masih proses pengecoran. Pemandangan pengendara yang apes karena kecerobohannya mungkin lucu bagi sebagian orang, tapi tidak untuk saya. Dia hanya mempersulit proses perbaikan jalan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangkan berapa besar biaya yang sudah digelontorkan untuk perbaikan jalan. Belum lagi kerusakan karena pengendara ceroboh yang hanya membengkakkan anggaran. Parahnya, kejadian sejenis juga pernah terjadi di Tangerang. Pada 2021, ada sebuah ruas jalan nasional yang baru dicor yang hancur karena dilewati warga dan kendaraan secara beramai-ramai. Bukan hanya pengendara saja yang merusak, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kenapa-orang-indonesia-susah-untuk-diajak-jalan-kaki\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pejalan kaki <\/a>juga terlibat.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Kendaraan kelebihan muatan\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum dibangun, jalan sudah direncanakan sebaik mungkin, termasuk kekuatan menahan beban. Semua itu disesuaikan dengan jenis jalan dan kebutuhan kendaraan yang kerap melintas di sana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, perencanaan tidak selalu selaras dengan kenyataan. Kerap kali perhitungan volume kendaraan yang akan melintasi jalan meleset. Biasanya, jumlah kendaraan yang melintas lebih banyak dari perkiraan awal.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Maklum saja, jumlah kendaraan bermotor tiap tahunnya terus naik. Ditambah<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jalan-rusak-di-klaten-beneran-abadi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> truk kelebihan muatan<\/a> sekarang hilir mudik di jalanan. Baik itu jalan kabupaten, provinsi, maupun nasional. Menurut saya ini salah satu biang kerok jalan rusak lebih cepat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terkait persoalan ini, saya rasa harus ada intervensi dari aparat penegak hukum. Oknum supir kendaraan-kendaraan besar perlu ditertibkan agar tidak membawa muatan berlebih di kendaraannya. Selain itu, truk kelebihan muatan juga dapat membahayakan pengendara lain di jalanan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Oknum preman yang mengusik kontraktor proyek pemerintah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah jadi rahasia umum, proyek pemerintah seperti pembangunan jalan adalah sumber pendapatan bagi preman akamsi. Mereka pasti \u201cminta jatah\u201d dengan dalih yang keamanan. Andai <a href=\"https:\/\/dinaspupr.bandaacehkota.go.id\/2020\/07\/18\/apa-itu-kontraktor-sipil-dan-sub-kontraktor\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kontraktor<\/a> tidak mau memberikannya, mereka terus mengganggu pembangunan proyek tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gangguan semacam ini mungkin terlihat sepele. Namun, kalau terjadi setiap hari bakal mengganggu pengerjaan proyek jalan. Lantaran hal tersebut, sesekali kontraktor terpaksa ngasih uang keamanan. Demi keselamatan pekerja sekaligus kelancaran proyeknya. Uang keamanannya dapat dari mana? Tentu dari dana membangun proyek tersebut juga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keuntungan kontraktor berkurang dong? Bisa iya, bisa juga tidak. Kadang kala oknum kontraktor nakal yang tidak mau keuntungannya berkurang, malah mengurangi kualitas proyek pemerintah. Misal, harusnya jalan beton menggunakan semen kualitas 1, di lapangan justru pakai semen kualitas 3. Proyeknya tetap bakal selesai, tapi asal jadi saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kontraktor memang salah, tapi saya tidak bisa menyalahkannya 100 persen. Kondisi lapangan memang sulit. Saya memahami, mereka pun terpaksa melakukan itu agar usahanya tetap bisa berjalan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitu kiranya faktor di luar pemerintah yang membuat jalan rusak. Perlu saya tegaskan inti tulisan ini bukan untuk membela pemerintah. Melainkan menyadarkan masyarakat jangan hanya menuntut perbaikan jalan saja. Kita juga perlu berperan memelihara jalan supaya bisa bertahan dalam jangka waktu yang panjang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Ahmad Arief Widodo<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/niat-baik-di-balik-jalan-rusak-yang-tak-kunjung-diperbaiki\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Niat Baik di Balik Jalan Rusak yang Tak Kunjung Diperbaiki<\/a><\/strong><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ini<\/a> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jalan rusak tidak melulu salah pemerintah. Di beberapa kasus, warga dan oknum tertentu ikut memperburuk kondisi jalan. <\/p>\n","protected":false},"author":1760,"featured_media":251118,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[8961,12772,3342,16579,13304],"class_list":["post-251100","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-jalan-rusak","tag-kontraktor","tag-pemerintah","tag-perbaikan-jalan","tag-proyek-pemerintah"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/251100","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1760"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=251100"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/251100\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/251118"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=251100"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=251100"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=251100"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}