{"id":250980,"date":"2023-12-09T03:05:28","date_gmt":"2023-12-08T20:05:28","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=250980"},"modified":"2023-12-09T11:48:45","modified_gmt":"2023-12-09T04:48:45","slug":"donatur-kampus-paling-dermawan-adalah-mereka-yang-kuliah-lama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/donatur-kampus-paling-dermawan-adalah-mereka-yang-kuliah-lama\/","title":{"rendered":"Mahasiswa yang Kuliah Lama adalah Donatur Kampus Paling Dermawan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak yang tidak ingin kuliah lama karena ogah menjadi donatur kampus, termasuk saya. Sejak awal saya masuk kuliah, saya ingin lulus cepat agar tidak terus menerus membayar UKT yang mahal itu. Sebenarnya keinginan lulus cepat sudah ada jauh sebelum saya memutuskan kuliah di Jogja. Namun, pada saat itu alasan saya sangat idealis, saya ingin segera melanjutkan<a href=\"https:\/\/mojok.co\/kilas\/pendidikan\/perbedaan-jenjang-pendidikan-sarjana-magister-dan-doktoral\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> jenjang S2<\/a>.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah merasakan mahalnya membayar UKT, saya rasa alasan pertama lebih kuat mendorong saya untuk segera lulus. Mungkin alasan ini juga yang ada di benak mahasiswa perantauan lain. UKT mahal, biaya hidup di perantauan tidak sedikit, dan masih ditanggung orang tua. Tiga kombinasi yang mendorong saya untuk segera lulus.<\/span><\/p>\n<h2><b>Mahasiswa rangkap donatur kampus\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Donatur kampus istilah yang menggelitik buat saya. Istilah ini biasanya disematkan untuk mahasiswa yang tidak kunjung lulus. Mahasiswa yang kuliah lama ini biasanya hanya tinggal menempuh tugas akhir atau skripsi. Namun, mereka terus menerus <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/biaya-perguruan-tinggi-negeri-nyatanya-begitu-mahal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">membayar UKT<\/a> seperti mahasiswa lainnya. Kalaupun ada keringanan, biasanya potongannya tidak banyak. Betapa tidak murah hati mereka ini? Pantas saja disebut donatur kampus.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Iming-iming fasilitas kampus yang kian berkembang begini-begitu juga tidak membuat saya berminat kuliah lama. Untuk mahasiswa semester atas, fasilitas yang dibutuhkan tidaklah banyak, hanya akses referensi yang lengkap, ruangan nyaman, dan wifi yang kencang. Membayar UKT satu semester untuk tiga fasilitas itu saya rasa terlalu mahal.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau memang kalian rela menjadi donatur kampus sih ya silakan saja. Apalagi kalau sudah punya penghasilan sendiri. Namun, kalau masih seperti saya yang jadi beban orang tua, mau sok-sokan jadi donatur kampus, kok rasanya nggak bijak ya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Kuliah lama memang tidak memalukan, tapi jangan cari-cari alasan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu mengapa saya tertarik mengomentari tulisan Terminal Mojok berjudul<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kuliah-lama-nggak-melulu-memalukan\/\"><span style=\"font-weight: 400;\"> Kuliah Lama Nggak Melulu Memalukan, Justru Lebih Matang ketika Lulus<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Di dalam tulisan itu disebutkan kuliah lama tidak melulu memalukan, bisa jadi mereka lebih matang secara keilmuan dan pengalaman. Penulis merujuk pada pengalaman dosennya yang kuliah entah di tahun berapa. Katanya, mahasiswa zaman dahulu kebanyakan lulus di semester 10 ke atas. Lulusannya pun punya keilmuan yang matang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah pola pikir semacam itu bisa membenarkan mahasiswa zaman sekarang yang kuliah lama? Saya kok sangsi ya.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak ada satupun kawan saya atau mahasiswa kampus lain yang beralasan lama kuliah untuk memperdalam ilmu. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Mahasiswa yang kuliah lama kebanyakan memang terjebak keadaan. Bahkan, ada yang sengaja tidak lulus cepat karena takut menghadapi dunia kerja. Secara jujur mereka menjawab, ditanya kapan lulus jauh lebih mending dibanding menjadi <a href=\"https:\/\/ugm.ac.id\/id\/berita\/23493-menaker-12-persen-pengangguran-di-indonesia-didominasi-lulusan-sarjana-dan-diploma\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sarjana yang menganggur<\/a>.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantas, apakah kuliah lama di zaman sekarang ini benar-benar untuk memperdalam keilmuan dan pengalaman demi dunia kerja kelak? Saya curiga, narasi mahasiswa kuliah lama demi memperdalam keilmuan dan pengalaman hanya sebagai alasan saja. Alasan untuk tidak disebut sebagai donatur kampus paling dermawan yang terdengar halus, tapi nyelekit di hati.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Faris Al Farisi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mengerjakan-skripsi-menggunakan-hp\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b>Nggak Bisa Ngerjain Skripsi karena Nggak Punya Laptop? Itu Cuma Pembenaran untuk Malasmu! Saya Bisa Lulus Kuliah Modal HP doang<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tenstang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ini<\/a> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mahasiswa yang kuliah lama adalah donatur kampus paling dermawan. <\/p>\n","protected":false},"author":2061,"featured_media":251047,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13089],"tags":[22085,921,22066,1286,22086,236],"class_list":["post-250980","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-donatur-kampus","tag-kampus","tag-kuliah-lama","tag-mahasiswa-tua","tag-mahasiwa","tag-skripsi"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/250980","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2061"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=250980"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/250980\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/251047"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=250980"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=250980"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=250980"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}