{"id":25096,"date":"2020-01-13T13:40:18","date_gmt":"2020-01-13T06:40:18","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=25096"},"modified":"2020-01-13T13:43:07","modified_gmt":"2020-01-13T06:43:07","slug":"nggak-cuma-customer-driver-ojol-juga-bisa-ngasih-bintang-satu-ke-penumpangnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nggak-cuma-customer-driver-ojol-juga-bisa-ngasih-bintang-satu-ke-penumpangnya\/","title":{"rendered":"Nggak Cuma Customer, Driver Ojol Juga Bisa Ngasih Bintang Satu ke Penumpangnya!"},"content":{"rendered":"<p>Pada 10 Januari 2020 lalu, Erwin Setia menulis artikel menarik, \u201c<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kenapa-sih-ada-orang-tega-ngasih-bintang-satu-untuk-driver-ojol\/\">Kenapa Sih Ada Orang Tega Ngasih Bintang Satu untuk Driver Ojol?<\/a>\u201d Sebagai driver ojol, dengan tulus saya menyampaikan terima kasih atas simpati dan empati Mas Erwin Setia. Semoga apa yang ditulisnya bisa menjadi pencetus gerakan #nobintangsatu buat driver ojol. Dengan begitu, bayangan <em>suspend<\/em> karena bintang satu atau komentar <em>customer, <\/em>tidak lagi menghantui para driver ojol.<\/p>\n<p>Btw, tidak hanya <em>customer<\/em> yang bisa memberikan <em>rating<\/em>. Driver ojol\u2012khususnya Gojek\u2012juga bisa memberi <em>rating<\/em> kepada <em>customer<\/em>. Memang, <em>rating<\/em> tersebut seakan-akan tidak berpengaruh apa-apa terhadap akun <em>costumer. Customer<\/em> dengan <em>rating<\/em> kurang dari 4.0 dari 5.0 masih bisa menggunakan aplikasinya. Padahal untuk <em>driver, rating<\/em> 4.3 ke bawah adalah ancaman, tidak tanggung-tanggung ancamannya putus mitra.<\/p>\n<p><em>Customer<\/em> memang tidak tahu berapa <em>rating<\/em>nya, kalau tidak tanya driver, dan komentar apa saja dari para driver. Namun, di lapangan rendahnya <em>rating customer<\/em> berpengaruh pada keputusan driver, apakah orderan akan diambil atau tidak? Biasanya, ketika driver mendapatkan <em>customer<\/em> dengan rating jelek (\u2264 4,5 dari 5), ia merasa ragu untuk membawa <em>customer<\/em> tersebut. Dengan <em>rating<\/em> rendah, rata-rata driver sudah mempunyai bayangan seperti apa <em>customer<\/em> yang hendak dibawa. Sebaliknya, bila<em> rating customer<\/em> bagus, driver akan lebih bersemangat dalam mengambil orderan.<\/p>\n<p>Ada beberapa alasan kenapa driver tega memberi <em>rating<\/em> rendah atau bintang satu kepada <em>customer-<\/em>nya. Tentu saja penilaian <em>customer<\/em> ini bersifat subjektif. Pada <em>customer<\/em> yang sama dengan kelakuan yang sama, penilaian driver bisa jadi berbeda-beda.<\/p>\n<p>Bintang satu biasanya diberikan driver kepada <em>customer<\/em> yang berat badannya over. Seratus kilogram ke ataslah. Terkait hal ini saya pernah punya pengalaman tidak mengenakkan. Saya pernah membawa <em>customer<\/em> dengan bobot lebih dari 100 kilogram. Mau di-cancel, orangnya sudah megangin motor. Mau tidak mau ya dibawa. Akibatnya <em>shockbreaker<\/em> saya langsung jebol. Ongkos cuma Rp10.400 hasilnya <em>shock<\/em> bocor. Sudah gitu, tidak ngasih uang tip sama sekali. Benar-benar <em>dah<\/em> tuh <em>customer.<\/em><\/p>\n<p>Pada <em>customer<\/em> dengan berat badan berlebih seperti itu memang masih ada driver yang ngasih bintang 3 atau 4. Tapi, biasanya<em> customer<\/em> itu enak diajak ngobrol atau pas turun ngasih tip yang pantas. Atau ada juga driver yang memberikan bintang 5. Alasannya biar <em>rating customer<\/em> tidak terlalu jeblok dan ada driver lain yang jadi korban. Kampret memang driver seperti ini hahaha\u2026.<\/p>\n<p>Bintang satu juga diberikan driver pada <em>customer<\/em> yang bawel, minta mampir ke beberapa tempat. Tujuan yang bisa ditempuh selama 10 menit menjadi 30 menit atau lebih. Apalagi ketika turun cuma bilang terima kasih tanpa kompensasi apa-apa atas jasa menunggu. Bahkan ada juga <em>customer<\/em> seperti ini yang ketika turun langsung ngacir, tanpa mengucap satu kata pun. <em>Customer<\/em> seperti ini memang layak dapat bintang satu, <em>iye kan<\/em>?<\/p>\n<p>Teman saya pernah di-<em>suspend<\/em> karena komentar <em>customer<\/em> yang mengadu kalau dirinya diturunkan sebelum sampai tujuan. Padahal menurut teman saya, ia sudah mengantar penumpang sesuai tujuan di aplikasi. Namun, si <em>customer<\/em> ngotot minta diantar sampai rumah, yang mana jarak dari tujuan di aplikasi dengan rumahnya masih sekitar 2 kilometer. Jelas teman saya tidak mau, meskipun <em>customer<\/em> mengancam akan melaporkan ke pihak <a href=\"https:\/\/tirto.id\/9-tahun-gojek-kala-teknologi-membentuk-cara-hidup-manusia-urban-eePY\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Gojek<\/a>. Setelah banding, ternyata pihak Gojek menganggap bahwa <em>customer<\/em>-lah yang bersalah, tentunya setelah kedua pihak dimintai keterangan. <em>Customer<\/em> seperti ini memang layak dikasih bintang satu.<\/p>\n<p>Bintang satu juga diberikan driver pada <em>customer<\/em> yang terlalu rajin. Misalnya, dia sudah ngorder ketika belum mandi atau sedang sarapan. Akibatnya driver harus rela menunggu lebih lama hanya untuk menunggu dia siap berangkat. Kalau menunggu 5-10 menit masih bisa dimaklumi. Tapi kalau sampai 30 menit lebih, ya wassalam. Hanya driver dengan kesabaran ekstra yang mau menunggu. Itu pun dengan balasan bintang satu untuk <em>customer<\/em> tersebut.<\/p>\n<p>Sepertinya beberapa hal tersebut yang membuat driver memberikan bintang satu kepada <em>customer<\/em> secara objektif. Jika <em>customer<\/em> judes, jutek, atau sikap menyebalkan lainnya masih bisa dimaklumi oleh driver. Kalaupun driver memberikan bintang satu, mungkin dia sedang mempunyai masalah sendiri.<\/p>\n<p>Semoga Anda tidak termasuk tipe-tipe<em> customer<\/em> seperti di atas. Walau bagaimanapun driver dan <em>customer<\/em> saling membutuhkan. Hubungan mutualisme harus berlaku di sini. Memang sudah seharusnya driver menjalankan tugasnya dengan baik, dan <em>customer<\/em> mendapatkan pelayanan bintang lima.<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <\/strong><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sikap-customer-yang-menyusahkan-driver-ojek-online\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Sikap Customer yang Menyusahkan Driver Ojek Online<\/a> atau tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/riswandi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Riswandi<\/a>\u00a0lainnya.<\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bintang satu juga diberikan driver ojol pada customer yang terlalu rajin. Misalnya, dia sudah ngorder ketika belum mandi atau sedang sarapan.<\/p>\n","protected":false},"author":478,"featured_media":25132,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[5152,2063,5153],"class_list":["post-25096","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-featured","tag-bintang-satu","tag-driver-ojol","tag-suspend"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25096","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/478"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25096"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25096\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25132"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25096"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25096"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25096"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}