{"id":250801,"date":"2023-12-08T11:05:08","date_gmt":"2023-12-08T04:05:08","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=250801"},"modified":"2023-12-09T11:03:55","modified_gmt":"2023-12-09T04:03:55","slug":"honda-pcx-160-dan-scoopy-sama-sama-menyebalkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/honda-pcx-160-dan-scoopy-sama-sama-menyebalkan\/","title":{"rendered":"Honda PCX 160 Ternyata Setara dengan Honda Scoopy: Keduanya Termasuk Motor yang Menyebalkan!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah rahasia umum kalau Honda Scoopy mendapat <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kelebihan-motor-honda-scoopy-yang-tetap-dihujat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">stigma yang kurang enak<\/a>. Motor ini mendapat julukan cangkang keong, cuma cocok buat kaum hawa, sampai lampu depannya yang terlalu silau. Bisa bikin \u201cbuta sesaat\u201d ketika kena mata secara langsung. Dan kini, Scoopy harus berbagi stigma tersebut dengan Honda PCX 160.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Betul sekali, keduanya sama-sama berasal dari 1 pabrikan: Honda. Bukan tanpa alasan saya mengatakan bahwa Scoopy harus berbagi stigma negatif dengan Honda PCX 160. Kedua motor ini paling jago bikin sebal pengendara lain karena lampu depan mereka terlalu silau.<\/span><\/p>\n<h2><b>Desain lampu depan Honda PCX 160 yang membuatnya terasa menyiksa<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Coba cermati desain atau bentuk lampu dari matik bongsor favorit abah-abah Surabaya Utara ini. Bentuknya seperti huruf V mengikuti bodi depannya yang besar. Lampunya lebih besar dan panjang daripada generasi PCX sebelumnya, yaitu PCX 150. Selain itu, seluruh lampunya juga sudah full LED, yang pastinya sangat terang benderang, apalagi lampu jauhnya. Sungguh, lampu PCX 160 ini merupakan kompetitor paling kuat melawan lampu dari Scoopy!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kita membandingkannya dengan motor kompetitor dari pabrikan Yamaha, yaitu <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/yamaha-all-new-nmax-155-motor-kok-nanggung-banget\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">NMAX 155<\/a>, saya merasa bahwa lampu PCX 160 lebih terang. Padahal keduanya sama-sama menggunakan lampu LED.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wajar sih, soalnya ukuran serta desain lampu dari NMAX 155 tidak sebesar Honda PCX 160. Kalau lampu PCX 160 kelihatan lebih elegan dan mungkin, agresif. Ya, kalau ini sih pendapat saya pribadi, dan mungkin kalian memiliki pendapat yang berbeda-beda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain karena bentuk lampunya yang tidak kalah besar dari Honda Scoopy dan sudah full LED, Honda PCX 160 ini semakin sering saya temukan di jalan. Ya, kalau siang sih aman-aman saja. Nah, pas malam hari, sinar dari lampu motor ini menjadi menyebalkan. Dan, jujur saja saya lebih sering kesilauan ketika menatap lampu motor PCX 160 daripada Honda Scoopy ketika ia datang dari arah yang berlawanan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/honda-pcx-160-dan-scoopy-sama-sama-menyebalkan\/2\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em><strong>Baca halaman selanjutnya: Sebagai pengguna Scoopy, PCX 160 itu sama saja.<\/strong><\/em><\/a><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h2><b>Membayangkan motor ini berpapasan dengan Honda Scoopy<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangkan kalau Honda PCX 160 berpapasan dengan Honda Scoopy. Mereka berpapasan di kala malam dan tidak ada lampu penerangan jalan. Bisa-bisa kedua pengendara <a href=\"https:\/\/pekanbaru.tribunnews.com\/2017\/05\/18\/setel-lampu-all-new-honda-scoopy-dengan-cara-ini-modalnya-hanya-obeng-plus\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bersaing untuk saling menyilaukan mata<\/a>. Keduanya bersaing untuk menjadi yang paling menyebalkan untuk urusan lampu depan!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebetulan, saya pribadi juga menggunakan Scoopy. Jadi, saya bisa membayangkan, karena pernah mengalaminya secara langsung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, sekian keresahan saya terhadap lampu motor Honda PCX 160. Intinya, lampu matik bongsor dengan julukan \u201cjetski darat\u201d ini memiliki penerangan yang bukan main silaunya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau berpapasan dengannya, saya sarankan untuk berhati-hati dan segera alihkan pandangan supaya mata tidak sakit. Tapi, jangan lama-lama mengalihkan pandangannya, cukup 1 detik saja, karena dia lewat dengan cepat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan, bagaimana cara mengurangi silaunya lampu PCX 160, saya sendiri kurang tahu. Mungkin dari pabrikan sananya memang sudah dirancang untuk memberikan penerangan yang lebih baik, tetapi di sisi lain juga menyilaukan mata orang yang menatapnya kayak Honda Scoopy.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Muhammad Arifuddin Tanjung<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/honda-pcx-berat-bobotnya-berat-tarikannya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Dikasih Gratis pun, Saya Tetap Tidak Mau Punya Honda PCX, Berat Bobotnya, Berat Tarikannya!<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bisa bikin \u201cbuta sesaat\u201d ketika kena mata secara langsung, kini, Honda Scoopy harus berbagi stigma menyebalkan dengan Honda PCX 160.<\/p>\n","protected":false},"author":2107,"featured_media":250854,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12903],"tags":[2133,13916,11399,19929,7808,18536,8399,20240],"class_list":["post-250801","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-otomotif","tag-honda","tag-honda-pcx","tag-honda-pcx-150","tag-honda-pcx-160","tag-honda-scoopy","tag-pcx","tag-scoopy","tag-yamaha-nmax"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/250801","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2107"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=250801"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/250801\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/250854"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=250801"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=250801"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=250801"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}