{"id":250731,"date":"2023-12-07T15:02:51","date_gmt":"2023-12-07T08:02:51","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=250731"},"modified":"2023-12-07T15:02:51","modified_gmt":"2023-12-07T08:02:51","slug":"kandungan-minuman-kemasan-yang-memicu-penyakit-ginjal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kandungan-minuman-kemasan-yang-memicu-penyakit-ginjal\/","title":{"rendered":"5 Kandungan dalam Minuman Kemasan yang Memicu Penyakit Ginjal"},"content":{"rendered":"<p><em>Minum minuman kemasan itu nggak apa-apa, tapi hati-hati, penyakit ginjal mengintai kalau nggak dibatasi<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu mungkin pernah bertanya-tanya tentang alasan orang-orang melakukan gerakan back to nature atau memilih pengobatan herbal alternatif. Padahal sepanjang pengetahuanmu, ilmu kedokteran sudah semakin maju.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sini saya bisikin. Orang-orang memilih herbal bukan karena harganya lebih murah. Justru biasanya yang herbal lebih mahal dibandingkan barang berbahan kimia. Kebanyakan dari mereka yang membiasakan diri dengan herbal punya alasan berupa ketakutan pada bahan kimia. Obat-obatan kimiawi, misalnya, mereka pahami dapat memunculkan efek samping berupa gagal ginjal. Oleh karena itu, mereka meninggalkan pengobatan di rumah sakit dan memilih alternatif herbal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Prinsip yang mereka ambil nggak salah. Antisipasi yang mereka lakukan juga nggak boleh kita hakimi. Tapi, ada satu hal yang mungkin luput dari pengetahuan sebagian besar dari mereka. Penyakit pada ginjal nggak hanya disebabkan oleh pengobatan kimia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penyakit ginjal bisa dipicu oleh konsumsi minuman kemasan. Iya, minuman yang iklan, kemasan, dan harganya menarik itu. Banyak lho minuman kemasan yang berpeluang memicu sakit ginjal kalau kita konsumsi secara berlebihan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kenapa begitu?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Minuman-minuman kemasan tertentu mengandung beberapa bahan pemicu gangguan pada ginjal. Cek lima kandungan minuman kemasan yang berbahaya buat ginjal berikut ini.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kandungan minuman kemasan penyebab penyakit ginjal pertama, gula<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Musuh bersama ini rupanya nggak cuma menyebabkan obesitas dan diabetes. Kamu yang masih suka mengonsumsi yang manis-manis harus tobat sekarang juga karena gula juga bisa memicu masalah pada ginjal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah bukan rahasia lagi kalau sebagian minuman kemasan di Indonesia kandungan gulanya nggak ngotak. Padahal gula ini bisa menimbulkan batu ginjal kalau dikonsumsi secara berlebihan. Selain itu, sakit ginjal juga dapat dipicu dari diabetes yang lebih dulu diderita karena kebanyakan konsumsi gula. Diabetes dapat menimbulkan komplikasi bernama nefropati diabetik, yang biasanya berupa kerusakan pada nefron ginjal.<\/span><\/p>\n<h2><b>Air soda<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kamu beli minuman bersoda, cek label komposisinya. Biasanya akan tertera air berkarbonasi, carbonated water, atau ya soda aja gitu. Apa pun istilahnya, minuman yang mengandung soda sebaiknya dihindari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain gulanya banyak, minuman bersoda juga mengandung asam fosfat, fosfor, dan kalium yang tinggi. Asam fosfat yang berlebih berkontribusi dalam menyulitkan ginjal dalam menyaring darah. Penumpukan asam fosfat pun mengakibatkan terbentuknya batu ginjal. Sementara itu, fosfor dan kalium yang tinggi dalam air soda berpotensi merusak kapiler nefron pada ginjal sekaligus menurunkan fungsinya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Alkohol<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kandungan alkohol dalam minuman sebenarnya sejahat itu, Guys. Sayangnya, masih banyak orang yang mengonsumsi alkohol sebagai bagian dari gaya hidup meskipun sudah tahu dampaknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konsumsi alkohol secara berlebihan dapat menurunkan fungsi ginjal. Ginjal jadi bekerja lebih lambat dalam menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Selain itu, alcoholics umumnya bakal merasakan albuminuria, yakni meningkatnya jumlah protein dalam urine. Protein kan harusnya diserap oleh tubuh. Tapi di tubuh peminum alkohol, proteinnya justru terbuang bersama urine.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nggak cuma itu, minuman keras pun membuat ginjal harus bekerja lebih berat untuk mencernanya. Ginjal yang diforsir terus-terusan bisa meningkatkan risiko gagal ginjal akut hingga penyakit ginjal kronis.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kafein<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kafein yang membantumu tetap melek saat mengerjakan deadline itu memang berguna banget. Tapi kamu pun perlu tahu kalau menjadi caffeine-addict mungkin akan mengantarkanmu pada penyakit ginjal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kafein memiliki sifat diuretik yang menyebabkan ginjal kesulitan dalam menyerap air dan memicu dehidrasi. Kafein turut berkontribusi dalam peningkatan aliran sekaligus tekanan darah dan stres pada fungsi ginjal. Kalau hal ini berlangsung terus menerus, batu ginjal dan penyakit ginjal kronis nggak terhindarkan lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suka ngopi dan ngeteh bukan dosa, kok. Asalkan kamu bisa menetapkan batasan secara tegas saat mengonsumsinya, mengingat kopi dan teh mengandung kafein.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kalsium Oksalat, kandungan penyebab penyakit ginjal paling umum<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tipe batu ginjal ada banyak. Namun yang paling umum dialami oleh penderita batu ginjal adalah <a href=\"https:\/\/www.sehatq.com\/artikel\/kristal-kalsium-oksalat-adalah-jenis-batu-ginjal-yang-paling-umum-terjadi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kristal kalsium oksalat<\/a>. Sesuai namanya, batu ginjal tersebut disebabkan karena kalsium oksalat. Oksalat yang berikatan dengan kalsium di dalam urine inilah yang membentuk batu ginjal<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalsium oksalat ini nggak akan bisa kamu temukan di label kemasan minuman yang kamu beli. Biasanya oksalat ditemukan pada kacang almond, kacang kedelai, cokelat, stroberi, raspberry, dan teh hitam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Minum minuman kemasan sebenarnya boleh-boleh aja. Saya juga paham rasanya kehausan di siang bolong yang panas lalu kepengin minum minuman dingin yang ada di kulkas Indomaret. Tapi dicatet, ya: JANGAN KEBANYAKAN. Atau kalau mau ambil aman, puasa jajan minuman kemasan aja, deh. Banyakin minum air putih. Niscaya badanmu itu nggak akan ngambek dan kamu bakal hidup nyaman tanpa sakit-sakitan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/harga-ginjal-mahal-jaga-kesehatan-lewat-makanan-yang-seimbang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Harga Ginjal yang Mahal dan Omongan Klasik Menjaga Kesehatan lewat Makanan yang Seimbang<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ati-ati, Bolo.<\/p>\n","protected":false},"author":1077,"featured_media":250737,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13641],"tags":[3528,9121,17080,22056,22057],"class_list":["post-250731","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesehatan","tag-diabetes","tag-gula","tag-minuman-kemasan","tag-penyakit-ginjal","tag-zat"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/250731","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1077"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=250731"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/250731\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/250737"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=250731"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=250731"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=250731"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}