{"id":250489,"date":"2023-12-06T14:30:14","date_gmt":"2023-12-06T07:30:14","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=250489"},"modified":"2023-12-06T14:30:14","modified_gmt":"2023-12-06T07:30:14","slug":"bandung-lautan-air","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bandung-lautan-air\/","title":{"rendered":"Bandung Lautan Air, Identitas yang Jelas Nggak Ada Bagus-bagusnya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dulu saat pertama kali merantau ke Bandung, saya pikir Bandung adalah daerah yang syahdu, sejuk dan tata kota rapi karena wali kotanya terkenal (kala itu Ridwan Kamil masih menjabat sebagai wali kota). Namun, seketika terpatahkan saat saya terjebak banjir dan macet di daerah Gedebage, tepatnya Jalan Soekarno-Hatta dari arah bundaran Cileunyi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya ingat betul waktu itu pukul 6 malam. Bukannya malah menikmati senja di Bandung yang katanya syahdu itu, saya malah tergenang air. Genangan air saat banjir kala itu cukup tinggi, bahkan selutut orang dewasa. Saya harus terjebak bersama sopir truk, angkot, dan pengendara motor lainnya pasca hujan yang cukup deras.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak saya duga bahwa daerah itu akan banjir. Sebab, jenis jalannya yang lebar dan merupakan salah satu jalan protokol di Bandung yang menghubungkan Bandung Barat dan Bandung Timur. Bisa dibayangkan bagaimana kami semua termasuk para pedagang makanan dan minuman gerobakan harus menunggu air surut. Bahkan ada juga pengendara yang sampai minum bandrek dulu biar tidak masuk angin, mengingat kaki pengendara yang tenggelam bersama air banjir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada beberapa pengendara motor yang menerobos banjir, tapi tak lama sepeda mereka mogok. Ada juga beberapa sopir truk yang menerjang banjir secara perlahan, agar tidak mogok juga kali, ya, hehe.<\/span><\/p>\n<h2><b>Hampir semua daerah Bandung banjir<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/gedebage-dan-banjir-pasangan-yang-tak-terpisahkan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Gedebage<\/a> menjadi daerah yang jadi langganan banjir. Bahkan hujan sebentar pun akan menimbulkan banjir. Ternyata, tidak hanya di Gedebage. Ada beberapa daerah yang terkenal banjir saat hujan. Dua di antaranya yang saya tau adalah Baleendah dan <a href=\"https:\/\/www.detik.com\/jabar\/bisnis\/d-6066336\/singgah-ke-cibaduyut-surganya-tas-sepatu-di-kota-bandung\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cibaduyut.<\/a><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk daerah Baleendah beberapa teman yang tinggal atau keluarganya tinggal di Baleendah bercerita bahwa banjir sampai ke atap rumah mereka,<\/span><a href=\"https:\/\/www.kompas.id\/baca\/nusantara\/2019\/04\/10\/2000-orang-mengungsi-karena-banjir-di-baleendah\"> <span style=\"font-weight: 400;\">sampai harus mengungsi.<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> \u201cSudah langganan banjir di rumah aku, tiap tahun pasti ada aja\u201d, ujar teman saya yang tinggal di daerah Baleendah, Bandung Selatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk Cibaduyut sendiri saya pernah terjebak banjir saat berkeliling daerah yang terkenal dengan pengrajin sepatu kulit itu. Awalnya saya senang sekali merasakan syahdunya daerah tersebut saat hujan. Saat hujan reda dan akan pulang, saya dan seorang teman terjebak kemacetan akibat banjir yang membuat saya akhirnya pulang tengah malam.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Asia-Afrika lho banjir, kok bisa?<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan kini, saya kaget melihat postingan video yang diunggah oleh akun X<\/span><a href=\"https:\/\/twitter.com\/txtdaribandung\/status\/1732029203225153631\"> <span style=\"font-weight: 400;\">@txtdaribandung<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yang memperlihatkan kawasan Asia-Afrika dilanda banjir. Kawasan sentral kota Bandung yang ikonik, estetik, penuh histori itu dilanda banjir. Sepertinya kawasan yang terkenal dengan sejarah konferensi Asia-Afrika ini akan mempunyai sejarah baru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yak betul, sejarah baru, bahwa kawasan Asia-Afrika (bisa-bisanya) dilanda banjir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan adanya banjir di kawasan Asia-Afrika, semakin meyakinkan saya bahwa banjir di Bandung tidak hanya di daerah Kabupaten Bandung atau daerah yang bukan pusat kota seperti Gedebage tadi. Banjir di Bandung sudah mencapai pusat kota yang juga terkenal dengan pusat para wisatawan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jelas, ini sudah menjadi puncak peringatan bagi pemerintah Bandung. Banjir di wilayah perkotaan tidak hanya karena faktor curah hujan tinggi. Namun<\/span><a href=\"https:\/\/www.kompas.com\/sains\/read\/2022\/02\/11\/163636823\/4-penyebab-banjir-di-kota-kota-besar\"> <span style=\"font-weight: 400;\">ada juga faktor<\/span><\/a> <span style=\"font-weight: 400;\">dampak pembangunan yang masif, hilangnya wilayah resapan air dan masalah saluran air. Belum lagi, pemerintah daerah maupun kota Bandung juga perlu siap-siap menghadapi krisis identitas Bandung yang terkenal dengan histori Bandung Lautan Api.<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Kumaha ieu masa jadi Bandung lautan air?<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Anisah Meidayanti<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bandung-kota-romantis-di-titik-tertentu-saja-lainnya-ya-suram\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bandung Kota Romantis di Titik Tertentu Saja, Lainnya ya Suram<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aku di sini, dan kau di sana, kita memandang banjir yang sama.<\/p>\n","protected":false},"author":1482,"featured_media":250522,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[141,1095,22025,14234],"class_list":["post-250489","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-bandung","tag-banjir","tag-cibaduyut","tag-gedebage"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/250489","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1482"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=250489"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/250489\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/250522"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=250489"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=250489"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=250489"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}