{"id":246827,"date":"2023-12-05T10:27:58","date_gmt":"2023-12-05T03:27:58","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=246827"},"modified":"2023-12-05T10:27:58","modified_gmt":"2023-12-05T03:27:58","slug":"matematika-seharusnya-sesat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/matematika-seharusnya-sesat\/","title":{"rendered":"Pembelajaran Matematika Seharusnya SESAT, Maksudnya Seru, Serius, Aplikatif, dan Transformatif"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Riset OECD 2018 menunjukkan bahwa dalam bidang matematika, hanya 28% siswa Indonesia yang mencapai kemahiran tingkat 2. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa Indonesia masih di bawah rata-rata. Saya sekali karena ilmu matematika merupakan ilmu yang penting sebagai dasar ilmu yang lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemajuan teknologi merupakan salah satu contoh dari penerapan ilmu matematika. Misalnya, kelahiran <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kalkulator-casio-fx-991-id-plus-rekomendasi-kalkulator-untuk-mahasiswa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kalkulator<\/a> atau komputer. Ilmu ini juga mengajarkan siswa agar bisa menggunakan logika dan berpikir kritis untuk menarik sebuah kesimpulan. Oleh karena itu, penting sekali bagi siswa agar mempunyai kemampuan ilmu ini sebagai landasan kehidupan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu faktor rendahnya kemampuan siswa terhadap numerasi yaitu metode pembelajaran di sekolah. Jadi, guru mempunyai tugas untuk melakukan pembelajaran matematika yang efektif.<\/span><\/p>\n<h2><b>Ilmu matematika seharusnya SESAT<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Metode pembelajaran, merupakan salah satu kunci keberhasilan guru dalam menyampaikan materi kepada siswa. Metode pembelajaran akan menentukan bagaimana jalannya atau proses pembelajaran.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh sebab itu, kita membutuhkan metode pembelajaran matematika yang efektif upaya kemampuan numerasi siswa meningkat. Salah satu metode pembelajarannya yaitu SESAT atau Seru, Serius, Aplikatif, dan Transformatif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Metode pembelajaran SESAT adalah pembelajaran yang prosesnya santai, tetapi serius dan siswa dapat menerapkan materi sehingga mengubah mindset siswa. Pembelajaran yang seru dapat membuat siswa enjoy dalam memahami materi dan tidak sungkan untuk bertanya. Pembelajaran yang seru dapat dilakukan dengan melakukan permainan dalam proses mengajarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, dalam <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-rekomendasi-aplikasi-belajar-matematika-bikin-belajar-jadi-menyenangkan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">materi bangun ruang<\/a>, siswa dibentuk per kelompok. Kemudian, setiap kelompok membawa benda yang berbentuk bangun ruang tersebut. Nantinya setiap siswa harus mendalami sifat dari bangun ruang tersebut dan mengajarkan ke teman lainnya yang berbeda kelompok. Setelah itu, perwakilan kelompok bisa mempresentasikan hasil diskusi dan guru memberikan feedback serta hadiah sebagai apresiasi. Pembelajaran matematika yang seru ini juga harus tetap serius.<\/span><\/p>\n<h2><b>Peran guru di dalam metode SESAT<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walaupun sambil bermain, tetapi siswa harus menjalankan metode ini secara serius dan sungguh-sungguh. Guru harus bisa mengatur jalannya pembelajaran agar tidak terlalu banyak waktu yang terbuang. Materi harus tersampaikan sesuai dengan rencana pembelajaran.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada awal pembelajaran, guru menyampaikan materi-materi dari metode yang dimaksud. Kemudian, di 30 menit pertama, pembelajaran dilakukan secara serius. Ingat, fokus siswa untuk belajar di 30 menit pertama sangat krusial. Di momen ini,\u00a0 siswa lebih mudah menerima materi. Setelah itu, jika siswa mulai kurang konsentrasinya, lakukan <a href=\"https:\/\/www.detik.com\/jabar\/jabar-gaskeun\/d-6285769\/15-contoh-ice-breaking-seru-untuk-mencairkan-suasana\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ice breaking<\/a>, baru kemudian fokus materi lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Peran guru sangat penting karena ilmu matematika \u201cmembawa\u201d banyak rumus. Guru harus bisa mengajarkan teori, sekaligus mengajarkan aplikasinya dalam kehidupan. Ilmu akan lebih mudah diingat jika tidak hanya dihafalkan, tetapi juga diterapkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya, dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak bisa lepas dari ilmu matematika. Makanya, penting sekali bagi guru untuk menjelaskan aplikasi atau penerapan ilmu matematika dalam kegiatan sederhana. Tujuannya agar siswa bisa menerapkan dan mengetahui penerapan-penerapan yang lainnya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Guru harus kreatif<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat proses pembelajaran, guru harus kreatif menggunakan media pembelajaran yang merepresentasikan penerapan matematika. Misalnya menggunakan beberapa uang koin pada saat materi peluang. Siswa dilibatkan saat praktik pelemparan koin untuk menentukan seberapa besar peluang munculnya gambar atau angka. Dengan seperti itu, ilmu akan cepat dipahami dan bisa langsung diterapkan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Apa yang dimaksud dengan pembelajaran transformatif<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pembelajaran matematika juga dapat dilakukan dengan pembelajaran transformatif. Tujuannya, setelah pembelajaran selesai, siswa akan berubah cara berpikirnya. Hal ini bisa dilakukan dengan berdiskusi mengenai suatu persoalan matematika dan setiap orang bisa mengutarakan pendapatnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada awalnya, setiap siswa mempunyai jawaban masing-masing. Setelah berdiskusi, kita bisa mendapat 1 pemikiran yang bisa diterima dan terjadi perubahan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kecerdasan-anak-pendidikan-matematika-yang-nggak-kamu-sadari\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mindset pada siswa<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pembelajaran matematika yang SESAT memberikan beberapa manfaat yang dapat meningkatkan SDM. Ketika suasana pembelajaran nyaman dan siswa tidak tertekan, sebagian besar ilmu mudah untuk dipahami.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah siswa paham, mereka bisa menyelesaikan berbagai persoalan terkait ilmu matematika sekaligus penerapannya. Jadi, pembelajaran SESAT dapat menjadi solusi agar kemampuan matematika siswa meningkat. Begitu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Dewi Annisa Nur Khasanah<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mahasiswa-jurusan-matematika-perlu-tahu-11-istilah-ini\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">11 Istilah yang Harus Diketahui Mahasiswa Jurusan Matematika supaya Cepat Lulus<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Matematika itu seharusnya SESAT. Tujuannya supaya siswa bisa memahami ilmu ini dan bisa menerapkannya di kehidupan nyata. Memang SESAT ini!<\/p>\n","protected":false},"author":2481,"featured_media":247534,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12910],"tags":[21985,21987,21984,417,21986,21988,21989],"class_list":["post-246827","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan","tag-alasan-belajar-matematika-itu-susah","tag-algoritma-matematika","tag-ilmu-matematika","tag-matematika","tag-matematika-dasar-ilmu-lain","tag-metode-belajar-matematika","tag-tips-belajar-matematika"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/246827","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2481"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=246827"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/246827\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/247534"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=246827"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=246827"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=246827"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}